Kontroversi menyelimuti skuad PSM Makassar jelang laga krusial melawan Persija Jakarta pada pekan ke-22 BRI Liga Super 2025/2026. Pemain muda potensial, Ricky Pratama, dipastikan absen dari daftar pemain yang dibawa ke Jakarta. Keputusan tegas ini diambil oleh pelatih PSM, Tomas Trucha, menyusul terungkapnya kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan sang pemain terhadap kekasihnya. Kasus ini bukan hanya mengancam karier sepak bola Ricky, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai tanggung jawab moral dan profesionalisme di dunia olahraga profesional.
Ricky Pratama, yang sebelumnya menjadi andalan di lini serang PSM dan bahkan telah memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23, kini harus menghadapi proses hukum setelah dilaporkan oleh kekasihnya yang berinisial AD. Laporan tersebut diajukan pada Senin, 16 Februari 2026, menyangkut dugaan tindak kekerasan yang mengakibatkan luka-luka serius pada tubuh AD. Detail mengenai jenis kekerasan dan tingkat keparahan luka belum sepenuhnya terungkap ke publik, namun fakta adanya laporan resmi dari pihak kepolisian mengindikasikan bahwa masalah ini memiliki dasar yang kuat dan memerlukan penanganan serius.
Keputusan Tegas Pelatih di Tengah Tekanan
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, tidak tinggal diam melihat situasi yang dihadapi anak asuhnya. Dalam konferensi pers yang digelar menjelang pertandingan, Trucha secara gamblang menyatakan bahwa pencoretan Ricky Pratama dari skuad adalah keputusan yang diambil berdasarkan informasi yang beredar mengenai kasus dugaan penganiayaan tersebut. Ia menekankan bahwa klub dan pemain saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini. “Kami memiliki informasi yang kurang lebih sama seperti yang beredar [dugaan kekerasan yang dilakukan Ricky Pratama]. Pemain dan klub sedang bekerja sama dengan pihak berwenang. Saat ini, kami menunggu proses dan umpan balik dari otoritas,” ujar Trucha, mengutip laporan dari Antara. Keputusan ini mencerminkan sikap profesional klub dalam menghadapi isu sensitif yang dapat mencoreng nama baik tim dan institusi.
Keputusan Trucha untuk mengistirahatkan Ricky Pratama dari skuad pertandingan bukanlah langkah yang diambil secara gegabah. Ini merupakan respons terhadap seriusnya tuduhan yang dihadapi pemain tersebut. Dalam dunia sepak bola profesional, citra pemain dan klub sangatlah penting. Kasus seperti ini berpotensi menimbulkan dampak negatif yang luas, mulai dari hilangnya kepercayaan sponsor, protes dari suporter, hingga sanksi dari federasi. Oleh karena itu, tindakan proaktif dari manajemen klub dan pelatih menjadi krusial untuk menunjukkan bahwa mereka tidak mentolerir tindakan kekerasan dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta hukum.
Ricky Pratama Tetap Beraktivitas di Luar Lapangan
Meskipun dicoret dari skuad pertandingan melawan Persija, Ricky Pratama tidak sepenuhnya diasingkan dari kegiatan PSM Makassar. Trucha menjelaskan bahwa sang pemain masih diperbolehkan untuk mengikuti latihan rutin bersama tim di luar lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa klub masih memberikan kesempatan kepada Ricky untuk tetap menjaga kebugaran fisiknya dan berinteraksi dengan rekan-rekannya. “Saya hanya bisa bekerja dengan pemain yang hadir di latihan. Dan semua pemain berlatih dengan baik, termasuk Ricky. Tapi, untuk pertandingan ini [lawan Persija], Ricky tidak ada di dalam tim,” tegas Trucha. Fleksibilitas ini mungkin bertujuan agar Ricky tidak kehilangan sentuhan permainannya dan tetap berada dalam ekosistem tim sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus hukum yang dihadapinya. Ini juga bisa menjadi bentuk dukungan moral dari klub, meskipun di sisi lain, klub juga harus tegas dalam menerapkan sanksi disiplin.
Jadwal Pertandingan dan Dampak Absennya Ricky
Pertandingan antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta dijadwalkan akan digelar di Jakarta International Stadium pada Jumat, 20 Februari 2026, pukul 20:30 WIB. Laga ini merupakan bagian dari lanjutan pekan ke-22 BRI Liga Super 2025/2026 dan diprediksi akan berlangsung sengit. Absennya Ricky Pratama tentu menjadi kerugian tersendiri bagi PSM, mengingat kontribusinya yang cukup signifikan di lini depan. Kehilangan salah satu pemain kunci seperti Ricky dapat memengaruhi strategi permainan tim dan mengurangi opsi taktis bagi pelatih. Namun, di sisi lain, situasi ini juga bisa menjadi momentum bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas mereka dan membuktikan diri mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Ricky. Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi kedalaman skuad PSM dan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga.

















