Manchester United di bawah kepemimpinan sementara Michael Carrick telah menorehkan sebuah pencapaian impresif, membukukan empat kemenangan beruntun di ajang Liga Inggris. Prestasi ini diraih setelah Setan Merah berhasil menaklukkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 di Stadion Old Trafford pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor sempurna Carrick sejak mengambil alih kursi pelatih interim pada 13 Januari lalu, tetapi juga menandai momen penting bagi klub yang kali pertama dalam dua tahun terakhir mampu meraih empat kemenangan liga berturut-turut. Dengan raihan ini, Manchester United kokoh di peringkat keempat klasemen sementara dengan total 44 poin, unggul dua poin dari pencapaian mereka di musim sebelumnya. Pertanyaan krusial yang muncul adalah apa yang sebenarnya terjadi di balik kebangkitan tim ini, dan bagaimana Carrick berhasil menginspirasi para pemainnya untuk meraih hasil positif secara konsisten.
Performa Gemilang di Bawah Tangan Dingin Carrick
Rentetan kemenangan Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick dimulai dengan kemenangan kandang atas Manchester United dengan skor 2-0, diikuti oleh kemenangan dramatis 3-2 melawan Fulham, juga di kandang sendiri. Momentum positif ini kemudian berlanjut ke laga tandang, di mana mereka berhasil mengalahkan Arsenal dengan skor 3-2. Puncak dari rentetan kemenangan ini adalah keberhasilan menaklukkan Tottenham Hotspur di Old Trafford dengan skor 2-0. Hasil ini bukan sekadar angka, melainkan sebuah narasi kebangkitan yang patut diapresiasi. Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim, Carrick telah memimpin tim dalam empat pertandingan liga, dan dalam setiap pertandingan tersebut, Manchester United berhasil meraih tiga poin penuh. Keberhasilan ini menjadi yang pertama bagi klub dalam kurun waktu dua tahun terakhir untuk mencatatkan empat kemenangan liga secara beruntun, sebuah statistik yang menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam performa tim.
Carrick Menolak Klaim “Solusi Tuntas”
Meskipun berhasil membimbing Bruno Fernandes dan rekan-rekannya meraih empat kemenangan beruntun, Michael Carrick enggan untuk menyatakan bahwa timnya telah menemukan “solusi tuntas” atas segala permasalahan yang ada. Ia mengungkapkan bahwa sulit untuk mengidentifikasi secara pasti apa yang telah berubah dalam tim. Namun, ia menyoroti komitmen, koneksi antar pemain, dan investasi seluruh elemen tim sebagai faktor kunci yang sangat membantu. “Saya senang dengan komitmen, koneksi, dan semua orang yang telah berinvestasi di dalamnya. Saya pikir itu sangat membantu,” ujarnya seperti dikutip dari ESPN. Carrick menekankan bahwa dalam sepak bola, permainan bisa berubah arah sewaktu-waktu, dan penampilan tim bisa terlihat berbeda, baik positif maupun negatif. Namun, ia meyakini bahwa berada dalam kondisi emosional yang sangat baik telah terbukti menjadi penentu. “Tetapi saya pikir berada dalam kondisi emosional yang sangat baik membantu dan sekali lagi itu terbukti benar,” tambahnya.
Strategi Fleksibel dan Mentalitas Juara
Menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi yang diterapkan saat menghadapi Tottenham Hotspur, Carrick menekankan pentingnya mengatur alur permainan, mengendalikannya, serta menunjukkan kesabaran dan kualitas yang baik. Ia mengakui bahwa ada berbagai cara untuk mencapai tujuan tersebut, dan keempat pertandingan yang telah dilakoni timnya memiliki nuansa yang berbeda-beda. “Empat pertandingan yang telah kami mainkan semuanya terlihat berbeda, tetapi kami tidak terbawa suasana,” tegasnya. Fleksibilitas dalam pendekatan strategi ini, dikombinasikan dengan mentalitas yang kuat, tampaknya menjadi kunci keberhasilan tim. Keunggulan jumlah pemain yang didapat setelah Cristian Romero dari Tottenham diganjar kartu merah pada menit ke-29, menjadi salah satu faktor yang mempermudah Manchester United untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Gol pembuka dicetak oleh Bryan Mbeumo pada menit ke-38, disusul oleh gol kedua yang dicetak oleh Bruno Fernandes pada menit ke-81, mengunci kemenangan 2-0 bagi Setan Merah.
Meskipun hasil yang diraih sangat memuaskan, Michael Carrick tetap menjaga sikap rendah hati dan tidak terburu-buru merasa puas. Ia menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membawa Manchester United ke level yang lebih tinggi. “Saya tidak duduk di sini berpikir semuanya hebat, kami telah berhasil. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan saya sepenuhnya menyadari hal itu,” katanya. Sikap ini menunjukkan bahwa Carrick memiliki pandangan jangka panjang dan fokus pada pengembangan tim secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar meraih kemenangan sesaat. Pernyataan ini juga sejalan dengan pandangan para pemain, seperti Bruno Fernandes yang memuji pengalaman Carrick bersama Manchester United sebagai sesuatu yang “menambah sesuatu yang istimewa bagi tim”. Pengalaman Carrick sebagai mantan pemain kunci di klub ini memberikan pemahaman mendalam tentang tuntutan dan ekspektasi yang ada di Manchester United, yang secara efektif ia tularkan kepada para pemainnya.
Perjalanan Manchester United di bawah kepemimpinan sementara Michael Carrick masih akan terus berlanjut. Pertandingan selanjutnya yang akan dihadapi adalah laga tandang melawan West Ham pada pekan ke-26 Liga Inggris, yang dijadwalkan pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 03.15 WIB. Pertandingan ini akan menjadi ujian lain bagi Carrick dan timnya untuk membuktikan bahwa tren positif ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, strategi yang tepat, dan mentalitas yang kuat. Para penggemar Manchester United tentu berharap agar rentetan kemenangan ini dapat terus berlanjut dan membawa tim kesayangan mereka kembali ke jalur kejayaan.
Kinerja Michael Carrick sebagai pelatih interim telah menuai pujian dari berbagai pihak, termasuk dari para pakar sepak bola dan media. Laporan dari Liputan6.com pada Sabtu, 7 Februari 2026, menyoroti berita tentang Manchester United yang meraih kemenangan empat kali beruntun bersama Carrick sebagai sorotan utama pembaca. Kemenangan atas Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 menjadi bukti nyata dari kemampuan Carrick dalam membalikkan keadaan tim. Start sempurnanya setelah menggantikan Ruben Amorim menjadi catatan penting yang menunjukkan bahwa ia berhasil memberikan dampak positif yang signifikan dalam waktu singkat. Keberhasilan ini juga menggarisbawahi pentingnya peran seorang pelatih interim yang mampu memberikan motivasi dan arahan yang tepat di saat-saat krusial bagi sebuah klub besar seperti Manchester United.

















