Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen serius dalam menghapus kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor perumahan. Memasuki tahun 2026, langkah nyata ini terlihat jelas saat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja strategis ke Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan peninjauan langsung terhadap efektivitas Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini menjadi tulang punggung pemerintah dalam mengubah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi hunian yang sehat, aman, dan layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Komitmen 457 Unit Rumah untuk Masyarakat Humbahas
Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi salah satu fokus utama dalam peta jalan pembangunan perumahan di Sumatera Utara. Dari total 33 kabupaten/kota yang menerima bantuan di provinsi tersebut, Humbahas mendapatkan alokasi sebanyak 457 unit rumah yang akan direhabilitasi melalui skema BSPS.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada data kebutuhan riil di lapangan. Program BSPS di Humbahas dirancang untuk memastikan bahwa setiap warga, terutama mereka yang berada di pelosok desa, dapat merasakan kehadiran negara melalui dinding rumah yang kokoh dan atap yang tidak lagi bocor.
Mengapa BSPS Sangat Krusial di Tahun 2026?
- Pengurangan Stunting: Rumah yang layak dengan sanitasi yang baik adalah kunci utama dalam mencegah stunting pada anak-anak.
- Peningkatan Ekonomi Lokal: Dengan melibatkan tenaga kerja lokal, perputaran uang tetap berada di dalam desa tersebut.
- Ketahanan Bencana: Konstruksi rumah yang ditingkatkan standarnya memberikan perlindungan lebih baik terhadap cuaca ekstrem.
Filosofi Gotong Royong dalam Bedah Rumah
Satu hal yang ditekankan secara mendalam oleh Mendagri Tito Karnavian adalah aspek semangat kebersamaan dan gotong royong. BSPS berbeda dengan proyek kontraktor pada umumnya. Program ini bersifat stimulan, artinya pemerintah memberikan bantuan dana dan pendampingan teknis, namun keberhasilannya sangat bergantung pada swadaya masyarakat.
“Keberhasilan program BSPS sangat bergantung pada semangat gotong royong. Pemerintah memberikan stimulan, tapi partisipasi aktif warga dalam membangun rumah tetangganya atau rumahnya sendiri adalah ruh dari program ini,” ujar Tito Karnavian di sela-sela peninjauannya.

Mekanisme Penyaluran yang Transparan
Di tahun 2026, sistem penyaluran dana BSPS telah mengalami digitalisasi penuh untuk mencegah praktik pungutan liar. Dana langsung ditransfer ke rekening penerima bantuan (virtual account) yang hanya bisa digunakan untuk membeli bahan bangunan di toko yang telah ditunjuk dan membayar upah tukang. Hal ini menjamin bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar menjadi semen, bata, dan seng.
Dampak Luas di Sumatera Utara: 33 Kabupaten Terintegrasi
Humbahas hanyalah satu bagian dari potret besar pembangunan di Sumatera Utara. Dengan koordinasi antara Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PKP, sinkronisasi data RTLH antara pemerintah pusat dan daerah menjadi lebih akurat.
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa kolaborasi lintas kementerian ini bertujuan untuk memastikan tidak ada tumpang tindih anggaran. “Kami ingin memastikan bahwa 33 kabupaten/kota di Sumut memiliki standar hunian yang sama. Tidak boleh ada ketimpangan antara daerah yang dekat dengan pusat kota dengan daerah pegunungan seperti Humbahas,” tambahnya.
Target Perbaikan Rumah Nasional 2026:
- Peningkatan kualitas rumah swadaya secara masif.
- Penyediaan akses air minum layak.
- Integrasi sistem drainase lingkungan di kawasan pemukiman BSPS.

Analisis: Tantangan dan Harapan di Humbang Hasundutan
Meskipun target 457 unit terlihat ambisius, tantangan geografis di Humbahas tetap menjadi perhatian. Medan yang berbukit seringkali menghambat distribusi material bangunan. Namun, dengan keterlibatan aktif dari aparat desa dan Babinsa/Bhabinkamtibmas dalam mengawal distribusi, kendala ini optimis dapat teratasi.
Secara ekonomi, program BSPS di Humbahas diprediksi akan meningkatkan indeks kebahagiaan warga. Rumah yang layak huni memberikan rasa aman secara psikologis, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas masyarakat dalam bertani atau berdagang. Humbahas yang dikenal dengan potensi pertaniannya (seperti kopi dan kemenyan) membutuhkan SDM yang sehat, dan kesehatan itu dimulai dari rumah.
Inovasi Material Bangunan Hijau
Pada tahun 2026, pemerintah juga mulai mendorong penggunaan material bangunan ramah lingkungan dalam program BSPS. Penggunaan bata ringan atau material prefabrikasi yang lebih cepat dipasang namun tetap kuat menjadi opsi untuk mempercepat target pembangunan tanpa mengurangi kualitas.
Kesimpulan: Menuju Humbahas yang Lebih Sejahtera
Kunjungan Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait ke Humbang Hasundutan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kerakyatan tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Dengan target 457 unit rumah yang diperbaiki, ribuan jiwa di Humbahas akan segera menikmati hunian yang lebih manusiawi.
Kunci utama dari kesuksesan ini bukan hanya pada besaran anggaran, melainkan pada sinergi antara kebijakan pusat, eksekusi daerah, dan semangat gotong royong masyarakat. Program BSPS bukan sekadar membangun tembok dan atap, melainkan membangun martabat dan masa depan bangsa yang lebih cerah dari dalam rumah.
Melalui langkah nyata ini, diharapkan pada akhir tahun 2026, angka kemiskinan di Humbahas dapat ditekan secara signifikan, menjadikan kabupaten ini sebagai contoh sukses implementasi program perumahan berbasis swadaya di Indonesia.

















