- Indeks Shanghai (Tiongkok): Menguat 0,13 persen ke level 4.133,60, didorong oleh ekspektasi stimulus ekonomi tambahan dari pemerintah setempat.
- Indeks Hang Seng (Hong Kong): Mencatatkan kenaikan 0,18 persen ke posisi 27.231,03, mengikuti tren positif saham-saham properti dan keuangan.
- Indeks Strait Times (Singapura): Menguat tipis 0,06 persen ke level 4.967,41, mencerminkan stabilitas pasar di kawasan Asia Tenggara.
- Indeks Nikkei (Jepang): Tidak mencatatkan pergerakan karena pasar sedang libur dalam rangka memperingati Hari Pendirian Nasional (National Foundation Day).
Keselarasan penguatan di bursa regional Asia memberikan sentimen tambahan bagi IHSG untuk terus bergerak di zona hijau. Selain itu, penguatan IHSG kali ini juga berjalan beriringan dengan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS, menciptakan fenomena “double rally” yang jarang terjadi namun sangat disukai oleh investor. Dengan fundamental domestik yang terjaga dan kebijakan fiskal yang terukur, IHSG diprediksi akan tetap stabil sepanjang hari ini, meskipun investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang mungkin muncul menjelang penutupan pasar di sesi kedua.
Secara keseluruhan, posisi IHSG di level 8.152 mencerminkan babak baru bagi pasar modal Indonesia. Kepercayaan bahwa ekonomi nasional mampu bertahan di tengah ketidakpastian global menjadi modal utama bagi pertumbuhan berkelanjutan. Para pelaku pasar kini menantikan langkah nyata pemerintah dalam mengimplementasikan strategi perpajakan tersebut, sembari memantau perkembangan kebijakan moneter dari Washington yang akan sangat menentukan arah aliran modal asing (capital inflow) ke pasar berkembang seperti Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

















