Kabar gembira menyelimuti kancah bulu tangkis nasional, ketika dua talenta tunggal putra terbaik Indonesia, Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah (Ubed), berhasil mengamankan tempat di babak semifinal turnamen bergengsi Thailand Masters 2026. Pencapaian ini tidak hanya menandai performa gemilang individu mereka, tetapi juga menjamin satu wakil Merah Putih akan melaju ke partai puncak. Pertarungan epik antar sesama wakil Indonesia ini dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, di mana mereka akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket final dalam ajang BWF Super 300 yang juga dikenal sebagai Bangkok Masters.
Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, menunjukkan ketangguhan mental dan fisik luar biasa saat menaklukkan unggulan keempat asal Kanada, Brian Yang, dalam sebuah duel perempat final yang berlangsung sangat ketat. Pertandingan berdurasi 1 jam 15 menit ini menjadi bukti nyata kapasitas Ubed di panggung internasional. Mengawali laga dengan sedikit kesulitan, Ubed harus mengakui keunggulan Brian Yang di gim pertama dengan skor 16-21. Namun, dengan semangat juang yang tak menyerah, Ubed berhasil bangkit dan menemukan ritme permainannya di dua gim berikutnya. Ia mampu membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan dramatis dengan skor akhir 21-18 dan 21-15. Ubed sendiri mengakui sempat kewalahan pada awal pertandingan, namun berhasil menyesuaikan strategi dan menemukan pola permainan yang efektif untuk menekan lawannya di gim kedua dan ketiga, memastikan langkahnya ke babak empat besar.
Di sisi lain, Alwi Farhan, yang merupakan unggulan kedua di turnamen ini, melaju ke semifinal dengan cara yang sedikit berbeda. Ia menghadapi wakil Malaysia, Lee Zii Jia, dalam pertandingan yang berakhir setelah dua gim dimainkan dalam waktu 39 menit. Alwi menunjukkan dominasi yang meyakinkan di gim pertama, berhasil mengunci kemenangan dengan skor telak 21-10. Namun, Lee Zii Jia, yang dikenal dengan pukulan kerasnya, memberikan perlawanan sengit di gim kedua dan berhasil merebutnya dengan skor 15-21. Sayangnya, pertandingan tidak dapat dilanjutkan ke gim ketiga karena Lee Zii Jia memutuskan untuk mengundurkan diri akibat cedera yang dialaminya. Kemenangan ini mengantarkan Alwi Farhan untuk bertemu dengan rekan senegaranya, Moh. Zaki Ubaidillah, dalam semifinal yang sangat dinantikan.
Derby Merah Putih di Semifinal: Sejarah Pertemuan dan Taruhan Besar
Pertemuan antara Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah di semifinal Thailand Masters 2026 ini bukanlah yang pertama kali. Kedua pebulu tangkis muda berbakat ini tercatat telah tiga kali saling berhadapan di lapangan. Laga terakhir yang paling berkesan adalah saat mereka berduel memperebutkan medali emas pada ajang SEA Games 2025 yang berlangsung pada bulan Desember lalu. Dalam pertandingan final yang penuh tensi tersebut, Alwi Farhan berhasil keluar sebagai pemenang setelah melalui pertarungan sengit tiga gim yang menguras tenaga. Dengan hasil tersebut, rekor head-to-head (H2H) antara kedua pemain kini menjadi 2-1, dengan keunggulan tipis di tangan Alwi.
Laga semifinal ini memiliki signifikansi ganda bagi bulu tangkis Indonesia. Di satu sisi, ini adalah bukti nyata regenerasi dan kedalaman talenta tunggal putra Indonesia yang mampu menempatkan dua wakilnya di babak krusial turnamen BWF Super 300. Di sisi lain, pertarungan “derby Merah Putih” ini secara otomatis memastikan bahwa satu tiket ke final Thailand Masters 2026 akan menjadi milik Indonesia. Ini adalah pencapaian yang membanggakan, mengingat persaingan ketat di kategori tunggal putra. Selain Alwi dan Ubed, Indonesia secara keseluruhan berhasil meloloskan hingga 10 wakilnya ke babak semifinal di berbagai sektor, menunjukkan dominasi dan potensi besar kontingen Indonesia di ajang ini.
Jalan Menuju Puncak: Peluang dan Tantangan di Final
Bagi Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah, pertandingan semifinal ini bukan hanya sekadar perebutan tiket final, melainkan juga ajang pembuktian diri. Keduanya memiliki ambisi besar untuk meraih gelar di level BWF Super 300, yang akan menjadi dorongan signifikan bagi karier mereka. Alwi, sebagai unggulan kedua, tentu memiliki ekspektasi lebih tinggi untuk mencapai final, namun Ubed telah menunjukkan bahwa ia adalah kuda hitam yang siap memberikan kejutan. Siapa pun yang berhasil memenangkan duel sengit ini akan menghadapi tantangan berat lainnya di final, berhadapan dengan pemenang dari semifinal lainnya untuk memperebutkan gelar juara Thailand Masters 2026. Ini adalah momen krusial bagi kedua atlet untuk menunjukkan konsistensi dan mental juara mereka di panggung internasional.
Para penggemar bulu tangkis Indonesia tentu akan menantikan pertandingan ini dengan antusiasme tinggi. Duel Alwi vs Ubed menjanjikan tontonan yang menarik, sarat teknik, strategi, dan semangat juang khas Indonesia. Terlepas dari siapa yang akan melaju ke final, kehadiran dua wakil Indonesia di semifinal Thailand Masters 2026 ini merupakan indikator positif bagi masa depan tunggal putra Indonesia, menegaskan bahwa regenerasi atlet terus berjalan dengan baik dan siap bersaing di level tertinggi dunia.
Pilihan Editor: Masalah Laten Timnas di Bawah Pelatih Baru John Herdman


















