Dalam sebuah langkah politik yang strategis dan berbuah manis, Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, berhasil mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin terkuat dalam beberapa tahun terakhir melalui kemenangan telak pada pemilihan parlemen yang diselenggarakan pada Minggu, 8 Februari 2026. Kemenangan gemilang ini, yang melihat koalisi Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinannya bersama Japan Innovation Party (JIP) mengamankan dominasi mutlak dengan total 352 kursi dari 465 kursi di Majelis Rendah parlemen Jepang, bukan hanya sekadar pergeseran kekuasaan, melainkan sebuah deklarasi tegas tentang arah masa depan Jepang. Hasil pemilu sela ini, yang dipicu oleh pembubaran majelis rendah parlemen oleh Takaichi pada 23 Januari 2026, segera memicu respons euforia di pasar keuangan, meredam gejolak yang sebelumnya dipicu oleh ketidakpastian fiskal dan memberikan sinyal kuat akan stabilitas politik dan kejelasan kebijakan yang sangat dinantikan oleh investor global.
Kemenangan telak Takaichi dan koalisinya ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh pasar Jepang, yang dengan cepat menerjemahkan hasil pemilu menjadi sentimen positif. Sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg pada Selasa, 10 Februari, indeks saham Jepang, Nikkei 225, melonjak ke rekor tertinggi baru pada Senin, 9 Februari. Lonjakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Jepang di bawah kepemimpinan Takaichi yang diperkuat. Lebih lanjut, mata uang yen Jepang, yang sebelumnya sempat melemah hingga mendekati titik terendah dalam dua pekan menjelang pemilu, dan obligasi pemerintah Jepang terpantau jauh lebih tenang dibandingkan kekhawatiran banyak pihak. Volatilitas yang sempat melanda pasar selama berminggu-minggu, didorong oleh kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal negara dan potensi pengeluaran besar-besaran, kini mereda, digantikan oleh harapan akan kebijakan yang lebih terukur dan bertanggung jawab.
Mandat Kuat untuk Reformasi dan Stabilitas Fiskal
Respons positif dari kalangan investor secara eksplisit menunjukkan kesediaan mereka untuk memberikan kesempatan kepada Perdana Menteri Takaichi dan Partai Demokrat Liberal. Para pelaku pasar bertaruh bahwa mayoritas super yang berhasil diraih oleh koalisi ini akan membuka jalan bagi kejelasan kebijakan yang lebih besar dan secara signifikan mengurangi risiko skenario fiskal terburuk yang sebelumnya menjadi bayangan. Frederic Neumann, Kepala Ekonom Asia di HSBC Holdings Plc, dengan tegas menyatakan bahwa “kemenangan besar LDP dalam pemilu akan memberikan dorongan signifikan bagi pasar saham.” Neumann juga menggarisbawahi pentingnya mandat Takaichi yang diperkuat, yang akan memungkinkannya untuk mengejar reformasi struktural yang krusial. Reformasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan dan, pada gilirannya, mendongkrak keuntungan perusahaan, menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh.
Lebih dari sekadar reformasi ekonomi, Neumann juga menekankan aspek stabilitas fiskal. “Yang terpenting, mayoritas pemerintah yang besar juga harus memastikan bahwa pengeluaran fiskal tetap lebih terkendali, sehingga mengurangi risiko gejolak pasar obligasi,” ujarnya. Pandangan ini diamini oleh kalangan investor yang melihat hasil pemilu bukan sebagai pemicu pengeluaran besar-besaran secara langsung, melainkan sebagai upaya untuk mengurangi “kebisingan politik” dan menciptakan lingkungan yang lebih prediktif. Imbal hasil obligasi Jepang jangka panjang, yang sempat melonjak di awal, dengan cepat turun kembali, meredakan kekhawatiran akan aksi jual besar-besaran yang sempat memicu penurunan tajam di pasar obligasi pada awal tahun. Stabilitas ini menandakan kepercayaan pasar terhadap kemampuan pemerintah baru untuk mengelola keuangan negara dengan bijak.
Selain pasar obligasi, mata uang yen juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Yen menguat hingga 0,6 persen, mencapai 156,22 terhadap dolar AS, menjauh dari zona 160 per dolar yang sebelumnya sempat mendorong otoritas Jepang untuk melakukan intervensi di pasar. Pada saat itu, kedua mata uang diperdagangkan sekitar 156,50, menunjukkan pemulihan kepercayaan terhadap mata uang nasional Jepang. Jaminan dari para pembuat kebijakan juga turut menstabilkan sentimen. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, secara eksplisit menekankan bahwa pemotongan pajak konsumsi yang diusulkan akan dibatasi hanya untuk dua tahun dan hanya berlaku untuk makanan, serta yang terpenting, tidak akan didanai melalui penerbitan utang tambahan. Sementara itu, Perdana Menteri Takaichi sendiri berulang kali menegaskan komitmennya untuk menjalankan kebijakan fiskal yang bertanggung jawab namun tetap proaktif, sebuah kombinasi yang sangat diapresiasi oleh pasar.
Optimisme Investor dan Sektor Unggulan
Para analis pasar dan ekonom menyoroti bahwa kemenangan telak LDP tidak memberikan kebebasan mutlak bagi Takaichi untuk menghamburkan uang begitu saja. Sree Kochugovindan, Ekonom Riset Senior di Aberdeen Investments, menegaskan bahwa “LDP secara historis konservatif secara fiskal dan Takaichi sangat memperhatikan investor obligasi.” Pernyataan ini diperkuat oleh Kazuhiro Sasaki, Kepala Riset di Phillip Securities Japan Ltd., yang menyatakan bahwa kegagalan partai oposisi untuk memperoleh kemajuan berarti dalam pemilu secara praktis mengesampingkan kemungkinan pemotongan pajak konsumsi permanen. “Dan itu menjadi kabar baik bagi pasar obligasi dan mendukung yen,” tambah Sasaki, menggarisbawahi bagaimana hasil pemilu telah menghilangkan salah satu ketidakpastian fiskal terbesar.
Kepercayaan investor terhadap stabilitas politik yang lebih besar pasca-pemilu segera tercermin dalam proyeksi pasar. Pasca pemilu, para ahli strategi di JPMorgan Chase & Co. dengan cepat menaikkan target akhir tahun mereka untuk Indeks Saham Nikkei 225 menjadi 61.000, mengutip ekspektasi stabilitas politik yang lebih kokoh. Ukuran indeks tersebut sendiri telah menambah sebanyak 5,7 persen menjadi 57.337 di Tokyo, menunjukkan momentum positif yang kuat. Analis juga memperkirakan bahwa sektor-sektor tertentu akan mendapatkan dorongan lebih lanjut dari rencana pengeluaran Takaichi. Sektor pertahanan, misalnya, diperkirakan akan diuntungkan dari peningkatan anggaran pertahanan yang menjadi salah satu prioritas Takaichi, terutama dalam konteks memperkuat aliansi Jepang-Amerika Serikat. Demikian pula, sektor semikonduktor, yang vital bagi ekonomi modern, juga diproyeksikan akan menerima dukungan signifikan.
Amir Anvarzadeh, ahli strategis di Asymmetric Advisor, menambahkan perspektif penting lainnya. “Dari sudut pandang pasar saham, kemenangan telak LPD sangat diinginkan karena menghilangkan sebagian besar ketidakpastian politik yang telah menghantui partai penguasa sejak pembunuhan mantan PM Jepang Shinzo Abe,” katanya. Abe, yang merupakan mentor politik Takaichi, meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang sempat memicu gejolak. Kemenangan Takaichi kini dianggap sebagai penutup babak ketidakpastian tersebut, memberikan fondasi yang lebih stabil bagi pemerintahan dan pasar.
Tantangan dan Agenda Kebijakan Masa Depan
Meskipun euforia pasar, para pelaku perdagangan sangat menyadari bahwa ruang gerak Jepang dalam kebijakan fiskal dan moneter telah menyempit. Pasar obligasi dan mata uang akan merespons dengan cepat dan sensitif jika rencana pengeluaran mulai terlihat tidak didanai dengan baik atau jika tekanan inflasi kembali meningkat. Oleh karena itu, langkah-langkah kebijakan yang akan diambil Takaichi dalam beberapa bulan mendatang akan menjadi perhatian utama.

















