Sebuah gestur politik yang sarat makna dan memicu analisis mendalam terkuak di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra pada Jumat (6/2) malam. Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dikabarkan telah mengirimkan karangan bunga papan sebagai ucapan selamat, sebuah tindakan yang segera menjadi sorotan utama dalam lanskap politik nasional. Pengiriman karangan bunga ini, yang secara eksplisit dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, menggarisbawahi dinamika hubungan antar-partai yang kompleks, terutama mengingat pernyataan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Dasco, yang sebelumnya mengaku belum menerima informasi resmi mengenai partisipasi langsung Megawati, meskipun banyak petinggi PDI-P lainnya telah menyampaikan ucapan selamat. Insiden ini, yang melibatkan tokoh-tokoh sentral dari dua partai politik terbesar di Indonesia, menawarkan jendela ke dalam komunikasi politik tingkat tinggi dan potensi sinyal rekonsiliasi atau penguatan hubungan di masa mendatang.
Menanggapi pertanyaan awak media mengenai kabar pengiriman karangan bunga dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Dasco, memberikan respons yang menunjukkan adanya komunikasi lintas partai, namun dengan nuansa yang berbeda. Dasco mengungkapkan bahwa memang benar sejumlah petinggi dari PDI Perjuangan telah menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra. Ucapan selamat ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mencakup berbagai bentuk, seperti disampaikan secara langsung maupun melalui pengiriman karangan bunga. Secara spesifik, Dasco menyebutkan nama-nama penting seperti Mbak Puan Maharani, yang merupakan Ketua DPR RI dan putri Megawati, serta sejumlah perwakilan dari teman-teman di DPR dan pengurus DPP PDI Perjuangan. Hal ini menunjukkan adanya saluran komunikasi yang aktif dan terjaga antara kedua partai di berbagai tingkatan kepengurusan, mencerminkan etika politik dalam merayakan momen penting partai lain.
Namun, ketika pertanyaan lebih lanjut diarahkan secara spesifik mengenai partisipasi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Dasco mengaku belum mendapatkan informasi valid. “Saya kalau untuk Bu Mega belum mendapatkan informasi,” ujarnya, menegaskan bahwa ia belum menerima kabar langsung atau resmi mengenai pengiriman karangan bunga dari Megawati pribadi. Pernyataan Dasco ini menciptakan sebuah ambiguitas awal yang menarik, mengingat posisi Megawati sebagai tokoh sentral PDI Perjuangan dan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan apakah ada jeda komunikasi internal, ataukah informasi tersebut memang sengaja disampaikan melalui saluran yang berbeda atau pada waktu yang terpisah, menambahkan lapisan intrik pada narasi politik yang sedang berkembang.
Konfirmasi Tegas dari PDI Perjuangan
Ambiguitas mengenai keterlibatan Megawati akhirnya terjawab dengan konfirmasi dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Hasto secara lugas menyatakan bahwa Megawati Soekarnoputri memang telah mengirimkan karangan bunga dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra. Penjelasan Hasto ini menjadi klarifikasi penting yang melengkapi pernyataan Dasco sebelumnya. Hasto menjelaskan bahwa instruksi pengiriman karangan bunga tersebut datang langsung dari Megawati melalui sambungan telepon. “Jadi pada hari ini tadi saya ditelepon oleh Ibu Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan dari beliau karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Partai Gerindra yang ke-18. Sehingga kami mengucapkan selamat ulang tahun buat Partai Gerindra,” kata Hasto saat ditemui usai acara peluncuran Soekarno Run di kompleks GBK, Senayan, Jakarta, pada Jumat (6/2) sore. Detail ini menunjukkan bahwa inisiatif tersebut berasal langsung dari pucuk pimpinan PDI Perjuangan, bukan sekadar ucapan selamat kolektif dari partai. Ini adalah bentuk penghormatan pribadi yang tinggi dari Megawati kepada Partai Gerindra.
Megawati secara khusus menginstruksikan pengiriman karangan bunga dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan untuk Gerindra. Menurut Hasto, bunga tersebut dikirim dalam bentuk papan ucapan, sebuah format yang lazim digunakan dalam acara-acara resmi dan penting. Peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra sendiri dirayakan di dua lokasi strategis: di Gedung DPR RI, yang melambangkan peran legislatif partai, dan di kediaman pribadi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara 4, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/2) malam. Kediaman Kertanegara 4 seringkali menjadi pusat konsolidasi dan pengambilan keputusan penting bagi Gerindra, sehingga pengiriman karangan bunga ke lokasi tersebut memiliki makna simbolis yang mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa ucapan selamat dari Megawati bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah pesan yang ditujukan langsung ke jantung kepemimpinan Gerindra, menegaskan pentingnya hubungan antar-partai di panggung politik nasional.
Simbol Persahabatan dan Dinamika Politik

















