Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Sains

Bulan Menjauh, Dosen IPB Ungkap Dampak Serius bagi Cuaca Bumi

Kiki Wijaya by Kiki Wijaya
February 11, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Bulan Menjauh, Dosen IPB Ungkap Dampak Serius bagi Cuaca Bumi

#image_title

Fenomena pergerakan Bulan yang secara perlahan bergerak menjauh dari orbit Bumi kini tengah menjadi sorotan hangat di kalangan ilmuwan dan masyarakat luas, memicu berbagai spekulasi mengenai potensi dampaknya terhadap stabilitas iklim global serta kelangsungan hidup manusia di masa depan. Meskipun secara kasat mata posisi satelit alami ini tampak statis, data astronomi menunjukkan adanya pergeseran konstan yang disebabkan oleh interaksi gravitasi kompleks, sebuah proses alamiah yang dijelaskan secara mendalam oleh para pakar dari IPB University guna meredam kekhawatiran publik yang berlebihan. Penjelasan ilmiah ini menjadi sangat krusial untuk membedah bagaimana mekanisme orbit elips, siklus pasang surut air laut, hingga pengaruh konstelasi planet lain bekerja dalam menjaga keseimbangan atmosfer Bumi, sekaligus memberikan perspektif baru bahwa perubahan jarak ini bukanlah ancaman mendadak melainkan bagian dari evolusi tata surya yang berlangsung dalam skala waktu geologis yang sangat panjang. Dengan memahami dinamika ini, masyarakat diharapkan dapat membedakan antara fenomena rutin astronomis dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh faktor antropogenik atau aktivitas manusia.

RELATED POSTS

Megawati Temui Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Kerja Sama BRIN-Air

Atasi Resistensi Salmonella: Inovasi Doktor Unej Ungkap Solusi Baru

BRIN Ungkap Rahasia Genetik Palem Nyabah, Tanaman Endemik Bali

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, SSi, MSi, memberikan klarifikasi mendalam bahwa fenomena Bulan yang menjauh dari Bumi sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari bentuk lintasan orbitnya yang tidak bulat sempurna, melainkan berbentuk elips. Dalam setiap periode revolusinya, terdapat titik-titik ekstrem yang dikenal dalam dunia astronomi sebagai perigee (titik terdekat dengan Bumi) dan apogee (titik terjauh dari Bumi). Jarak rata-rata Bulan ke Bumi adalah sekitar 384.400 kilometer, namun angka ini terus mengalami fluktuasi kecil. Berdasarkan data ilmiah tambahan, Bulan tercatat menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter setiap tahunnya. Sonni menekankan bahwa variasi jarak ini adalah bagian dari mekanisme revolusi yang sudah terjadi selama miliaran tahun, sehingga masyarakat tidak perlu merasa cemas akan adanya perubahan drastis dalam waktu dekat. Analogi yang serupa juga dapat ditemukan pada hubungan antara Bumi dan Matahari, di mana Bumi mencapai titik perihelion (jarak terdekat) pada bulan Januari dan titik aphelion (jarak terjauh) pada bulan Juli setiap tahunnya, yang membuktikan bahwa fluktuasi jarak antar benda langit adalah hal yang lumrah dalam sistem tata surya kita.

Dampak Terhadap Dinamika Lautan dan Aktivitas Pesisir

Meskipun fenomena ini tidak memberikan ancaman langsung terhadap keselamatan manusia secara instan, Sonni menjelaskan bahwa terdapat mekanisme-mekanisme tertentu di Bumi yang terpengaruh oleh posisi dan jarak Bulan. Salah satu dampak yang paling nyata adalah pada sistem pasang surut air laut yang digerakkan oleh gaya gravitasi Bulan. Ketika jarak Bulan berubah, intensitas tarikan gravitasinya terhadap massa air di Bumi juga mengalami penyesuaian. Kenaikan muka air laut akibat pasang surut ini memiliki implikasi langsung terhadap aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah pesisir, terutama bagi para nelayan yang sangat bergantung pada ritme laut untuk menentukan waktu melaut. Selain itu, fenomena ini juga memengaruhi ekosistem mangrove dan terumbu karang yang hidup di zona intertidal. Penurunan atau peningkatan kekuatan pasang surut dalam skala waktu yang sangat panjang dapat mengubah struktur garis pantai dan distribusi sedimen, yang secara tidak langsung menuntut adaptasi dari masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk lebih waspada terhadap perubahan pola air laut yang mungkin terjadi.

Dalam konteks sistem iklim global, Sonni menegaskan bahwa fenomena Bulan menjauh ini tidak memberikan dampak secara langsung dan signifikan dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan karena durasi iklim dihitung dalam skala waktu tahunan hingga puluhan tahun, sementara perubahan jarak Bulan yang masif membutuhkan waktu jutaan tahun untuk benar-benar mengubah parameter fisik Bumi. “Kalau terhadap sistem iklim tidak secara langsung, karena durasi iklim itu tahunan hingga puluhan tahun,” ungkapnya. Penjelasan ini mematahkan spekulasi yang menghubungkan cuaca ekstrem harian atau perubahan musim yang tidak menentu saat ini dengan posisi Bulan. Fokus utama dalam studi iklim lebih diarahkan pada bagaimana energi matahari didistribusikan di permukaan Bumi dan bagaimana komposisi gas rumah kaca di atmosfer memerangkap panas tersebut, daripada sekadar melihat pergeseran posisi satelit alami kita yang berlangsung sangat lambat.

Membedah Siklus Milankovitch dan Stabilitas Iklim Jangka Panjang

Untuk memahami perubahan iklim dalam skala yang lebih luas dan saintifik, Sonni mengajak kita untuk meninjau faktor eksternal yang jauh lebih berpengaruh, yakni orientasi Bumi terhadap Matahari yang dikenal sebagai Siklus Milankovitch. Siklus ini mencakup tiga komponen utama yang mengatur jumlah radiasi matahari yang diterima oleh Bumi sebagai sumber energi utama iklim:

  • Eksentrisitas Orbit Bumi: Perubahan bentuk orbit Bumi dari hampir lingkaran menjadi lebih elips, yang terjadi dalam siklus waktu antara 100.000 hingga 400.000 tahun.
  • Oblikuitas (Kemiringan Sumbu): Perubahan sudut kemiringan rotasi Bumi terhadap bidang orbitnya yang terjadi setiap 41.000 tahun, yang sangat memengaruhi intensitas musim di kutub dan khatulistiwa.
  • Presesi Sumbu Rotasi: Pergerakan “goyangan” sumbu Bumi seperti gasing yang memiliki periode sekitar 26.000 tahun, memengaruhi perbedaan suhu antara musim panas dan musim dingin.

Perubahan pada ketiga komponen orientasi Bumi ini secara kumulatif menyebabkan variasi distribusi radiasi matahari yang diterima oleh permukaan Bumi. Inilah yang menjadi pemicu utama terjadinya zaman es dan periode interglasial dalam sejarah geologi Bumi, yang dampaknya jauh lebih masif dan terukur dibandingkan dengan pergeseran jarak Bulan yang sedang berlangsung saat ini.

Pengaruh Konstelasi Planet dan Dinamika Atmosfer

Selain faktor Bulan dan siklus Milankovitch, kondisi atmosfer Bumi juga sangat dipengaruhi oleh konstelasi planet-planet lain dalam tata surya. Sonni menjelaskan bahwa ketika planet-planet berada dalam posisi konjungsi atau sejajar, resultan gaya gravitasi yang dihasilkan secara kolektif dapat memberikan pengaruh pada kondisi fisik atmosfer Bumi. Fenomena konjungsi ini, meskipun terjadi dalam orde waktu ratusan tahun, memiliki efek yang bersifat global karena mampu memengaruhi pergerakan massa udara dan distribusi uap air di atmosfer. “Konstelasi planet dalam keadaan konjungsi bisa menyebabkan uap air terangkat, sehingga potensi pembentukan awan meningkat,” jelas Sonni. Peningkatan uap air yang terangkat ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi ini pada gilirannya dapat memicu perubahan dalam sistem iklim global, karena awan berperan penting dalam memantulkan radiasi matahari kembali ke luar angkasa sekaligus memerangkap panas di permukaan.

Sebagai kesimpulan, fenomena Bulan yang menjauh dari Bumi adalah sebuah realitas astronomis yang menarik untuk dipelajari namun tidak perlu disikapi dengan kepanikan. Interaksi antara benda-benda langit merupakan sebuah sistem yang sangat kompleks dan saling terkait, di mana setiap pergeseran posisi memiliki konsekuensi fisik yang telah diatur oleh hukum alam. Bagi masyarakat umum, hal terpenting adalah memahami bahwa perubahan iklim yang kita rasakan saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika internal Bumi dan aktivitas manusia, sementara fenomena seperti menjauhnya Bulan atau siklus Milankovitch bekerja dalam skala waktu yang jauh melampaui usia peradaban manusia. Dengan literasi sains yang baik, spekulasi yang tidak berdasar dapat ditepis, dan perhatian dapat lebih difokuskan pada upaya mitigasi perubahan iklim yang lebih mendesak dan nyata di depan mata.

Tags: Bulan menjauhdampak cuaca bumifenomena astronomiIPB University
ShareTweetPin
Kiki Wijaya

Kiki Wijaya

Related Posts

Megawati Temui Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Kerja Sama BRIN-Air
Sains

Megawati Temui Putra Mahkota Abu Dhabi Bahas Kerja Sama BRIN-Air

February 12, 2026
Atasi Resistensi Salmonella: Inovasi Doktor Unej Ungkap Solusi Baru
Sains

Atasi Resistensi Salmonella: Inovasi Doktor Unej Ungkap Solusi Baru

February 12, 2026
BRIN Ungkap Rahasia Genetik Palem Nyabah, Tanaman Endemik Bali
Sains

BRIN Ungkap Rahasia Genetik Palem Nyabah, Tanaman Endemik Bali

February 4, 2026
Dosen UGM Sulap Limbah Panas Bumi Jadi Pupuk Subur!
Sains

Dosen UGM Sulap Limbah Panas Bumi Jadi Pupuk Subur!

January 31, 2026
Lubang Hitam Raksasa Bangkit: Misteri 100 Juta Tahun Terungkap!
Sains

Lubang Hitam Raksasa Bangkit: Misteri 100 Juta Tahun Terungkap!

January 30, 2026
Gravitasi Bumi Hilang Agustus? NASA Ungkap Fakta Sebenarnya!
Sains

Gravitasi Bumi Hilang Agustus? NASA Ungkap Fakta Sebenarnya!

January 30, 2026
Next Post
Diperiksa Polisi, Bahar Smith Balik Tuduh Banser Provokator

Diperiksa Polisi, Bahar Smith Balik Tuduh Banser Provokator

PDIP: Ambang Batas Turun, Politik Ekstrem Menanti!

PDIP: Ambang Batas Turun, Politik Ekstrem Menanti!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Bank BUMN Wajib Jelaskan ke Moodys, Airlangga Tegas

Bank BUMN Wajib Jelaskan ke Moodys, Airlangga Tegas

February 16, 2026
Anggaran belum tersedia, pembayaran TPD-TPG Kemenag ditunda

Anggaran belum tersedia, pembayaran TPD-TPG Kemenag ditunda

February 1, 2026
Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24 Tembus Rp3 Juta

Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, Galeri24 Tembus Rp3 Juta

February 2, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Persita Bungkam PSBS Biak: Foto Momen Kemenangan Epik
  • PDIP Kecam Rencana Pengiriman TNI ke Gaza
  • Bocah Gantung Diri: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Demak

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026