Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Ramalan Zodiak Cinta Senin 26 Januari: Cancer Ramah, Scorpio Akur.

    Ramalan Zodiak Cinta Senin 26 Januari: Cancer Ramah, Scorpio Akur.

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Ramalan Zodiak Cinta Senin 26 Januari: Cancer Ramah, Scorpio Akur.

    Ramalan Zodiak Cinta Senin 26 Januari: Cancer Ramah, Scorpio Akur.

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Politics

Indonesia di Dewan Perdamaian AS: Akademisi UPR Ungkap Fakta

Huda Wijaya by Huda Wijaya
February 1, 2026
Reading Time: 3 mins read
0
Indonesia di Dewan Perdamaian AS: Akademisi UPR Ungkap Fakta

#image_title

Keputusan monumental pemerintah Indonesia untuk meresmikan keanggotaannya dalam sebuah forum internasional yang digagas oleh Amerika Serikat (AS), yang dikenal sebagai Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), telah memicu gelombang sorotan tajam dan analisis mendalam dari berbagai kalangan, terutama di lingkungan akademisi. Langkah strategis ini, yang diumumkan secara resmi pada 22 Januari 2026, dipertanyakan bukan hanya dari perspektif diplomasi semata, tetapi juga dikhawatirkan dapat berujung pada delegasi kedaulatan dan mengikis prinsip fundamental politik luar negeri Indonesia yang telah mengakar kuat: bebas aktif. Bagaimana Indonesia menavigasi perairan diplomasi global yang kompleks ini, dan apa implikasi jangka panjang dari keputusan bersejarah ini terhadap posisinya di pentas dunia? Pertanyaan-pertanyaan krusial ini menjadi inti dari diskusi yang berkembang pesat.

RELATED POSTS

DPR Sahkan 9 Pengawas Publik Ombudsman RI 2026-2031

DPR Tegaskan Kedudukan Polri Tetap Berada di Bawah Presiden

Adies Kadir Jadi Hakim MK, DPR Sebut Kekhawatiran Publik Wajar

Di tengah riuh rendahnya perdebatan publik, suara kritis datang dari Universitas Palangka Raya (UPR), khususnya dari Suherman, seorang akademisi yang mendalami Ekonomi Pembangunan. Ia secara tegas mengemukakan pandangannya bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian bentukan AS membawa risiko yang signifikan terhadap posisi tawar negara di kancah internasional. Menurut Suherman, identitas Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip Non-Blok, yang selama ini telah berhasil memposisikan diri sebagai “jembatan” perdamaian dan mediator dalam berbagai konflik global, kini terancam mengalami erosi. Prinsip kebebasan dan kemandirian dalam menentukan sikap politik luar negeri, yang telah menjadi tulang punggung diplomasi Indonesia sejak era kemerdekaan, berpotensi bergeser menjadi sekadar “ikut-aktif” dalam agenda yang dirancang, dibiayai, dan diarahkan oleh kepentingan satu kekuatan besar.

Implikasi Kedaulatan dan Prinsip Bebas Aktif

Suherman lebih lanjut menguraikan bahwa meskipun amanat Undang-Undang Dasar 1945 secara eksplisit mengamanatkan keterlibatan Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia, manifestasi dari peran tersebut seharusnya tidak mengarah pada pengikatan diri pada satu blok kekuatan dominan. Ia menekankan bahwa esensi dari perdamaian sejati terletak pada kemampuan sebuah negara untuk berdiri secara netral, mendapatkan kepercayaan dari semua pihak yang berkonflik, dan mampu menyuarakan pandangannya secara independen. Bergabung dalam sebuah forum yang didominasi oleh satu kekuatan besar seperti AS, menurutnya, bertentangan dengan filosofi netralitas dan kemandirian tersebut. Ia secara tegas menyatakan, “Saya pribadi tidak menolak peran Indonesia dalam perdamaian dunia. Karena itu sudah disebutkan dalam Undang-Undang Dasar, bahwa Indonesia terlibat dalam menjaga ketertiban dunia.” Namun, ia memberikan catatan penting mengenai bagaimana peran tersebut seharusnya diwujudkan, yaitu dengan tetap menjaga jarak dan kemandirian dari pengaruh dominan.

Kekhawatiran Suherman semakin menguat ketika menelisik rekam jejak Amerika Serikat dalam dinamika politik dan keamanan internasional. Sejarah menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri AS kerap kali diwarnai oleh kontroversi dan menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap stabilitas global. Dengan memasuki struktur yang secara inheren didominasi oleh Washington, Indonesia berisiko kehilangan independensinya dalam mengambil keputusan dan berpotensi terperangkap dalam pusaran kepentingan AS. Analisis Suherman ini secara implisit merujuk pada potensi Indonesia untuk kehilangan otonomi dalam merumuskan kebijakan luar negerinya sendiri, yang selama ini menjadi ciri khas diplomasi Indonesia.

Efektivitas Forum Internasional dan Potensi Menjadi Penonton

Lebih jauh, Suherman menyoroti efektivitas forum-forum internasional yang cenderung dikendalikan oleh negara-negara adidaya. Dengan merujuk pada pengalaman di sidang-sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana keputusan-keputusan strategis seringkali terbentur akibat penggunaan hak veto oleh negara-negara anggota tetap, ia mengkhawatirkan pola serupa akan terulang dalam Dewan Perdamaian yang baru ini. Jika skenario ini terjadi, Indonesia, meskipun menjadi anggota, dikhawatirkan hanya akan berperan sebagai penonton pasif atau “anak kemarin sore” yang turut serta dalam sebuah arena yang telah ditentukan oleh kepentingan negara lain, tanpa mampu memberikan dampak nyata atau mewujudkan tujuan perdamaian yang sesungguhnya. Ia menyimpulkan dengan tegas, “Imbasnya nanti kita hanya akan jadi penonton. Jadi, bermain ‘dewan-dewanan’ dengan AS rasanya adalah langkah yang keliru.” Pernyataan ini merupakan sebuah peringatan keras bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali arah kebijakan luar negeri agar tetap selaras dengan amanat konstitusi dan tidak terjebak dalam jebakan polarisasi kekuatan global yang dapat mengorbankan kedaulatan dan independensi bangsa.

Perlu dicatat bahwa daftar negara yang telah resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian (BoP) hingga saat ini mencakup 22 negara, di antaranya adalah Amerika Serikat sebagai pemrakarsa, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, Bahrain, Pakistan, Turki, Argentina, Vietnam, Kazakhstan, Mongolia, Uzbekistan, Azerbaijan, Armenia, Belarus, Maroko, Kosovo, dan Paraguay. Dengan bergabungnya Indonesia pada 22 Januari 2026, peta aliansi dan dinamika diplomasi global berpotensi mengalami pergeseran signifikan. Keputusan ini menuntut kajian mendalam mengenai hak dan kewajiban Indonesia sebagai anggota, serta jaminan prinsip kesetaraan dalam forum tersebut, sebagaimana yang dipertanyakan oleh berbagai pihak, termasuk akademisi seperti Dino Patti Djalal yang mengajukan setidaknya sembilan butir pertanyaan krusial kepada pihak terkait mengenai implikasi keanggotaan ini.

Tags: Bebas AktifIndonesia Dewan PerdamaianKedaulatan IndonesiaPolitik Luar Negeri Indonesia
ShareTweetPin
Huda Wijaya

Huda Wijaya

Related Posts

DPR Sahkan 9 Pengawas Publik Ombudsman RI 2026-2031
Politics

DPR Sahkan 9 Pengawas Publik Ombudsman RI 2026-2031

February 1, 2026
DPR Tegaskan Kedudukan Polri Tetap Berada di Bawah Presiden
Politics

DPR Tegaskan Kedudukan Polri Tetap Berada di Bawah Presiden

February 1, 2026
Adies Kadir Jadi Hakim MK, DPR Sebut Kekhawatiran Publik Wajar
Politics

Adies Kadir Jadi Hakim MK, DPR Sebut Kekhawatiran Publik Wajar

January 31, 2026
Prabowo Gantikan Thomas Djiwandono di Kemenkeu? DPR Tunggu Kabar
Politics

Prabowo Gantikan Thomas Djiwandono di Kemenkeu? DPR Tunggu Kabar

January 31, 2026
PBB Kecam Keras Kapal Induk AS ke Iran: Picu Ketegangan
Politics

PBB Kecam Keras Kapal Induk AS ke Iran: Picu Ketegangan

January 31, 2026
Amnesty: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Jadi Tamparan Keras HAM
Politics

Amnesty: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Jadi Tamparan Keras HAM

January 31, 2026
Next Post
Kejutan Grammy 2026: Harry Styles Pembaca Nominasi!

Kejutan Grammy 2026: Harry Styles Pembaca Nominasi!

KPK Geledah Rumah Ketua PBSI Kota Madiun Terkait Kasus Maidi

KPK Geledah Rumah Ketua PBSI Kota Madiun Terkait Kasus Maidi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Wanita Tergelincir Gunung Abang, Evakuasi Tunda Cuaca Buruk

Wanita Tergelincir Gunung Abang, Evakuasi Tunda Cuaca Buruk

January 30, 2026
Polda Metro Jaya Minta Maaf ke Pedagang Es Gabus Kemayoran

Polda Metro Jaya Minta Maaf ke Pedagang Es Gabus Kemayoran

February 1, 2026
Dewangga Pilu, Rekan Sekamar Persib Kini Bela Persik Kediri

Dewangga Pilu, Rekan Sekamar Persib Kini Bela Persik Kediri

January 19, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!
  • SMAS Luncurkan Unit-Linked Syariah Pertama: Peluang Investasi Baru
  • Ahok ungkap negosiasi bisnis minyak kerap dilakukan di lapangan golf

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026