Dalam sebuah langkah strategis yang menandai komitmen serius terhadap revitalisasi politik, Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan secara resmi membuka pintu lebar bagi para aktivis, generasi milenial, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif dalam kancah politik dengan menjunjung tinggi etika kesantunan. Deklarasi ini, yang disampaikan langsung oleh Ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad, di Makassar pada hari Selasa, bukan sekadar ajakan biasa, melainkan sebuah seruan mendalam untuk bersama-sama mengembalikan muruah atau martabat partai politik yang dinilai semakin tergerus di mata publik. Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk fondasi yang kokoh menjelang verifikasi partai politik pada tahun 2026 dan mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi dinamika Pemilihan Umum (Pemilu) 2029, dengan fokus pada rekrutmen kader yang berkualitas dan berintegritas tinggi.
“Kami sangat terbuka. Silakan mendaftar dan menjadi bagian dari perjuangan ini. Ini adalah upaya kolektif demi mengembalikan muruah partai politik yang nilainya kian terkikis dalam persepsi masyarakat,” tegas Azhar Arsyad, yang juga merupakan Anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024. Penilaian Azhar mencerminkan sebuah keprihatinan mendalam bahwa esensi partai politik saat ini cenderung bergeser dari nilai-nilai fundamental perjuangan untuk kesejahteraan rakyat. Fenomena ini, menurut pengamat politik, dapat memicu apatisme publik dan melemahkan partisipasi demokratis. Oleh karena itu, PKB Sulsel, dengan rekam jejaknya yang konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, secara proaktif mengundang berbagai kalangan untuk bergabung dan menjadi agen perubahan signifikan dalam Pemilu 2029. Langkah ini juga dilihat sebagai strategi vital untuk menyasar pemilih muda dan milenial, guna mencegah erosi basis suara oleh partai-partai lain yang mungkin memanfaatkan populisme, seperti yang diungkapkan oleh beberapa analisis politik.
Membangun Fondasi Kuat: Penguatan Struktur dan Rekrutmen Proaktif
Menyadari pentingnya struktur organisasi yang solid, PKB Sulsel saat ini tengah gencar melakukan penguatan dan penataan menyeluruh di seluruh tingkatan kepengurusan. Upaya ini mencakup Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 24 kabupaten/kota yang tersebar di Sulawesi Selatan, serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang beroperasi di tingkat kecamatan. Penguatan struktur ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah persiapan fundamental dan strategis menuju proses verifikasi partai politik yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Verifikasi ini krusial karena menjadi penentu kelayakan sebuah partai untuk berpartisipasi dalam Pemilu berikutnya, termasuk Pemilu 2029. Azhar Arsyad menekankan bahwa partai berbasis kader tidak bisa lagi hanya mengandalkan “ritual politik” tahunan, melainkan harus berpikir dalam siklus lima tahunan yang membutuhkan rekrutmen dan penguatan terus-menerus. Jika tidak, partai akan mengalami kesulitan besar dalam pemilu berikutnya.
Sebagai bagian integral dari strategi penguatan ini, PKB Sulsel juga akan segera membuka proses rekrutmen bakal calon Ketua DPC di tingkat kabupaten/kota. Untuk memastikan proses penjaringan berjalan transparan, objektif, dan profesional, sebuah tim khusus yang diberi nama Tim 5 telah dibentuk. Tim ini memiliki mandat untuk melaksanakan penjaringan di beberapa zona geografis yang telah ditentukan, sekaligus melakukan konsolidasi internal partai. Tugas utama Tim 5 adalah memetakan dan mengidentifikasi bakal calon ketua melalui serangkaian indikator komprehensif. Indikator-indikator ini mencakup uji kompetensi dan kepatutan (UKK) yang ketat, serta psikotes

















