- Zulkifli Hasan: Menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, posisi vital yang mengurusi kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.
- Yandri Susanto: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, fokus pada pemerataan pembangunan dari pinggiran.
- Sakti Wahyu Trenggono: Menteri Kelautan dan Perikanan, mengelola potensi maritim Indonesia yang sangat luas.
- Dudy Purwagandhi: Menteri Perhubungan, bertanggung jawab atas konektivitas logistik dan transportasi nasional.
- Budi Santoso: Menteri Perdagangan, menjaga stabilitas harga dan arus perdagangan internasional.
- Hanif Faisol Nurofiq: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengawal isu perubahan iklim dan kelestarian alam.
- Viva Yoga Mauladi: Wakil Menteri Transmigrasi, fokus pada redistribusi penduduk dan pengembangan kawasan baru.
- Bima Arya Sugiarto: Wakil Menteri Dalam Negeri, mengurusi tata kelola pemerintahan daerah dan birokrasi.
- Zita Anjani: Utusan Khusus Presiden, menjalankan tugas-tugas spesifik sesuai arahan langsung kepala negara.
Dominasi kader PAN di kabinet ini menciptakan sebuah narasi tentang kesiapan partai dalam mengelola negara. Eddy Soeparno menegaskan bahwa kinerja para menteri dan wakil menteri ini akan menjadi etalase bagi masyarakat untuk menilai kelayakan PAN dalam memimpin di tingkat yang lebih tinggi pada 2029. Setiap keberhasilan yang dicapai oleh para menteri ini diibaratkan sebagai tekstur yang memperkaya citra partai, memberikan kedalaman dan karakter pada profil politik PAN di mata publik. Dengan performa kabinet yang solid, PAN optimis bahwa jalan menuju duet Prabowo-Zulhas akan semakin terbuka lebar dan mendapatkan legitimasi yang kuat dari rakyat.
Meskipun demikian, PAN tetap menunjukkan sikap politik yang matang dengan menyatakan bahwa mereka masih terbuka untuk melihat berbagai opsi dan dinamika yang berkembang. Eddy menyadari bahwa politik adalah seni kemungkinan yang terus berubah seiring waktu. Oleh karena itu, pertimbangan mengenai kualitas calon dan kecocokan elektoral tetap menjadi prioritas utama sebelum keputusan final diambil. PAN berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja kader-kadernya dan memantau aspirasi publik secara cermat. Visi mereka adalah menciptakan sebuah kepemimpinan yang tidak hanya estetik secara politik, tetapi juga fungsional dan mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan global yang semakin kompleks di masa depan.
Sebagai penutup, Eddy Soeparno menekankan bahwa fokus utama PAN saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan sukses dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia. Keberhasilan periode pertama ini adalah syarat mutlak bagi terwujudnya rencana besar di tahun 2029. Dengan loyalitas yang telah teruji selama tiga edisi pilpres, PAN yakin bahwa kemitraan mereka dengan Prabowo Subianto akan terus berlanjut dalam harmoni yang produktif, membawa Indonesia menuju era keemasan dengan kepemimpinan yang kuat, berpengalaman, dan visioner.

















