Sebuah kesempatan emas kembali terbuka lebar bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menapaki jenjang pendidikan tinggi berkualitas. Beasiswa S1 Garuda 2026, sebuah inisiatif strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), resmi dibuka untuk menjaring talenta-talenta unggul dari seluruh penjuru Indonesia. Program prestisius ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mereka yang berasal dari latar belakang yang selama ini kurang terwakili, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di delapan bidang prioritas strategis nasional. Pendaftaran akan dibuka secara daring mulai 15 Februari 2026 dalam dua gelombang, menawarkan jalur pendaftaran yang komprehensif bagi calon mahasiswa yang bercita-cita tinggi untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Jadwal Pendaftaran Komprehensif Beasiswa Garuda S1 2026
Penyelenggaraan Beasiswa Garuda S1 2026 dirancang secara sistematis melalui dua gelombang pendaftaran, memberikan fleksibilitas dan kesempatan yang lebih luas bagi para calon pendaftar. Pemahaman mendalam mengenai lini masa ini sangat krusial bagi setiap individu yang berambisi untuk menjadi bagian dari program ini.
Gelombang Pertama: Februari hingga April 2026
- Pembukaan Pendaftaran: Gelombang pertama akan secara resmi dibuka pada tanggal 15 Februari 2026. Ini menandai dimulainya periode di mana calon pelamar dapat mengakses portal pendaftaran daring dan mulai mengunggah dokumen serta mengisi data yang diperlukan.
- Penutupan Pendaftaran: Periode pendaftaran untuk gelombang pertama akan berlangsung selama satu bulan penuh, dan akan ditutup pada 15 Maret 2026. Batas waktu ini menuntut calon pendaftar untuk mempersiapkan semua dokumen dan informasi dengan cermat jauh sebelum tanggal penutupan guna menghindari kendala teknis atau keterlambatan.
- Seleksi Administrasi: Setelah periode pendaftaran berakhir, tim seleksi akan memulai tahap evaluasi administrasi. Proses ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Pada tahap ini, kelengkapan dan keabsahan dokumen yang diunggah akan diverifikasi secara teliti. Calon pendaftar yang berhasil lolos seleksi administrasi akan diumumkan dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Tes Bakat Skolastik: Tahap krusial berikutnya adalah pelaksanaan Tes Bakat Skolastik, yang direncanakan pada awal April 2026. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, penalaran, dan potensi akademik calon penerima beasiswa. Hasil dari tes ini akan menjadi salah satu faktor penentu utama dalam proses seleksi.
Gelombang Kedua: Rincian yang Akan Diumumkan Kemudian
Meskipun jadwal detail untuk gelombang kedua belum diumumkan secara spesifik, keberadaan gelombang ini menunjukkan komitmen Kemdiktisaintek dan LPDP untuk memberikan kesempatan yang lebih luas. Umumnya, gelombang kedua akan mengikuti pola yang serupa dengan gelombang pertama, dengan jeda waktu yang cukup untuk proses evaluasi dan persiapan. Calon pendaftar disarankan untuk terus memantau informasi terbaru melalui laman resmi Beasiswa Garuda dan kanal komunikasi resmi Kemdiktisaintek serta LPDP untuk mendapatkan pembaruan terkait jadwal gelombang kedua.
Syarat daftar beasiswa Garuda 2026
Untuk memastikan bahwa Beasiswa Garuda S1 2026 menjangkau individu yang paling berhak dan berpotensi, Kemdiktisaintek dan LPDP telah menetapkan serangkaian persyaratan yang komprehensif. Persyaratan ini mencakup aspek kewarganegaraan, akademik, non-akademik, hingga komitmen terhadap pembangunan nasional. Calon pendaftar harus memenuhi setiap kriteria berikut untuk dapat dipertimbangkan:
- Kewarganegaraan: Pendaftar wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan dokumen identitas resmi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau paspor.
- Jenjang Pendidikan: Beasiswa ini secara khusus ditujukan bagi calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan jenjang Strata 1 (S1) atau setara. Ini berarti pendaftar adalah lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang belum memiliki gelar sarjana.
- Usia Maksimal: Umumnya, terdapat batasan usia maksimal bagi pendaftar S1, misalnya tidak lebih dari 21 atau 23 tahun pada saat pendaftaran atau dimulainya perkuliahan. Detail usia maksimal akan diumumkan lebih lanjut pada panduan resmi.
- Prestasi Akademik dan Non-Akademik: Pendaftar diharapkan memiliki rekam jejak prestasi yang kuat. Untuk prestasi akademik, ini dapat ditunjukkan melalui nilai rapor yang konsisten tinggi, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang memuaskan (jika sudah menempuh pendidikan sebelumnya), atau penghargaan akademik. Sementara itu, prestasi non-akademik dapat berupa kejuaraan di bidang seni, olahraga, kepemimpinan, atau kontribusi sosial yang signifikan.
- Kondisi Kesehatan: Pendaftar harus dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan yang berwenang. Kondisi kesehatan yang prima diperlukan untuk menunjang kelancaran studi.
- Tidak Sedang Menerima Beasiswa Lain: Salah satu syarat krusial adalah pendaftar tidak sedang atau akan menerima beasiswa lain dari lembaga manapun pada periode yang sama. Hal ini untuk memastikan pemerataan kesempatan dan efektivitas pendanaan beasiswa.
- Latar Belakang Kurang Terepresentasi:


















