Suasana Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis sore (5/2/2026) diselimuti ketegangan dan antisipasi tinggi. Di tengah desas-desus yang beredar luas dan sinyal resmi dari otoritas negara, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, tiba di jantung pemerintahan Indonesia. Kedatangannya, sekitar pukul 15.15 hingga 15.20 WIB, bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah peristiwa krusial yang diyakini kuat menjadi penanda pelantikannya sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) oleh Presiden Prabowo Subianto. Posisi strategis ini sebelumnya dipegang oleh Thomas Djiwandono, yang kini telah berpindah tugas. Dengan mengenakan setelan jas hitam elegan, dasi biru yang serasi, dan kopiah hitam, Juda Agung, didampingi keluarganya, langsung melangkah masuk ke dalam Istana, memilih bungkam seribu bahasa di hadapan kerumunan wartawan yang telah menanti dengan penasaran, menambah misteri di balik momen penting ini.
Pantauan ketat dari berbagai media, termasuk detikcom, ANTARA, dan Liputan6.com, mengonfirmasi detail kedatangan Juda Agung yang presisi. Pada pukul 15.15 WIB menurut detikcom, pukul 15.17 WIB menurut ANTARA, dan sekitar 15.20 WIB menurut Liputan6.com, sosok yang selama ini dikenal di kancah perbankan sentral itu muncul di gerbang Istana. Penampilannya yang rapi dan formal, dengan setelan jas hitam, dasi biru, serta peci atau songkok hitam, memancarkan aura keseriusan dan profesionalisme yang khas bagi pejabat negara. Kedatangannya yang didampingi oleh anggota keluarga memberikan dimensi personal pada momen publik yang sarat spekulasi ini. Namun, di balik formalitas tersebut, terdapat sebuah keheningan yang disengaja. Juda Agung memilih untuk tidak memberikan sepatah kata pun kepada awak media yang berjejer panjang, menanti pernyataan atau konfirmasi mengenai maksud kedatangannya. Sikap bungkam ini, seperti yang dilaporkan oleh Liputan6.com, justru semakin menguatkan dugaan publik akan adanya pelantikan penting yang akan segera berlangsung di dalam dinding Istana, yang juga sejalan dengan kabar adanya pelantikan sejumlah pejabat negara pada hari itu.
Sinyal Resmi dan Teka-teki Pelantikan Wakil Menteri Keuangan
Kabar mengenai pelantikan Wakil Menteri Keuangan ini bukanlah desas-desus belaka, melainkan telah disinyalir secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, atau yang akrab disapa Pras. Sebelumnya, Pras telah memberikan indikasi kuat mengenai adanya upacara pelantikan wakil menteri keuangan yang akan diselenggarakan di Istana Negara pada Kamis sore tersebut. Posisi yang akan diisi ini menjadi sangat vital dalam struktur pemerintahan, mengingat perannya dalam membantu Menteri Keuangan mengelola fiskal negara yang kompleks, mengoordinasikan kebijakan, dan mewakili Indonesia di berbagai forum ekonomi internasional. Thomas Djiwandono, yang sebelumnya menjabat di posisi ini, kini telah mengemban tugas baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, meninggalkan kekosongan yang perlu segera diisi untuk memastikan kesinambungan kinerja Kementerian Keuangan dan stabilitas ekonomi nasional.
Meskipun sinyal pelantikan telah diberikan, Prasetyo Hadi tetap menjaga kerahasiaan nama calon yang akan dilantik, sesuai dengan etika dan protokol Istana. Dalam pernyataannya, Pras belum bersedia mengumumkan secara gamblang siapa sosok yang menjadi pilihan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi jabatan Wakil Menteri Keuangan. “Nanti akan diumumkan pada waktunya,” tutur Pras, menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Juda Agung dilantik sebagai Wamenkeu pada hari yang sama. Pernyataan ini, meski singkat, menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Presiden dan akan diumumkan pada waktu yang tepat, setelah semua prosedur dan persiapan telah rampung. Namun, di tengah kerahasiaan resmi tersebut, keyakinan publik dan kalangan jurnalis terhadap Juda Agung sebagai kandidat terkuat semakin mengental. Reputasinya sebagai mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia dengan rekam jejak yang mumpuni diyakini menjadi faktor penentu dalam pemilihan ini, menjadikannya sosok yang paling logis untuk mengisi posisi strategis di Kementerian Keuangan, mengingat pengalamannya yang luas di bidang ekonomi makro dan keuangan.
Perputaran Kursi Strategis: Thomas Djiwandono dan Juda Agung

















