Kompetisi Liga Inggris musim 2025/2026 semakin memanas memasuki pekan ke-28, menghadirkan serangkaian drama, kejutan, dan pergeseran signifikan di papan klasemen. Puncak dari rangkaian pertandingan menegangkan ini adalah duel sengit antara Arsenal dan Chelsea yang tersaji di Stadion Emirates pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 23.30 WIB. Pertandingan ini tidak hanya menyajikan tiga gol yang seluruhnya lahir dari skema tendangan sudut, tetapi juga mengukuhkan posisi The Gunners di puncak klasemen, sekaligus membuka celah bagi Manchester United untuk merangsek naik ke zona Liga Champions. Artikel ini akan mengulas secara mendalam setiap detail dari pertandingan krusial tersebut, serta dampaknya terhadap peta persaingan Liga Primer Inggris.
Arsenal Raih Kemenangan Krusial Atas Chelsea dalam Duel Beraroma Tendangan Sudut
Pertarungan antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Emirates pada Minggu, 1 Maret 2026, menjadi penutup pekan ke-28 Liga Inggris dengan intensitas tinggi. Laga ini berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah, Arsenal. Keunikan dari pertandingan ini terletak pada fakta bahwa ketiga gol yang tercipta, baik untuk Arsenal maupun Chelsea, seluruhnya berasal dari situasi bola mati, khususnya tendangan sudut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya eksekusi bola-bola mati dalam sebuah pertandingan sepak bola modern, di mana satu momen dari tendangan sudut dapat mengubah jalannya laga.
Arsenal berhasil membuka keunggulan pada menit ke-21 melalui sundulan William Saliba. Gol ini berawal dari sebuah tendangan sudut yang dieksekusi dengan cermat. Bola kiriman dari sepak pojok tersebut diarahkan ke tiang jauh, di mana Gabriel Magalhaes berhasil menyundulnya kembali ke depan gawang. Di tengah kemelut di depan gawang, Saliba menunjukkan ketenangannya dengan menyundul bola tersebut masuk ke dalam gawang Chelsea, membawa timnya unggul 1-0.
Menjelang babak pertama usai, Arsenal justru harus merasakan pahitnya gol bunuh diri. Insiden ini terjadi akibat kesalahan pemain belakang Arsenal, Pierro Hincapie, yang secara tidak sengaja menceploskan bola ke gawangnya sendiri saat berusaha mengantisipasi tendangan sudut Chelsea. Sepakan Reece James dari sudut lapangan, yang seharusnya menjadi ancaman bagi gawang Arsenal, justru berbelok arah setelah mengenai kepala Hincapie dan masuk ke dalam gawang yang dijaga oleh kiper Arsenal. Gol bunuh diri ini berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1, memberikan momentum bagi Chelsea menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Chelsea menampilkan permainan yang lebih menekan. Tim tamu berupaya keras untuk membalikkan keadaan. Salah satu peluang emas datang dari Enzo Fernandez. Gelandang Argentina ini melepaskan sepakan keras yang mengarah ke gawang Arsenal, namun kiper David Raya berhasil menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola tersebut. Upaya Raya sukses menggagalkan peluang Chelsea untuk unggul, dan kedudukan tetap imbang.
Arsenal kembali menemukan momentumnya pada menit ke-66. Melalui skema tendangan sudut lainnya, The Gunners berhasil mencetak gol kemenangan. Kali ini, umpan matang dari Declan Rice dari sepak pojok berhasil disundul dengan sempurna oleh Jurrien Timber. Sundulan Timber yang terarah berhasil merobek jala gawang Chelsea, membawa Arsenal kembali unggul dengan skor 2-1.
Kondisi Chelsea semakin sulit ketika mereka harus bermain dengan sepuluh pemain. Pada menit ke-70, Pedro Neto diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah oleh wasit. Pelanggaran yang dilakukan Neto terhadap Gabriel Martinelli dalam sebuah duel perebutan bola dinilai cukup keras oleh pengadil lapangan. Kehilangan satu pemain membuat Chelsea semakin tertekan di sisa pertandingan.
Dampak Kemenangan Arsenal dan Kebangkitan Manchester United
Kemenangan krusial atas Chelsea ini memiliki implikasi besar bagi Arsenal dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Dengan tambahan tiga poin, Arsenal kini memimpin klasemen dengan selisih lima poin dari pesaing terdekatnya, Manchester City. Meskipun demikian, Arsenal telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan Manchester City, yang saat ini mengoleksi 59 poin dari 28 pertandingan. Jarak ini membuka peluang bagi City untuk terus menekan di sisa musim.
Di pertandingan lain yang juga berlangsung sengit, Manchester United berhasil meraih kemenangan kandang atas Crystal Palace dengan skor 2-1. Kemenangan ini menjadi penanda kebangkitan Setan Merah di bawah asuhan pelatih Michael Carrick. Manchester United sempat tertinggal lebih dulu melalui gol cepat Maxence Lacroix pada menit keempat. Namun, Bruno Fernandes berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti pada menit ke-56, setelah sebelumnya Lacroix diganjar kartu merah akibat pelanggarannya terhadap Matheus Cunha di dalam kotak terlarang, yang dikonfirmasi melalui tinjauan VAR.
Gol kemenangan Manchester United dicetak oleh Benjamin Sesko pada menit ke-65. Pemain muda asal Slovenia ini, yang diturunkan sebagai starter dalam pertandingan ini, berhasil menyarangkan bola ke gawang Crystal Palace melalui sundulan memanfaatkan umpan dari Bruno Fernandes. Tren positif Sesko dalam produktivitas gol semakin terlihat, mengingat sebelumnya ia telah mencetak tiga gol dalam empat penampilan terakhirnya sebagai pemain pengganti. Penampilannya yang impresif ini menjadi sorotan tersendiri.
Kemenangan atas Crystal Palace ini semakin mempercantik rekor Michael Carrick sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Manchester United pada Januari lalu. Di bawah kepemimpinannya, Setan Merah belum terkalahkan dalam tujuh pertandingan Liga Primer, dengan catatan enam kemenangan dan satu kali imbang. Dengan tambahan 19 poin dari periode tersebut, Manchester United berhasil merangsek naik ke peringkat ketiga klasemen sementara, menggusur Aston Villa yang harus menelan kekalahan 0-2 dari Wolves pada pekan ini. Posisi ini sangat krusial bagi Setan Merah dalam mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan.
Saat ini, Manchester United mengoleksi 51 poin, sama dengan Aston Villa, namun unggul dalam selisih gol. Mereka juga unggul tiga poin dari Liverpool yang berada di peringkat kelima. Perbedaan poin dengan Manchester City yang berada di atas mereka adalah delapan poin, dan dengan pemuncak klasemen Arsenal adalah 13 poin, meskipun Arsenal telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Dengan sisa pertandingan yang ada, persaingan untuk memperebutkan posisi teratas klasemen diprediksi akan semakin ketat.
Situasi klasemen yang semakin memanas ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan tim-tim Liga Inggris dalam memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa, khususnya Liga Champions. Manchester United, yang saat ini hanya fokus pada kompetisi domestik setelah tersingkir dari Carabao Cup dan Piala FA, serta tidak berpartisipasi di kompetisi Eropa lainnya, memiliki keuntungan dalam hal waktu istirahat dan persiapan tim dibandingkan dengan rival-rivalnya yang masih harus berlaga di berbagai ajang. Keunggulan ini bisa menjadi faktor penentu dalam perburuan posisi teratas klasemen di sisa musim.
Rekap Hasil Liga Inggris Pekan Ke-28:
Berikut adalah rekap lengkap hasil pertandingan pekan ke-28 Liga Inggris 2025/2026:
- Wolves vs Aston Villa (2-0)
- Bournemouth vs Sunderland (1-1)
- Liverpool vs West Ham (5-2)
- Newcastle vs Everton (2-3)
- Burnley vs Brentford (3-4)
- Leeds United vs Man City (0-1)
- Brighton vs Nottingham Forest (2-1)
- Fulham vs Tottenham (2-1)
- Man United vs Crystal Palace (2-1)
- Arsenal vs Chelsea (2-1)
















