Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Usai Libur Lebaran 2026: Mengelola Transisi Rutinitas dan Harapan Baru di Dunia Kerja

    Usai Libur Lebaran 2026: Mengelola Transisi Rutinitas dan Harapan Baru di Dunia Kerja

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Usai Libur Lebaran 2026: Mengelola Transisi Rutinitas dan Harapan Baru di Dunia Kerja

    Usai Libur Lebaran 2026: Mengelola Transisi Rutinitas dan Harapan Baru di Dunia Kerja

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Politics

Terungkap: Rencana Kesepakatan Donald Trump untuk Greenland

Oki Wijaya by Oki Wijaya
January 29, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Terungkap: Rencana Kesepakatan Donald Trump untuk Greenland

#image_title

RELATED POSTS

Guru Besar UI Wanti-wanti Prabowo: Jangan Buru-buru ke Teheran!

Iran Tegas: Khamenei Hidup, AS Gagal Ganti Rezim

Prabowo Rapat Menteri Kertanegara Langsung Usai Tiba di RI

Dalam lanskap geopolitik yang terus bergeser, wacana mengenai masa depan Greenland sempat memicu perdebatan sengit di kancah internasional, terutama setelah munculnya gagasan kontroversial dari mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengakuisisi wilayah otonom Denmark tersebut. Salah satu model akuisisi yang sempat dipertimbangkan, dan menjadi preseden historis yang menarik, adalah status pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantánamo, Kuba. Wilayah ini telah berada di bawah kendali penuh Amerika Serikat sejak tahun 1903 melalui sebuah perjanjian sewa permanen yang unik dan seringkali menjadi subjek perselisihan. Perjanjian tersebut, yang ditandatangani setelah Perang Spanyol-Amerika, memberikan AS hak yurisdiksi dan kendali penuh atas area tersebut, meskipun Kuba mempertahankan kedaulatan nominal. Model Guantánamo, dengan karakteristik kendali jangka panjang tanpa transfer kedaulatan penuh, mungkin dilihat sebagai cetak biru potensial untuk mengamankan kepentingan strategis AS di Greenland tanpa sepenuhnya mengintegrasikan wilayah tersebut sebagai negara bagian. Namun, kompleksitas hukum internasional, perbedaan konteks sejarah dan politik antara Kuba dan Denmark, serta status otonomi Greenland sendiri, membuat perbandingan ini sangat problematis. Ketidakjelasan mengenai opsi-opsi semacam inilah yang kemungkinan besar mendasari perubahan sikap Presiden Trump di forum ekonomi global Davos, di mana ia secara mengejutkan membatalkan ancaman penggunaan militer untuk mencaplok Greenland. Keputusan ini, yang secara implisit mengisyaratkan adanya pendekatan diplomatik atau kerangka kerja yang berbeda, disambut dengan kelegaan yang mendalam oleh para sekutu NATO-nya, yang sebelumnya sangat prihatin dengan potensi destabilisasi dan pelanggaran norma internasional.

Kekhawatiran para sekutu NATO bukanlah tanpa dasar. Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) didirikan pada tahun 1949 di atas prinsip fundamental Pasal 5, yang menyatakan bahwa serangan bersenjata terhadap satu atau lebih anggotanya di Eropa atau Amerika Utara akan dianggap sebagai serangan terhadap semua. Prinsip pertahanan kolektif ini adalah landasan aliansi trans-Atlantik yang telah menjaga stabilitas global selama lebih dari tujuh dekade. Dalam konteks ini, ancaman penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat, sebagai anggota kunci NATO, terhadap Greenland—wilayah yang secara konstitusional merupakan bagian dari Kerajaan Denmark, sesama anggota NATO—akan menjadi pelanggaran serius terhadap Pasal 5. Denmark sendiri telah menegaskan dengan sangat gamblang bahwa tindakan militer oleh satu sekutu terhadap sekutu lainnya akan secara efektif mengakhiri aliansi trans-Atlantik tersebut, yang mana Amerika Serikat adalah mitra utamanya dan tulang punggung pertahanannya. Pernyataan tegas dari Kopenhagen ini menyoroti betapa seriusnya implikasi dari gagasan akuisisi paksa tersebut, tidak hanya bagi hubungan bilateral AS-Denmark, tetapi juga bagi kohesi dan kredibilitas seluruh aliansi NATO. Skenario seperti itu akan menciptakan preseden yang berbahaya, merusak kepercayaan di antara anggota, dan berpotensi memicu keruntuhan tatanan keamanan global yang telah dibangun dengan susah payah.

Di tengah ketegangan diplomatik ini, pengumuman tentang adanya “kerangka kerja” oleh Presiden Trump, yang muncul setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, memicu gelombang kekhawatiran yang signifikan di Greenland. Masyarakat dan pemerintah otonom Greenland merasa bahwa masa depan mereka sedang dinegosiasikan tanpa kehadiran atau persetujuan mereka, sebuah pelanggaran terhadap hak-hak otonomi dan penentuan nasib sendiri. Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt, pada saat itu, dengan tegas menyatakan bahwa pemerintahnya sama sekali tidak meminta Rutte untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat atas nama mereka. Sebaliknya, tujuan utama dari komunikasi dengan Rutte adalah untuk memastikan bahwa “garis merah” Greenland disampaikan secara langsung dan tidak ambigu kepada Presiden Trump. Garis merah ini mencakup penolakan tegas terhadap segala bentuk akuisisi paksa atau negosiasi tanpa partisipasi penuh dari pemerintah Greenland. Hingga saat ini, Perdana Menteri Rutte belum secara eksplisit mengkonfirmasi isi pembicaraannya dengan Trump mengenai Greenland, dan sikapnya yang kerap memuji Presiden Trump justru menuai kritik tajam. Kritikus berpendapat bahwa Rutte, dengan kehati-hatian diplomatiknya, mungkin telah gagal untuk secara efektif mewakili kepentingan Greenland atau bahkan membela prinsip-prinsip kedaulatan dan otonomi di hadapan pemimpin AS, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang peran Belanda dalam dinamika geopolitik yang sensitif ini.

Mengapa Trump menginginkan Greenland? Apakah karena mineralnya?

Motivasi di balik ketertarikan Presiden Trump terhadap Greenland tampaknya bersifat ganda, mencakup pertimbangan strategis keamanan dan potensi kekayaan sumber daya alam. Dari perspektif pertahanan, Presiden Trump menyatakan bahwa Greenland merupakan bagian integral dari rencananya untuk membangun sistem pertahanan rudal canggih yang ia sejuluki “Golden Dome.” Sistem ini, yang namanya merujuk pada sistem pertahanan rudal Israel yang terkenal, dirancang untuk melindungi Amerika Serikat dari potensi serangan rudal balistik dari kekuatan rival seperti Rusia dan China. Lokasi geografis Greenland yang strategis di Samudra Arktik, dengan kedekatannya dengan rute penerbangan rudal antarbenua dan potensi sebagai lokasi penempatan radar peringatan dini, menjadikannya aset tak ternilai bagi arsitektur pertahanan rudal. Dari Greenland, sistem radar dan interceptor dapat memberikan waktu peringatan yang lebih panjang dan jangkauan intersepsi yang lebih efektif terhadap ancaman yang datang dari Lingkar Arktik. Trump juga menyiratkan bahwa sekutu-sekutu Eropa dapat berpartisipasi dan bekerja sama dalam upaya pertahanan kolektif ini, yang akan memperkuat keamanan trans-Atlantik secara keseluruhan. Visi ini menempatkan Greenland bukan hanya sebagai properti, melainkan sebagai pilar krusial dalam strategi pertahanan nasional Amerika Serikat di era persaingan kekuatan besar yang semakin intens.

Namun, di sisi lain, Greenland juga menyimpan cadangan mineral langka yang sangat besar dan sebagian besar belum dimanfaatkan, yang menjadi daya tarik ekonomi dan strategis yang tak kalah penting. Mineral-mineral ini, yang dikenal sebagai unsur tanah jarang (rare earth elements), sangat krusial bagi berbagai teknologi modern yang membentuk tulang punggung ekonomi digital dan transisi energi global. Mereka adalah komponen esensial dalam produksi ponsel genggam, kendaraan listrik, turbin angin, peralatan militer canggih, dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Unsur-unsur seperti neodymium, praseodymium, dysprosium, dan terbium, yang diyakini melimpah di Greenland, sangat vital untuk pembuatan magnet super kuat yang digunakan dalam motor listrik dan generator. Saat ini, China mendominasi pasokan global unsur tanah jarang, menciptakan kerentanan rantai pasokan bagi negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Dengan mengendalikan akses ke cadangan mineral Greenland, AS dapat mengurangi ketergantungannya pada China dan mengamankan pasokan untuk industri teknologi dan pertahanannya. Meskipun Presiden Trump tidak secara eksplisit menyatakan bahwa Amerika Serikat mengincar kekayaan mineral Greenland sebagai satu-satunya motif, ia menegaskan bahwa kendali AS atas pulau tersebut “menempatkan semua pihak dalam posisi yang sangat baik, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan mineral.” Pernyataan ini secara jelas menggarisbawahi motif ganda yang mendorong ketertarikan AS: kebutuhan akan keamanan strategis yang diperkuat oleh lokasi geografis Greenland, dan keinginan untuk mengamankan akses terhadap sumber daya mineral kritis yang vital bagi masa depan teknologi dan ekonomi global.

  • Negara mana yang mungkin menjadi sasaran Trump setelah Venezuela?
  • Persaingan China dan negara-negara Barat meraih kekayaan unsur tanah jarang di dalam perut Greenland
  • Mengapa Donald Trump ingin beli Greenland?
  • Lautan es di Greenland meleleh secara tidak lazim, peneliti peringatkan dampaknya ke dunia
  • PM Denmark “kesal” Trump batalkan lawatan ke Denmark karena keinginan membeli Greenland ditolak
  • Ukraina simpan kekayaan unsur tanah jarang – Mengapa Trump sangat menginginkannya?
Tags: Akuisisi GreenlandDonald TrumpGeopolitikGreenlandTeluk Guantanamo
ShareTweetPin
Oki Wijaya

Oki Wijaya

Related Posts

Guru Besar UI Wanti-wanti Prabowo: Jangan Buru-buru ke Teheran!
Politics

Guru Besar UI Wanti-wanti Prabowo: Jangan Buru-buru ke Teheran!

March 18, 2026
Iran Tegas: Khamenei Hidup, AS Gagal Ganti Rezim
Politics

Iran Tegas: Khamenei Hidup, AS Gagal Ganti Rezim

March 17, 2026
Prabowo Rapat Menteri Kertanegara Langsung Usai Tiba di RI
Politics

Prabowo Rapat Menteri Kertanegara Langsung Usai Tiba di RI

March 16, 2026
Arsip Pemilu Gorontalo Kini Digital, Akses Mudah & Aman
Politics

Arsip Pemilu Gorontalo Kini Digital, Akses Mudah & Aman

March 14, 2026
MK Didesak: Keluarga Presiden Dilarang Ikut Pilpres!
Politics

MK Didesak: Keluarga Presiden Dilarang Ikut Pilpres!

March 14, 2026
Zulhas Instruksikan Fraksi PAN Satu Suara Patuhi Keputusan DPP
Politics

Zulhas Instruksikan Fraksi PAN Satu Suara Patuhi Keputusan DPP

March 14, 2026
Next Post
Lula Lahfah: Dari Penyanyi ke Aktris, Intip Kisahnya!

Lula Lahfah: Dari Penyanyi ke Aktris, Intip Kisahnya!

Jojo Ungkap Rahasia Alwi Juara Indonesia Masters 2026

Jojo Ungkap Rahasia Alwi Juara Indonesia Masters 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Wajib Tahu! Jam Buka Restoran Tangerang Berubah Saat Ramadan

Wajib Tahu! Jam Buka Restoran Tangerang Berubah Saat Ramadan

March 2, 2026
Ono Surono Tetap Tenang di Cirebon: Menjawab Isu Penggeledahan KPK dengan Sikap Terukur

Ono Surono Tetap Tenang di Cirebon: Menjawab Isu Penggeledahan KPK dengan Sikap Terukur

April 3, 2026
Suami Bela Istri dari Jambret Sleman: Berakhir Saling Memaafkan

Suami Bela Istri dari Jambret Sleman: Berakhir Saling Memaafkan

January 30, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Budaya Kerja ASN: Mendagri Resmi Atur WFH bagi Pemda Mulai April 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Utamakan Negosiasi, Bukan Perang dengan Iran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Mengulik Fakta Kasus Inara Rusli dan Virgoun: Drama Hukum yang Menyita Perhatian Publik
  • Kasus Dugaan Perzinahan di Madiun: IMW Bantah Laporan Mantan Suami di Polda Jatim
  • Guncangan di Pentagon: Menhan AS Pecat Kepala Staf Angkatan Darat dan 2 Jenderal di Tengah Perang Timur Tengah

Categories

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026