Dalam sebuah langkah strategis yang menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan keberlanjutan lingkungan, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya baru-baru ini menyambut dua pemimpin perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Heri Hermansyah, dan Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Suharnomo, secara terpisah mengunjungi kantor Seskab di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, pada awal Februari 2026. Pertemuan-pertemuan penting ini bertujuan untuk membahas berbagai inisiatif krusial, mulai dari upaya mendongkrak daya saing global kampus-kampus di Tanah Air hingga implementasi program inovatif nol sampah yang berorientasi pada keberlanjutan. Diskusi ini tidak hanya mencerminkan fokus pemerintah pada penguatan sektor pendidikan dan riset, tetapi juga menegaskan urgensi adopsi praktik ramah lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.
Kunjungan Rektor Undip, Prof. Suharnomo, yang berlangsung pada Selasa sore, 10 Februari 2026, menyoroti terobosan signifikan yang dilakukan kampusnya dalam pengelolaan lingkungan. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Suharnomo memaparkan secara mendalam program “nol sampah” Undip, sebuah inisiatif ambisius yang menegaskan kembali komitmen universitas terhadap keberlanjutan lingkungan. Program ini tidak sekadar mengurangi, tetapi secara fundamental mengubah paradigma pengelolaan limbah di seluruh area kampus. Sekretariat Kabinet, melalui keterangannya pada Rabu, 12 Februari 2026, menggarisbawahi bagaimana Undip telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang canggih, mampu mengolah limbah menjadi energi alternatif, khususnya solar. Metode inovatif ini memastikan bahwa seluruh limbah, baik organik maupun non-organik, tidak lagi berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di luar kampus, melainkan diubah menjadi sumber daya yang bernilai.
Terobosan Lingkungan dari Universitas Diponegoro: Mengubah Limbah Menjadi Energi
Model pengelolaan sampah yang diterapkan Undip merupakan contoh nyata dari inovasi teknologi yang selaras dengan kesadaran lingkungan. Sistem ini memungkinkan transformasi limbah menjadi solar, sebuah proses yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi. Limbah organik, seperti sisa makanan dan daun, serta limbah non-organik seperti plastik dan kertas, diproses melalui teknologi canggih untuk menghasilkan bahan bakar. Pendekatan holistik ini secara efektif menutup siklus limbah di dalam kampus, menjadikannya sebuah ekosistem yang mandiri dalam pengelolaan sampah. Sekretariat Kabinet secara khusus memuji program nol sampah Undip sebagai percontohan pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan, menegaskan bahwa ini adalah bukti konkret bahwa inovasi teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya bersih dan hijau, tetapi juga produktif dan inspiratif bagi mahasiswa serta civitas akademika lainnya. Program ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong penerapan keberlanjutan di lingkungan kampus, sebagaimana juga disinggung dalam berbagai laporan media.
Selang sehari sebelumnya, pada Senin, 9 Februari 2026, Seskab Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah. Pertemuan yang juga berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet ini berfokus pada agenda yang tak kalah strategis: upaya peningkatan daya saing perguruan tinggi Indonesia di kancah global. Diskusi ini secara langsung merespons arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya mendorong peningkatan peringkat universitas dalam negeri. Peningkatan ini diharapkan tercapai melalui penguatan kualitas pendidikan, intensifikasi riset, serta perluasan kerja sama dengan universitas-universitas ternama di dunia, termasuk institusi pendidikan tinggi di Inggris Raya, yang dikenal memiliki standar akademik dan riset yang sangat tinggi. Fokus pada kolaborasi internasional ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk mengintegrasikan perguruan tinggi Indonesia ke dalam jaringan akademik global yang lebih luas.
Mendorong Daya Saing Global Universitas Indonesia: Capaian dan Arahan Strategis
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah dengan bangga memaparkan capaian signifikan kampusnya kepada Seskab Teddy. Salah satu prestasi menonjol adalah keberhasilan UI menembus peringkat 189 dunia dalam QS World University Rankings 2026. Angka ini merupakan lompatan substansial dari posisi 206 pada tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan kualitas dan reputasi yang diakui secara internasional. QS World University Rankings adalah salah satu pemeringkatan universitas paling prestisius di dunia, yang mengevaluasi institusi berdasarkan berbagai indikator seperti reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio fakultas/mahasiswa, kutipan per fakultas, rasio mahasiswa internasional, dan rasio fakultas internasional. Kenaikan peringkat UI ini merupakan indikator positif dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan standar pendidikan dan penelitian.
Meskipun telah mencapai prestasi yang membanggakan, Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto agar UI tidak berpuas diri. Presiden secara spesifik meminta UI untuk terus meningkatkan kinerja pada indikator kualitas riset (research quality) serta reputasi lulusan di pasar kerja global (employer reputation). Indikator kualitas riset mengukur dampak dan kontribusi penelitian yang dihasilkan oleh universitas, sementara reputasi lulusan mencerminkan seberapa baik lulusan universitas diterima dan dihargai oleh perusahaan dan organisasi di seluruh dunia. Penekanan pada kedua aspek ini menunjukkan pemahaman bahwa perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi dan produsen talenta yang siap bersaing di tingkat global. Tujuan akhir dari semua upaya ini, menurut Seskab Teddy, adalah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional secara menyeluruh, baik melalui inovasi ilmiah maupun pencetakan sumber daya manusia unggul.
Pertemuan Seskab Teddy dengan Rektor UI dan Undip ini secara kolektif menegaskan prioritas pemerintah dalam mendorong kemajuan Indonesia melalui dua pilar utama: pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan komitmen teguh terhadap keberlanjutan lingkungan. Inisiatif seperti program nol sampah Undip dan peningkatan peringkat UI dalam skala internasional menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan yang signifikan. Sinergi antara pemerintah dan institusi akademik ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus memastikan bahwa Indonesia berada di jalur yang benar menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Langkah-langkah ini, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai sumber, diharapkan mendorong universitas Indonesia semakin bersaing di kancah global dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Pilihan Editor: Efektifkah Kerja Bakti Rutin Menangani Sampah

















