Menjelang momentum sakral bulan suci Ramadan 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Samarinda secara resmi memberikan jaminan penuh terhadap stabilitas dan ketersediaan stok pangan pokok di seluruh wilayah Kalimantan Timur guna meredam kekhawatiran masyarakat akan potensi kelangkaan komoditas. Langkah preventif ini diambil sebagai respons terhadap dinamika pasar yang kerap bergejolak setiap kali memasuki hari besar keagamaan nasional, di mana permintaan pasar cenderung melonjak tajam. Kepala Cabang Bulog Samarinda, Adi Yanuar, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor telah diperkuat untuk memastikan rantai pasok dari gudang hingga ke tangan konsumen tetap berjalan tanpa hambatan, sehingga masyarakat di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur tidak perlu terjebak dalam aksi belanja panik atau panic buying yang justru dapat merusak struktur harga di pasar tradisional maupun ritel modern.
Kekuatan cadangan pangan yang dikelola oleh Bulog Samarinda saat ini berada pada level yang sangat aman dan diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga perayaan Idulfitri mendatang. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan oleh Adi Yanuar, saat ini tersedia stok beras medium sebanyak 18.405 ton dan beras premium sebesar 621 ton yang tersimpan rapi di jaringan gudang Bulog. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kesiapan logistik negara dalam mengintervensi pasar jika terjadi anomali harga. Beras medium tetap menjadi fokus utama sebagai instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah, sementara ketersediaan beras premium ditujukan untuk menjaga pilihan konsumen di berbagai lapisan masyarakat. Dengan total cadangan yang melampaui ambang batas aman tersebut, Bulog optimis dapat menjaga ketahanan pangan daerah meskipun tekanan permintaan akan meningkat drastis dalam beberapa pekan ke depan.
Mengingat karakteristik geografis Kalimantan Timur yang bukan merupakan daerah sentra produksi padi nasional, Bulog Samarinda menerapkan strategi pengadaan yang agresif dengan mendatangkan pasokan dari wilayah-wilayah surplus. Adi Yanuar menjelaskan bahwa sebagian besar pasokan beras yang ada di gudang saat ini berasal dari serapan hasil panen dalam negeri, terutama didatangkan melalui jalur laut dari wilayah Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Proses mobilisasi stok ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada kekosongan di lini distribusi. Ketergantungan pada pasokan luar daerah ini dimitigasi dengan sistem manajemen stok yang ketat, di mana setiap pengiriman dipantau secara real-time guna menghindari keterlambatan logistik yang bisa dipicu oleh faktor cuaca maupun kendala teknis di pelabuhan. Hal ini membuktikan bahwa meskipun Kaltim memiliki tantangan produksi lokal, ketahanan pangannya tetap kokoh berkat integrasi distribusi antar-pulau yang solid.
Strategi Intervensi Pasar Melalui Gerakan Pangan Murah Serentak
Sebagai langkah konkret dalam menekan laju inflasi daerah yang sering kali dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok, Bulog akan terlibat aktif dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada Jumat, 13 Februari 2026. Program ini merupakan inisiatif strategis yang menggandeng Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Daerah untuk menghadirkan komoditas pangan berkualitas dengan harga di bawah harga pasar kepada masyarakat luas. Dalam GPM ini, Bulog tidak hanya menyalurkan beras, tetapi juga berbagai komoditas penting lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng. Lokasi pelaksanaan pasar murah ini dirancang sangat strategis, mencakup titik-titik yang telah dipetakan oleh Dinas Tanaman Pangan serta pemanfaatan jaringan gudang Bulog sebagai pusat distribusi langsung. Kehadiran GPM diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga di tingkat pengecer dan memberikan akses pangan yang lebih terjangkau bagi keluarga prasejahtera.
Selain fokus pada wilayah perkotaan seperti Samarinda dan Balikpapan, Bulog juga memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga di wilayah pedalaman dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Mahakam Ulu, yang secara geografis memiliki tantangan logistik yang sangat berat dan sempat mengalami lonjakan harga akibat kendala transportasi sungai. Adi Yanuar menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah diskresi dengan mengirimkan pasokan beras tambahan ke wilayah tersebut melalui kerja sama erat dengan perangkat pemerintah daerah dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Intervensi ini bertujuan untuk menyeragamkan harga komoditas sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, sehingga disparitas harga antara wilayah perkotaan dan pelosok dapat diminimalisir sekecil mungkin.
Kolaborasi Lintas Sektoral dan Mitigasi Inflasi Daerah
Keberhasilan menjaga stabilitas pangan di Kalimantan Timur tidak lepas dari sinergi yang kuat antara Bulog dengan Satgas Pangan Polda Kaltim serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemantauan intensif dilakukan setiap hari untuk mendeteksi adanya praktik penimbunan atau spekulasi harga yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Adi Yanuar menegaskan bahwa pengawasan ini meliputi pengecekan stok di gudang-gudang distributor hingga pemantauan harga di pasar-pasar rakyat. Dengan adanya pengawasan ketat dari aparat penegak hukum, ruang gerak para spekulan menjadi terbatas, sehingga stabilitas harga dapat terjaga secara alami melalui mekanisme pasar yang sehat. Bulog juga memastikan bahwa produk-produk mereka kini semakin mudah diakses oleh masyarakat melalui integrasi dengan ritel modern, yang memungkinkan konsumen mendapatkan beras berkualitas dengan standar harga yang tetap.
Secara makro, ketersediaan stok yang melimpah ini diharapkan menjadi jangkar stabilitas ekonomi daerah selama bulan Ramadan dan Idulfitri. Fluktuasi harga pangan sering kali menjadi penyumbang terbesar terhadap angka inflasi di Kalimantan Timur, yang jika tidak dikendalikan, akan menggerus daya beli masyarakat. Oleh karena itu, komitmen Bulog Samarinda untuk menjaga ketersediaan hingga pasca-Lebaran menjadi krusial. Adi Yanuar berulang kali menekankan pesan kepada publik agar tetap bijak dalam berbelanja. “Kami ingin masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa harus dipusingkan oleh urusan ketersediaan bahan pokok. Stok insyaallah tersedia dan melimpah, jadi warga tidak perlu khawatir atau membeli dalam jumlah yang berlebihan,” pungkasnya. Dengan dukungan logistik yang mumpuni dan pengawasan yang ketat, Kalimantan Timur siap menyambut hari besar keagamaan dengan ketahanan pangan yang tangguh dan harga yang terkendali.
Upaya berkelanjutan ini juga mencakup kesiapan Bulog dalam menghadapi skenario terburuk, seperti adanya gangguan distribusi akibat faktor eksternal. Perum Bulog telah menyiapkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dapat dikeluarkan sewaktu-waktu jika terjadi keadaan darurat atau lonjakan harga yang tidak wajar di pasar. Melalui berbagai saluran distribusi, mulai dari pasar murah, kemitraan dengan toko pangan kita (TPK), hingga penyaluran bantuan pangan, Bulog memastikan bahwa peran negara dalam menjaga kedaulatan pangan hadir secara nyata di tengah masyarakat Kalimantan Timur. Dengan demikian, stabilitas ekonomi makro di wilayah ini tetap terjaga, memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan ibadah di bulan yang penuh berkah.

















