Dalam sebuah penampilan yang mengukuhkan dominasinya di kancah bulu tangkis internasional, tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, berhasil mengamankan tiket perempat final Thailand Masters 2026. Pertarungan sengit yang digelar di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada Kamis (29/1) siang WIB, mempertemukannya dengan wakil tunggal Israel, Daniil Dubovenko. Alwi menunjukkan ketangguhan dan strategi yang matang, membungkam lawannya dalam dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-14 dan 21-10, hanya dalam tempo 33 menit. Kemenangan ini tidak hanya menandai progres Alwi dalam turnamen bergengsi ini, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di kancah dunia, seiring dengan prestasinya sebelumnya sebagai Juara Indonesia Masters 2026.
Perjuangan Awal dan Kebangkitan Gemilang di Gim Pertama
Gim pertama pertandingan antara Alwi Farhan dan Daniil Dubovenko menampilkan dinamika yang cukup menegangkan di awal. Alwi, yang dikenal sebagai pemain dengan kemampuan adaptasi tinggi, sempat dihadapkan pada situasi tertinggal. Poin-poin awal tampaknya lebih berpihak pada Dubovenko, yang berhasil membangun keunggulan 3-7. Situasi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Alwi, namun sebagai seorang atlet profesional, ia tidak lantas tertekan. Sebaliknya, momen krusial ini justru memicu semangat juangnya.
Secara perlahan namun pasti, Alwi mulai menunjukkan tajinya. Dengan determinasi yang tinggi, ia berhasil merebut empat poin beruntun, membalikkan keadaan dan memimpin skor menjadi 9-8. Momentum positif ini terus dijaga, dan Alwi berhasil memasuki interval gim pertama dengan keunggulan tipis, 11-10. Keunggulan ini menjadi fondasi penting bagi Alwi untuk membangun dominasinya di paruh kedua gim.
Setelah jeda interval, Alwi Farhan benar-benar mengambil alih kendali permainan. Ia semakin menjauhkan jarak poin dari lawannya. Tiga poin beruntun kembali berhasil diraihnya, memperlebar keunggulan menjadi 14-10. Pertahanan yang solid dan serangan yang mematikan membuat Alwi semakin tak terbendung. Ia terus menekan, dan skor terus bertambah, membuatnya memimpin jauh dengan angka 18-12. Akhirnya, dengan permainan yang tenang dan eksekusi yang sempurna, Alwi Farhan berhasil menutup gim pertama dengan kemenangan 21-14. Kemenangan di gim pembuka ini memberikan modal psikologis yang sangat berharga untuk melanjutkan pertandingan.
Dominasi Penuh di Gim Kedua Menuju Kemenangan Telak
Memasuki gim kedua, Alwi Farhan menunjukkan bahwa performa impresifnya di gim pertama bukanlah sebuah kebetulan. Ia memulai gim kedua dengan sangat agresif, seolah ingin segera menyelesaikan pertandingan. Sejak awal, Alwi sudah mampu membangun keunggulan yang signifikan. Ia sempat unggul jauh dengan skor 9-3, menunjukkan bahwa ritme permainannya sudah sangat baik dan sulit diimbangi oleh Dubovenko.
Keunggulan yang telah diraihnya ini terus dijaga dengan baik. Alwi berhasil masuk ke interval gim kedua dengan keunggulan yang cukup nyaman, 11-6. Posisi ini memberikannya ruang untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi jika diperlukan, namun secara umum, permainannya sudah berjalan sangat efektif. Kepercayaan diri Alwi tampak semakin meningkat seiring dengan berjalannya pertandingan.
Pasca jeda interval, Alwi Farhan tidak mengendurkan serangannya. Ia terus mampu menjaga keunggulan poinnya. Pada satu titik, ia sempat unggul dengan skor 13-7, memperlihatkan konsistensi permainannya. Tekanan yang terus diberikan oleh Alwi membuat Daniil Dubovenko kesulitan untuk mengembangkan permainannya. Alwi semakin menjauh dalam perolehan poin, mencapai skor 18-10. Dengan keunggulan yang sudah sangat besar ini, kemenangan sudah hampir pasti dalam genggamannya. Akhirnya, dengan performa yang solid dan tanpa cela, Alwi Farhan berhasil mengunci kemenangan di gim kedua dengan skor 21-10. Kemenangan dua gim langsung ini mengukuhkan posisinya di perempat final Thailand Masters 2026.


















