Kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas pasar modal nasional mencuat ke permukaan setelah Presiden Prabowo Subianto dikabarkan meluapkan kemarahannya atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari 2026. Peristiwa penting ini, yang memicu diberlakukannya trading halt dan merugikan jutaan investor ritel, kini menjadi sorotan utama dalam upaya menjaga kredibilitas dan kepercayaan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan sekaligus adik kandung Prabowo, secara gamblang menyampaikan pesan keras dari Istana kepada para petinggi BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (11/2) di Jakarta, menekankan perlunya tindakan cepat dan konkret untuk mengatasi gejolak pasar serta merespons peringatan dari lembaga finansial global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait transparansi pasar modal Indonesia.
Kemarahan Presiden Prabowo Subianto bukan tanpa alasan. Anjloknya IHSG hingga 8 persen pada akhir Januari 2026 menjadi pukulan telak bagi pasar modal Tanah Air, memaksa otoritas bursa untuk memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt

















