Manchester City telah mengamankan satu tempat di final Piala Liga Inggris edisi 2026 dengan performa dominan, menyingkirkan Newcastle United dalam laga semifinal yang digelar di Stadion Etihad. Kemenangan telak 3-1 pada leg kedua, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB, memastikan The Citizens unggul agregat 5-1, sebuah pencapaian impresif yang mengantar mereka menuju partai puncak. Di sana, mereka akan menghadapi rival sengit, Arsenal, dalam sebuah duel yang diprediksi akan sarat gengsi dan taktik. Pertandingan krusial ini, yang akan memperebutkan trofi bergengsi, tidak hanya menjadi ajang pembuktian kekuatan kedua tim, tetapi juga menampilkan bentrokan taktis antara Pep Guardiola, sang mentor, dan mantan asistennya, Mikel Arteta, yang kini memimpin The Gunners.
Performa Gemilang Manchester City: Kemenangan Agregat dan Duel Klasik di Final
Manchester City menampilkan performa yang memukau dan tak terbantahkan dalam perjalanan mereka menuju final Piala Liga Inggris. Kemenangan 3-1 di kandang sendiri pada leg kedua semifinal melawan Newcastle United menjadi bukti nyata dominasi mereka. Hasil ini tidak hanya menyegel tiket ke partai puncak, tetapi juga mengukuhkan keunggulan agregat yang signifikan, yakni 5-1. Keberhasilan ini membawa The Citizens berhadapan dengan Arsenal dalam sebuah pertandingan final yang diprediksi akan menjadi tontonan menarik. Pertemuan kedua tim di final ini akan menjadi momen penting, mengingat latar belakang hubungan antara manajer kedua klub, Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Guardiola, yang merupakan mentor bagi Arteta, akan berhadapan dengan mantan anak didiknya dalam sebuah duel taktik yang patut dinanti di Wembley Stadium. Jadwal pertandingan final ini telah ditetapkan pada Minggu malam, 22 Maret 2026, mulai pukul 22.00 WIB, di stadion ikonik Wembley, London, Inggris, sebagaimana dilaporkan oleh Tirto.ID.
Dalam pertandingan krusial ini, penyerang Manchester City, Omar Marmoush, menjadi bintang lapangan dengan penampilan gemilangnya. Marmoush berhasil mencetak dua gol, menunjukkan ketajamannya di lini depan. Satu gol tambahan disumbangkan oleh Tijjani Reijnders, melengkapi kemenangan meyakinkan bagi tim tuan rumah. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Manchester City ke final, tetapi juga memperpanjang catatan positif mereka dalam kompetisi ini. Tim asuhan Pep Guardiola ini memiliki rekam jejak yang kuat di Piala Liga Inggris, pernah meraih empat gelar berturut-turut antara tahun 2018 hingga 2021, dan total telah mengoleksi delapan trofi. Jumlah ini menempatkan mereka sebagai salah satu tim tersukses dalam sejarah turnamen ini, hanya kalah dari Liverpool yang memiliki sepuluh gelar.
Dominasi City Sejak Awal Laga dan Peran Krusial Marmoush
Manchester City langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Bermain di hadapan para pendukungnya sendiri di Stadion Etihad, tim tuan rumah tidak memberikan banyak kesempatan bagi Newcastle United untuk mengembangkan permainan mereka. Tekanan yang konsisten dari lini depan City terbukti efektif dalam memecah pertahanan tim tamu. Gol pembuka tercipta sangat cepat, hanya enam menit setelah pertandingan dimulai. Omar Marmoush berhasil mencetak gol pertamanya setelah tendangannya berbelok arah akibat mengenai bek Newcastle, Dan Burn, sebelum akhirnya masuk ke dalam gawang. Gol awal ini memberikan momentum positif bagi City dan menekan Newcastle sejak menit-menit awal pertandingan.
Keberhasilan Marmoush tidak berhenti di situ. Pemain internasional Mesir ini kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol kedua melalui sundulan jarak dekat. Gol ini tercipta berkat umpan silang akurat dari Antoine Semenyo, yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Marmoush. Dengan dua gol tambahan ini, Marmoush kini telah mengoleksi total 12 gol untuk Manchester City, dengan lima di antaranya dicetak secara spesifik ke gawang Newcastle United di Etihad Stadium. Penampilan luar biasa Marmoush ini mendapat apresiasi tinggi, dan ia mengungkapkan rasa senangnya kepada Sky Sports, “Kami menunjukkan mentalitas yang sangat baik. Kami bersatu sebagai tim, sejak menit pertama kami sangat fokus pada pekerjaan. Kami menunjukkan mentalitas dan semangat kami dan sangat senang mencapai final.” Ia menambahkan, “Kami di sini untuk memenangkan trofi. Kami memberikan yang terbaik setiap hari untuk mencapai final ini dan memenangkan piala. Semoga kita bisa melakukannya untuk semua pemain baru dan juga para pemain yang sudah ada di sini.” Pernyataan ini mencerminkan ambisi besar tim untuk meraih gelar.
Dominasi Manchester City berlanjut hingga menjelang akhir babak pertama. Gol ketiga tercipta berkat kerja sama apik yang melibatkan Antoine Semenyo kembali. Umpan silang yang ia berikan berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Tijjani Reijnders, menambah keunggulan bagi tim tuan rumah dan membuat skor menjadi 3-0 sebelum jeda. Gol ini semakin memperkokoh posisi City dalam pertandingan dan membuat tugas Newcastle semakin berat.
Newcastle Memperkecil Ketertinggalan, Namun City Tetap Mengendalikan Permainan
Memasuki babak kedua, Newcastle United menunjukkan respons yang lebih baik dan berhasil memperkecil ketertinggalan. Pemain pengganti, Anthony Elanga, memberikan dampak instan bagi tim tamu. Memanfaatkan kecepatannya, Elanga berhasil menciptakan ruang tembak dan melepaskan tendangan melengkung yang indah ke sudut gawang. Sepakan tersebut tidak mampu dijangkau oleh kiper Manchester City, James Trafford, dan berbuah gol tepat setelah menit ke-60 pertandingan. Gol ini memberikan sedikit harapan bagi Newcastle untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan.
Elanga bahkan hampir mencetak gol keduanya dan kembali membuka asa bagi timnya. Ia mendapatkan dua peluang emas lainnya untuk menambah pundi-pundi gol Newcastle. Namun, sayangnya, kedua kesempatan tersebut gagal berbuah hasil, termasuk satu peluang yang sangat dekat dengan gawang namun terbuang sia-sia. Di sisi lain, Manchester City juga nyaris menambah keunggulan mereka. Erling Haaland, striker andalan City, sempat melihat tendangannya membentur tiang gawang, sebuah momen yang bisa saja menambah derita bagi Newcastle.
Arsenal Menanti di Final: Perjuangan Mengakhiri Penantian Panjang
Sementara Manchester City melangkah mantap ke final dengan sejarah panjang kejayaan di Piala Liga Inggris, Arsenal akan datang ke partai puncak dengan ambisi besar untuk mengakhiri penantian gelar yang telah berlangsung cukup lama. The Gunners belum pernah mengangkat trofi Piala Liga Inggris selama 33 tahun terakhir. Sepanjang sejarah klub, Arsenal baru berhasil menjuarai kompetisi ini sebanyak dua kali. Kehadiran mereka di final kali ini menjadi kesempatan emas untuk mengakhiri dahaga gelar dan menambah koleksi trofi mereka. Pertemuan antara Manchester City dan Arsenal di final Piala Liga Inggris 2026 ini dipastikan akan menjadi duel klasik yang sarat emosi dan strategi.

















