Timnas Indonesia dipastikan akan menghadapi tantangan baru dalam ajang bergengsi FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada akhir Maret mendatang. Turnamen mini yang diinisiasi oleh federasi sepak bola dunia ini akan mempertemukan Skuad Garuda dengan Saint Kitts and Nevis dalam laga perdana yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Maret 2026, pukul 20.00 WIB. Sebagai tuan rumah, Indonesia di bawah arahan pelatih anyar asal Inggris, John Herdman, akan bersaing dengan tiga negara dari konfederasi berbeda—yakni Saint Kitts and Nevis dari CONCACAF, Bulgaria dari UEFA, dan Kepulauan Solomon dari OFC—dalam sebuah turnamen berformat sistem gugur yang bertujuan untuk menguji konsistensi serta kematangan taktik tim nasional di level internasional melalui pertemuan antar-benua yang jarang terjadi.
Kepastian mengenai format dan lawan yang akan dihadapi oleh Timnas Indonesia disampaikan secara rinci oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga. Dalam keterangannya di GBK Arena, Senayan, Arya menjelaskan bahwa FIFA Series 2026 di Jakarta ini hanya akan memainkan total tiga pertandingan utama yang melibatkan empat negara peserta. Meskipun PSSI bertindak sebagai penyelenggara dan tuan rumah, Arya menegaskan bahwa otoritas penuh dalam penentuan bagan pertandingan dan pemilihan lawan berada di tangan FIFA. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas kompetisi dan memastikan bahwa setiap tim mendapatkan lawan yang sesuai dengan tujuan pengembangan sepak bola global yang dicanangkan oleh FIFA. PSSI dalam hal ini berperan sebagai pelaksana teknis yang memastikan seluruh sarana dan prasarana di Jakarta siap menyambut tamu-tamu internasional tersebut.

















