Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara resmi memimpin perhelatan strategis Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Expo Center, Balai Kartini, Jakarta, pada Rabu, 11 Januari 2026. Forum krusial ini diselenggarakan untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan matra darat dalam mendukung penuh program-program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dihadiri oleh jajaran pejabat utama Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), para Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), hingga Komandan Satuan (Dansat) dari seluruh penjuru tanah air, Rapim ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi operasional TNI AD dengan kebijakan strategis pemerintah, guna memastikan stabilitas pertahanan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Pelaksanaan Rapim TNI AD kali ini bukan sekadar pertemuan rutin tahunan, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen TNI AD untuk bertransformasi menjadi institusi yang lebih profesional, modern, dan adaptif. Jenderal Maruli Simanjuntak dalam pidato pembukaannya menekankan bahwa setiap langkah yang diambil oleh TNI AD harus memiliki relevansi langsung terhadap kepentingan nasional. Agenda ini merupakan tindak lanjut konkret dari Rapim TNI-Polri yang sebelumnya dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam suasana yang penuh kedisiplinan, gedung Balai Kartini disulap menjadi pusat komando intelektual, di mana berbagai data strategis dipaparkan dengan standar visual yang mengesankan, mencerminkan kualitas profesionalisme tinggi yang setara dengan standar artistic excellence dalam penyajian informasi militer modern.
Sinergi Lintas Sektoral dan Penguatan Program Prioritas Pemerintah
Dalam upaya memperkaya perspektif dan memperkuat sinergi antarkementerian, Rapim TNI AD menghadirkan sejumlah tokoh kunci pemerintahan sebagai pemberi pembekalan. Kehadiran Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago, memberikan landasan stabilitas keamanan yang diperlukan untuk menjalankan roda pembangunan. Selain itu, Menteri Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq turut memaparkan peran krusial TNI AD dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pertahanan berbasis sumber daya alam. Diskusi ini mempertegas bahwa TNI AD tidak hanya bertugas di garis depan pertempuran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem nasional, sebuah konsep yang selaras dengan keindahan alam Indonesia yang sering digambarkan dalam berbagai koleksi nature arts berkualitas tinggi.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam rapat ini adalah dukungan penuh TNI AD terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ambisius ini diperkirakan akan menyerap anggaran hingga Rp 60 triliun per Maret 2026, sebuah angka yang menunjukkan skala masif dari intervensi gizi nasional. Jenderal Maruli menegaskan bahwa TNI AD siap mengerahkan sumber daya logistik dan personelnya untuk memastikan distribusi makanan bergizi menjangkau anak-anak di pelosok negeri. Selain MBG, program-program lain yang menjadi fokus evaluasi meliputi:
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP): Inisiatif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi di tingkat akar rumput dengan pendampingan dari bintara pembina desa (Babinsa).
- Pembangunan Infrastruktur dan Jembatan: Kelanjutan proyek pembangunan jembatan gantung dan akses jalan di daerah terisolasi guna mempercepat konektivitas antarwilayah.
- Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI): Program pembinaan generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan kesiapan bela negara sejak dini.
- Ketahanan Pangan: Optimalisasi lahan tidur milik TNI AD untuk ditanami komoditas pangan strategis guna menghadapi ancaman krisis pangan global.
Optimalisasi Ekonomi Nasional dan Transformasi Digital Militer
Kehadiran Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan dimensi baru dalam Rapim kali ini. Beliau memaparkan analisis mendalam mengenai kaitan erat antara stabilitas keamanan nasional dengan pertumbuhan ekonomi makro. TNI AD diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi dengan menjaga keamanan di wilayah-wilayah strategis, termasuk pusat-pusat industri dan area perkotaan yang sedang berkembang pesat. Transformasi visual kota-kota besar Indonesia, yang kini semakin modern dan tertata layaknya pemandangan dalam classic city backgrounds, memerlukan perlindungan keamanan yang canggih dan tidak terlihat (seamless) agar aktivitas ekonomi dapat berjalan tanpa hambatan.
Selain aspek ekonomi, Rapim juga membahas penguatan kapasitas kepemimpinan melalui komunikasi yang efektif. Para pimpinan satuan diberikan pembekalan oleh pakar komunikasi untuk meningkatkan kemampuan dalam berinteraksi dengan masyarakat serta mengelola informasi di era digital. Hal ini penting agar citra TNI AD tetap positif dan transparan. Dalam sesi paparan Komando Utama (Kotama), ditunjukkan bagaimana setiap daerah militer mengimplementasikan teknologi terbaru dalam pemantauan wilayah, menggunakan perangkat lunak dengan antarmuka yang elegan dan fungsional, memberikan pengalaman visual yang jernih layaknya retina minimal pictures yang memudahkan pengambilan keputusan cepat oleh para komandan di lapangan.
Aspek kesejahteraan prajurit juga tidak luput dari pembahasan mendalam. Kepala Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP) dan Ketua Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) memaparkan skema-skema baru untuk mempermudah prajurit memiliki hunian yang layak dan akses pendidikan bagi keluarga mereka. Jenderal Maruli meyakini bahwa prajurit yang sejahtera adalah kunci utama dari Angkatan Darat yang kuat. “Kami meyakini masih banyak hal yang akan menjadi program-program yang harus kita kerjakan bersama dengan didukung oleh Angkatan Darat khususnya, demi kemajuan bangsa,” ujar Kasad dalam sesi konferensi pers di hadapan awak media.
Penghargaan atas Dedikasi dan Visi Masa Depan TNI AD
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi yang luar biasa, Rapim TNI AD 2026 juga diwarnai dengan momen penganugerahan Warga Kehormatan Zeni kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa besar dalam pengembangan korps teknik militer tersebut. Selain itu, penyerahan Kartika Award menjadi puncak acara bagi para komandan satuan dan prajurit yang menunjukkan prestasi gemilang di lapangan, terutama mereka yang berada di baris terdepan dalam penanggulangan bencana alam yang melanda beberapa wilayah Indonesia belakangan ini. Penghargaan ini menjadi simbol bahwa setiap tetes keringat prajurit dalam membantu rakyat sangat dihargai oleh institusi.
Menutup rangkaian acara, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan harapannya agar hasil dari Rapim ini segera diimplementasikan hingga ke satuan terkecil. Beliau menekankan pentingnya kesamaan visi (unity of vision) untuk mewujudkan TNI AD yang profesional dalam menjalankan tugas pokoknya, modern dalam alutsista dan pola pikir, serta adaptif terhadap segala bentuk ancaman baru, baik fisik maupun siber. Dengan semangat pengabdian tanpa batas, TNI AD berkomitmen untuk terus menjadi pilar utama pertahanan negara yang mencintai dan dicintai rakyat, menjaga kedaulatan NKRI dari fajar hingga terbenamnya matahari, membawa harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah dan gemilang.
| Aspek Strategis | Fokus Utama 2026 | Target Capaian |
|---|---|---|
| Kesejahteraan Sosial | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) | Distribusi nasional dengan anggaran Rp 60 Triliun |
| Ekonomi Desa | Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih | Peningkatan kemandirian ekonomi lokal |
| Infrastruktur |

















