| Kode Saham (Top Value) | Nilai Transaksi | Kode Saham (Top Volume) | Volume Saham |
|---|---|---|---|
| BIPI (Astrindo Nusantara) | Rp 1,01 Triliun | BIPI (Astrindo Nusantara) | 36,12 Juta Lembar |
| BUMI (Bumi Resources) | Rp 775,86 Miliar | YELO (Yelooo Integra) | 26,98 Juta Lembar |
| PTRO (Petrosea) | Rp 459,99 Miliar | BUMI (Bumi Resources) | 26,77 Juta Lembar |
| ANTM (Aneka Tambang) | Rp 433,35 Miliar | PADI (Minna Padi) | 14,21 Juta Lembar |
| BMRI (Bank Mandiri) | Rp 427,87 Miliar | GOTO (GoTo Tokopedia) | 11,57 Juta Lembar |
Kondisi Pasar Regional Asia dan Proyeksi Sesi II
Pelemahan yang terjadi pada IHSG tampaknya sejalan dengan tren yang terjadi di sebagian besar bursa saham regional Asia. Hingga siang ini, mayoritas indeks utama di kawasan Asia Pasifik bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Indeks Nikkei 225 di Tokyo, Jepang, tercatat turun 0,19 persen ke level 56.764,14. Pelemahan lebih dalam terjadi di bursa Hong Kong, di mana Indeks Hang Seng merosot 0,62 persen ke posisi 26.913,68. Sementara itu, Indeks Straits Times di Singapura juga terpangkas 0,32 persen ke level 5.016,08. Kontras dengan negara tetangganya, Indeks SSE Composite di China justru berhasil mencatatkan penguatan sebesar 1,16 persen ke level 4.129,78, didorong oleh sentimen domestik di negara tersebut.
Memasuki sesi II perdagangan, para analis memprediksi IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan berkonsolidasi di area support terdekatnya. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan rilis data ekonomi global yang dapat memengaruhi arus modal asing (capital flow). Aksi beli selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) yang sudah terkoreksi cukup dalam mungkin bisa menjadi strategi di tengah kondisi pasar yang tidak menentu. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat tingginya volatilitas yang terjadi di pasar keuangan global saat ini.

















