KOMPAS.com – Dalam sebuah duel krusial di lanjutan Premier League musim 2025-2026, Chelsea berhasil mengamankan tiga poin penuh dengan kemenangan tandang 3-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park. Pertandingan yang digelar pada Minggu, 25 Januari 2026, ini merupakan bagian dari rangkaian pekan ke-23 kompetisi kasta tertinggi sepak bola Inggris, yang mempertemukan dua tim dengan ambisi berbeda di papan klasemen.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti bagi The Blues, yang berhasil mencuri poin krusial dari kandang lawan. Tiga gol kemenangan Chelsea dicetak oleh bintang muda mereka, Estevao, penyerang tajam Joao Pedro, dan gelandang enerjik Enzo Fernandez. Sementara itu, Crystal Palace hanya mampu membalas satu gol melalui Chris Richards, yang menjadi gol hiburan bagi tim tuan rumah.
Tambahan tiga angka ini membawa Chelsea melesat naik ke peringkat keempat klasemen sementara Premier League dengan total raihan 37 poin. Posisi ini menempatkan mereka dalam persaingan ketat di papan atas. Di sisi lain, Crystal Palace masih tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 28 poin, mengindikasikan perjuangan mereka untuk menjauh dari zona degradasi.
Analisis Mendalam Jalannya Pertandingan: Taktik dan Momen Kunci
Crystal Palace memasuki pertandingan ini dengan catatan performa yang kurang memuaskan, terbukti dari rentetan sembilan laga terakhir tanpa kemenangan. Meskipun demikian, tim asuhan Oliver Glasner ini tidak menunjukkan tanda-tanda gentar dan justru memulai laga dengan tempo yang meyakinkan. Peluang pertama tercipta di menit kedelapan ketika Jean-Philippe Mateta berhasil memanfaatkan kesalahan fatal dari bek Chelsea, Benoit Badiashile. Beruntung bagi tim tamu, kiper Robert Sanchez menunjukkan refleks gemilang untuk menahan tembakan keras penyerang asal Prancis tersebut, mencegah Palace unggul cepat.
Setelah momen menegangkan tersebut, Chelsea perlahan bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Gelandang andalan seperti Enzo Fernandez dan Moises Caicedo mulai menciptakan beberapa peluang berbahaya melalui kombinasi serangan yang apik. Namun, upaya mereka belum membuahkan hasil hingga pertengahan babak pertama. Papan skor baru bergetar di menit ke-34 ketika Estevao, talenta muda yang sedang bersinar, berhasil memecah kebuntuan. Melalui aksi individu yang brilian, ia berhasil melewati beberapa pemain bertahan Palace sebelum akhirnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper Dean Henderson dan sukses menceploskan bola ke gawang.
Menjelang paruh pertama berakhir, Estevao kembali beraksi dan nyaris menggandakan keunggulan Chelsea. Sebuah tembakan kerasnya dari luar kotak penalti sedikit melebar dari sasaran. Skor 1-0 bertahan hingga peluit babak pertama dibunyikan, memberikan keunggulan tipis namun berharga bagi The Blues.
Babak Kedua: Dominasi Chelsea dan Kartu Merah yang Mengubah Dinamika
Memasuki babak kedua, Chelsea tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Baru lima menit babak kedua berjalan, The Blues berhasil mencetak gol kedua melalui Joao Pedro. Berawal dari umpan cerdik dari Estevao, penyerang asal Brasil ini melakukan penetrasi dari sisi kanan pertahanan Palace. Dengan tenang, ia melepaskan tembakan dari depan gawang yang tak mampu dijangkau oleh Dean Henderson, memperlebar jarak keunggulan Chelsea menjadi 2-0.
Dean Henderson menunjukkan performa impresif di bawah mistar gawang Palace, terutama pada menit ke-57. Ia melakukan penyelamatan ganda yang luar biasa, pertama menggagalkan tembakan Estevao yang terukur, kemudian sigap menangkap bola hasil tendangan Marc Cucurella. Penyelamatan tersebut setidaknya menunda keunggulan Chelsea menjadi tiga gol.
Namun, mimpi buruk Crystal Palace semakin menjadi kenyataan pada menit ke-60. Setelah tinjauan VAR yang cermat, wasit memutuskan memberikan hadiah penalti kepada Chelsea menyusul pelanggaran handball yang dilakukan oleh Jaydee Canvot di dalam kotak terlarang. Enzo Fernandez maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna, mencetak gol ketiga bagi Chelsea pada menit ke-64 dan membuat skor menjadi 3-0.
Situasi Palace semakin memburuk pada menit ke-72. Adam Wharton, yang sebelumnya telah mengantongi kartu kuning, kembali melakukan pelanggaran keras terhadap Moises Caicedo. Wasit tidak ragu memberikan kartu kuning kedua kepadanya, yang berarti kartu merah dan membuat Palace harus bermain dengan sepuluh orang pemain sejak menit tersebut.
Tertinggal tiga gol dan bermain dengan sepuluh pemain membuat manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, melakukan perubahan taktis pada menit ke-75 dengan memasukkan beberapa pemain pengganti untuk mencoba mengubah jalannya pertandingan. Meski begitu, Palace akhirnya berhasil mencetak gol hiburan di menit ke-88 melalui Chris Richards, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Chelsea. Sembilan menit tambahan waktu yang diberikan oleh wasit tidak dimanfaatkan oleh kedua tim untuk menambah gol. Skor akhir 3-1 untuk kemenangan Chelsea tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain Crystal Palace vs Chelsea:
| Crystal Palace | Chelsea |
|---|---|
| Dean Henderson (PG) | Robert Sanchez (PG) |
| Jaydee Canvot (Yeremy Pino 65′) | Marc Cucurella |
| Maxence Lacroix | Benoit Badiashile |
| Chris Richards | Trevoh Chalobah |
| Tyrick Mitchell (Borna Sosa 65′) | Reece James (Jorrel Hato 81′) |
| Jefferson Lerma | Moises Caicedo (Wesley Fofana 73′) |
| Adam Wharton | Andrey Santos |
| Daniel Munoz (Chadi Riad 76′) | Pedro Neto (Malo Gusto 74′) |
| Ismaila Sarr | Enzo Fernandez |
| Brennan Johnson (Will Hughes 76′) | Estevao (Jamie Gittens 74′) |
| Jean-Philippe Mateta (Christantus Uche 85′) | Joao Pedro (Liam Delap 85′) |
| Manajer: Oliver Glasner | Manajer: Liam Rosenior |


















