Persaingan perebutan takhta tertinggi sepak bola Indonesia semakin memanas setelah Borneo FC sukses melakukan aksi comeback dramatis di Lampung, sementara Persik Kediri harus berjibaku dengan cuaca ekstrem demi mengamankan poin penuh pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 yang berlangsung Sabtu (7/2/2026). Dalam dua laga krusial ini, drama tersaji tidak hanya melalui adu taktik di lapangan hijau, tetapi juga melalui interupsi alam yang memaksa perangkat pertandingan bekerja ekstra keras. Borneo FC berhasil memangkas jarak dengan puncak klasemen setelah menumbangkan Bhayangkara FC dengan skor tipis 1-2 di Stadion Sumpah Pemuda, sedangkan Persik Kediri sukses meredam perlawanan Dewa United 2-1 di Stadion Brawijaya meski laga sempat terhenti lama akibat genangan air yang menutupi permukaan lapangan.
Pertandingan antara Bhayangkara FC melawan Borneo FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, menjadi sorotan utama karena implikasinya terhadap papan atas klasemen. Sejak peluit pertama dibunyikan, Bhayangkara FC yang bertindak sebagai tuan rumah tampil sangat agresif untuk mengincar poin penuh guna memperbaiki posisi mereka di papan tengah. Borneo FC, yang datang dengan ambisi mengejar Persib Bandung di posisi puncak, sempat kesulitan mengembangkan permainan akibat pressing ketat yang diterapkan lini tengah The Guardian. Kebuntuan pecah tepat di penghujung babak pertama, saat pertandingan memasuki masa injury time. Privat Mbarga, striker andalan Bhayangkara FC, berhasil memaksimalkan kemelut di depan gawang Borneo FC pada menit ke-45+4. Gol tersebut bermula dari skema serangan balik cepat yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh barisan pertahanan Pesut Etam, membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum dan memberikan tekanan psikologis bagi tim tamu.
Memasuki babak kedua, pelatih Borneo FC tampaknya melakukan penyesuaian taktik yang signifikan untuk membongkar pertahanan rapat Bhayangkara. Hasilnya terlihat instan hanya lima menit setelah laga dimulai kembali. Pada menit ke-50, Komang Teguh muncul sebagai pahlawan penyama kedudukan setelah berhasil memanfaatkan situasi bola mati atau umpan silang akurat yang merobek jala gawang tuan rumah. Skor imbang 1-1 membuat intensitas pertandingan meningkat drastis, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Namun, kematangan mental Borneo FC sebagai kandidat juara benar-benar teruji di fase krusial ini. Pada menit ke-77, Ikhsan Zikrak mencetak gol penentu kemenangan yang membungkam pendukung tuan rumah. Melalui skema permainan terbuka yang rapi, Ikhsan berhasil menempatkan bola ke sudut yang sulit dijangkau kiper Bhayangkara FC, membalikkan keadaan menjadi 1-2 untuk keunggulan Borneo FC yang bertahan hingga peluit panjang ditiupkan.
Dominasi Borneo FC dan Ancaman Nyata Bagi Persib Bandung
Kemenangan tipis namun sangat berharga di Lampung ini membawa dampak besar pada peta persaingan juara Super League musim ini. Dengan tambahan tiga poin, Borneo FC kini kokoh di urutan kedua klasemen sementara dengan koleksi 46 poin. Posisi ini membuat mereka hanya berselisih satu angka saja dari Persib Bandung yang masih bertengger di puncak. Konsistensi yang ditunjukkan oleh anak asuh Pesut Etam ini juga memastikan bahwa mereka tidak akan terkejar oleh Persija Jakarta dalam pekan ini, memberikan napas lega sekaligus kepercayaan diri tinggi untuk menatap laga-laga selanjutnya. Keberhasilan melakukan comeback di kandang lawan membuktikan bahwa kedalaman skuad dan mentalitas juara Borneo FC berada pada level yang sangat kompetitif.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Bhayangkara FC. Meskipun sempat unggul di babak pertama dan menguasai jalannya pertandingan di beberapa momen, kegagalan mempertahankan keunggulan membuat mereka harus tertahan di urutan ke-9 dengan raihan 26 poin. Kekalahan di kandang sendiri ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi manajemen dan tim pelatih The Guardian, mengingat mereka memiliki peluang besar untuk merangsek ke papan atas jika mampu menjaga konsistensi permainan selama 90 menit penuh. Ketidakmampuan mengantisipasi kebangkitan Borneo FC di babak kedua menjadi faktor kunci yang menyebabkan hilangnya poin penting di hadapan publik sendiri.
Sementara itu, drama yang berbeda tersaji di Stadion Brawijaya, Kediri, saat Persik Kediri menjamu Dewa United. Pertandingan ini tidak hanya menyajikan duel teknik antar pemain, tetapi juga perjuangan melawan alam. Persik Kediri memulai laga dengan sangat impresif, menunjukkan dominasi total sejak menit awal. Dua gol berhasil disarangkan ke gawang Dewa United melalui aksi gemilang Ernesto Gomez dan Jon Toral. Koordinasi lini depan Macan Putih terlihat sangat cair, membuat barisan pertahanan Dewa United kewalahan. Namun, saat Persik sedang berada di atas angin dengan keunggulan 2-0, cuaca buruk mulai menghantui jalannya pertandingan. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kediri mengakibatkan genangan air di sejumlah area lapangan, yang secara teknis mengganggu aliran bola dan membahayakan keselamatan para pemain.
Interupsi Cuaca dan Perjuangan Pantang Menyerah di Stadion Brawijaya
Kondisi lapangan yang semakin memburuk di awal babak kedua memaksa perangkat pertandingan untuk mengambil keputusan tegas. Bola yang tidak dapat mengalir dengan normal akibat genangan air membuat kualitas permainan menurun drastis. Setelah melakukan koordinasi dengan kapten kedua tim dan pihak keamanan, wasit memutuskan untuk menunda laga selama 2×30 menit sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selama masa penundaan tersebut, petugas lapangan bekerja keras untuk membuang genangan air agar pertandingan dapat dilanjutkan kembali. Ketidakpastian ini menguji fokus para pemain yang harus tetap menjaga suhu tubuh dan mentalitas bertanding di ruang ganti. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah absennya pemain baru Dewa United, Ivar Jenner, yang belum terlihat dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), memicu spekulasi mengenai kesiapan fisik atau proses administrasi sang pemain muda berbakat tersebut.
Setelah penantian panjang dan kondisi lapangan dinyatakan layak meski tetap berat, pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali. Dewa United yang tertinggal dua gol mencoba memanfaatkan momentum setelah jeda panjang untuk menekan pertahanan Persik Kediri. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-58 melalui gol yang dicetak oleh Victor Duarte. Gol ini sempat menghidupkan harapan bagi tim tamu untuk membawa pulang setidaknya satu poin dari Kediri. Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Dewa United di sisa waktu pertandingan, namun lini pertahanan Persik Kediri yang dikomandoi oleh pemain-pemain berpengalaman tampil sangat disiplin. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.
Hasil positif ini membawa Persik Kediri naik ke urutan 10 klasemen sementara dengan total 25 poin, sebuah pencapaian yang sangat krusial untuk menjauh dari zona bawah dan menjaga stabilitas tim di papan tengah. Sementara itu, Dewa United harus rela tertahan tepat di bawah Persik, yakni urutan ke-11 dengan 24 poin. Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Dewa United yang sebenarnya memiliki potensi besar namun seringkali terkendala oleh penyelesaian akhir dan koordinasi pertahanan di menit-menit awal. Pekan ke-20 Super League 2025/2026 ini secara keseluruhan menegaskan betapa ketatnya persaingan di setiap lini klasemen, di mana setiap gol dan setiap keputusan di lapangan dapat mengubah nasib tim secara drastis dalam perburuan gelar maupun posisi terhormat di liga.

















