Di tengah gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas) HIMPO 2026 yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 12 Februari 2026, HIMPUNAN Mitra Produsen Pupuk Organik Indonesia (HIMPO Indonesia) secara tegas mengumumkan komitmennya untuk memproduksi pupuk organik granul merek Petroganik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 7763:2024. Keputusan strategis ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin kualitas produk yang konsisten, tetapi juga merupakan wujud nyata upaya berkelanjutan dalam menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah, yang merupakan pilar utama ketahanan pangan nasional. Rakernas yang dihadiri oleh lebih dari seratus mitra produsen dari berbagai penjuru negeri ini menjadi saksi bisu penandatanganan ikrar bersama untuk memastikan setiap butir pupuk Petroganik yang dihasilkan memenuhi standar mutu tertinggi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Fondasi Kualitas: Komitmen HIMPO Indonesia terhadap SNI 7763:2024
Muhammad Parto, Ketua Umum HIMPO Indonesia, menegaskan bahwa standar mutu SNI 7763:2024 bukan sekadar label administratif yang harus dipenuhi, melainkan merupakan fondasi esensial yang menopang seluruh proses produksi pupuk organik yang dijalankan oleh para mitra HIMPO. Baginya, kepatuhan terhadap standar ini adalah manifestasi dari tanggung jawab moral yang mendalam terhadap jutaan petani yang mengandalkan pupuk untuk menopang kehidupan mereka, serta terhadap cita-cita ketahanan pangan nasional yang harus terus dijaga keberlangsungannya. Pernyataannya yang tegas, “Kami berkomitmen memproduksi pupuk organik dengan mutu terstandar. Jika tidak lolos uji kualitas, produk harus dimusnahkan. Ini menyangkut kepercayaan petani dan keberlanjutan pertanian,” menggarisbawahi keseriusan organisasi ini dalam menjaga integritas produk dan kepercayaan konsumen.
Standar SNI 7763:2018, yang menjadi acuan dalam standar mutu pupuk organik padat, secara spesifik menetapkan syarat mutu dan metode pengujian yang harus dipenuhi untuk pupuk organik padat yang digunakan dalam pertanian umum. Standar ini mencakup berbagai parameter krusial seperti kandungan bahan organik, kadar air, pH, serta ketiadaan zat berbahaya, yang semuanya berkontribusi pada efektivitas pupuk dalam meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Dengan mengadopsi SNI 7763:2024, HIMPO Indonesia menunjukkan langkah progresifnya dalam mengintegrasikan pembaruan dan penyempurnaan standar mutu yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian terkini.
Penguatan Sistem Pengawasan Mutu dan Dukungan Industri
Untuk memastikan komitmen ini tidak hanya sebatas pernyataan, HIMPO Indonesia secara proaktif mendorong setiap pabrik mitranya untuk dilengkapi dengan laboratorium mini. Fasilitas ini berfungsi sebagai garda terdepan dalam melakukan pengujian kualitas produk secara mandiri sebelum pupuk organik Petroganik dilepas ke pasar. Langkah pengawasan mutu yang ketat dan sistematis ini diharapkan mampu menjaga konsistensi kualitas produk, bahkan di tengah lonjakan permintaan pupuk organik di tingkat nasional. Dengan adanya laboratorium mini, setiap batch produksi dapat segera dianalisis kandungan nutrisinya, tingkat kelembabannya, serta potensi kontaminasi, sehingga hanya produk yang benar-benar memenuhi spesifikasi SNI yang dapat didistribusikan.
Dukungan terhadap penguatan sektor pupuk organik juga datang dari ranah industri yang lebih luas. Asep Saeful Muslim, SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT Pupuk Indonesia (Persero), mengidentifikasi tahun 2026 sebagai momentum krusial bagi pengembangan pupuk organik. Ia mengungkapkan bahwa alokasi pupuk organik bersubsidi untuk tahun ini telah mencapai angka fantastis, yaitu 642 ribu ton, yang berarti terjadi peningkatan signifikan sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan alokasi ini membuka lebar peluang bagi para produsen pupuk organik untuk tidak hanya memperluas jangkauan pasar mereka, tetapi juga untuk secara aktif mendorong adopsi praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan di kalangan petani.
Peran Strategis Pupuk Organik dalam Pertanian Berkelanjutan
Peningkatan alokasi pupuk organik bersubsidi, sebagaimana diungkapkan oleh Asep Saeful Muslim, mencerminkan kesadaran pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya akan peran vital pupuk organik dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan. “Dengan dukungan regulasi dan peningkatan alokasi, pupuk organik diharapkan semakin berperan dalam menjaga struktur dan kesuburan tanah,” ujar Asep, menekankan potensi pupuk organik dalam memperbaiki kualitas tanah dari waktu ke waktu. Pupuk organik, berbeda dengan pupuk anorganik, tidak hanya menyediakan nutrisi bagi tanaman, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan bahan organik tanah, yang esensial untuk retensi air, aerasi, dan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat. Hal ini secara kolektif meningkatkan kemampuan tanah untuk menopang pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Acara penting ini juga turut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares. Dalam sambutannya, Defrancisco menggarisbawahi peran strategis HIMPO Indonesia sebagai mitra pemerintah yang tak ternilai dalam upaya mendukung kemajuan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan di tingkat nasional. Ia mengapresiasi inisiatif HIMPO dalam mengadopsi dan mengimplementasikan standar mutu yang ketat, karena hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya saing sektor pertanian Indonesia secara keseluruhan.
Melalui komitmen kuatnya terhadap SNI 7763:2024, HIMPO Indonesia memiliki visi yang jelas: terciptanya standar kualitas pupuk organik yang seragam dan terpercaya di seluruh penjuru negeri. Organisasi ini meyakini bahwa kepastian mutu produk adalah kunci utama untuk membangun kembali dan memperkuat kepercayaan para petani terhadap produk-produk dalam negeri. Dengan demikian, HIMPO Indonesia tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas pupuk yang mereka hasilkan, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan, sebuah tujuan krusial bagi kedaulatan pangan bangsa.

















