Persiapan matang tengah digeber oleh jajaran manajemen dan tim pelatih Timnas Futsal Putri Indonesia guna menyongsong gelaran bergengsi ASEAN Women’s Futsal Championship 2026. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan pemusatan latihan atau Training Center (TC) yang dirancang secara komprehensif dan intensif. Fokus utama dari agenda ini tidak hanya terpaku pada peningkatan kebugaran fisik para pemain, melainkan juga menjadi kawah candradimuka bagi tim pelatih untuk meracik formula strategi paling efektif. Di bawah tekanan ekspektasi publik yang tinggi, tim pelatih dituntut untuk mampu menyatukan visi bermain, mengasah ketajaman taktik, serta yang paling krusial adalah membangun mentalitas juara di dalam sanubari setiap penggawa Garuda Pertiwi. Persaingan di level Asia Tenggara kini telah mengalami eskalasi yang sangat signifikan, sehingga kesiapan mental akan menjadi faktor pembeda saat tim harus menghadapi situasi sulit di atas lapangan nantinya.
Turnamen ASEAN Women’s Futsal Championship 2026 sendiri dijadwalkan akan berlangsung di Thailand, negara yang selama ini dikenal sebagai kiblat futsal di kawasan ASEAN. Perhelatan akbar ini akan bergulir mulai tanggal 23 Februari hingga 1 Maret 2026 mendatang. Pemilihan Thailand sebagai tuan rumah tentu memberikan tantangan tersendiri bagi Indonesia, mengingat atmosfer pertandingan di sana selalu dipenuhi dengan tekanan suporter lawan yang fanatik. Namun, bagi Timnas Futsal Putri Indonesia, ajang ini adalah panggung pembuktian bahwa kualitas futsal putri tanah air telah berada pada level yang kompetitif dan siap untuk meruntuhkan dominasi tim-tim tradisional lainnya. Waktu persiapan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk beradaptasi dengan berbagai skenario pertandingan, mulai dari transisi cepat hingga skema bola mati yang sering kali menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan futsal yang berlangsung dengan tempo sangat tinggi.
Ambisi besar yang diusung oleh skuat Garuda Pertiwi bukan tanpa landasan yang kuat. Timnas Futsal Putri Indonesia memiliki modal berharga berupa rekam jejak prestasi yang cukup membanggakan pada ajang sebelumnya. Pada gelaran SEA Games 2026 silam, tim ini berhasil mencatatkan pencapaian apik dengan membawa pulang medali perak. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa potensi atlet futsal putri Indonesia sangat besar dan hanya membutuhkan polesan taktis serta dukungan manajerial yang berkelanjutan untuk bisa meraih podium tertinggi. Medali perak tersebut kini menjadi standar minimal sekaligus pemantik semangat bagi para pemain untuk melampaui pencapaian tersebut dan mengonversinya menjadi medali emas pada ASEAN Women’s Futsal Championship 2026. Evaluasi mendalam dari hasil SEA Games tersebut telah dilakukan untuk menambal celah-celah kelemahan yang masih terlihat, terutama dalam hal konsistensi permainan sepanjang empat puluh menit waktu bersih.
Analisis Komposisi Skuat dan Kedalaman Tim
Dalam pemanggilan pemain kali ini, tim pelatih telah mengurasi talenta-talenta terbaik dari berbagai klub profesional yang berkompetisi di liga domestik. Komposisi skuat mencerminkan kombinasi antara pemain berpengalaman yang telah memiliki jam terbang internasional dengan pemain muda potensial yang memiliki energi serta determinasi tinggi. Di sektor penjaga gawang, nama-nama seperti Fitry Amelya dari Kuda Laut Nusantara Angels dan Sella Salsadila Agustin dari Kebumen Angels diharapkan mampu menjadi tembok kokoh di bawah mistar. Keberadaan Riska Aprilia dari Alive FC juga menambah kedalaman opsi bagi pelatih, mengingat posisi kiper dalam futsal modern tidak hanya bertugas menghalau bola, tetapi juga sebagai pemulai serangan pertama atau build-up play yang efektif melalui distribusi bola yang akurat.
Sektor pertahanan atau posisi Anchor menjadi perhatian khusus karena merupakan poros keseimbangan tim. Nama-nama senior seperti Novita Murni Piranti dan Diah Tri Lestari dari MSP FC kembali dipercaya untuk mengawal lini belakang. Pengalaman mereka dalam membaca arah permainan dan memutus serangan lawan akan sangat krusial. Selain itu, hadirnya Antika Asri Julaikah dari Kebumen Angels dan Nizrina Fauziah Permana dari Universitas Pendidikan Indonesia memberikan variasi taktis bagi pelatih. Seorang Anchor dituntut memiliki ketenangan luar biasa dalam menguasai bola di area pertahanan sendiri sebelum mengalirkannya ke lini depan, sekaligus memiliki kemampuan intersep yang tajam untuk meminimalisir ancaman lawan sebelum masuk ke zona berbahaya.
Lini tengah atau posisi Flank merupakan mesin penggerak permainan yang dihuni oleh pemain-pemain dengan kecepatan dan kreativitas tinggi. Dhea Febrina Bangun dari Netic FC dan Fitri Rosdiana dari MSP FC diprediksi akan menjadi motor serangan utama. Sektor ini sangat padat dengan talenta berbakat seperti Diana Nuraeni, Asselah Terecita Lukuaka, hingga Fitri Sundari. Keberadaan Marsya Aulia Nur Halisa dari AFK Bandung dan Quisepina Anastasia T Olin dari Kuda Laut Nusantara Angels menambah opsi serangan dari sisi sayap. Tak ketinggalan, Ikeu Rosita dari MSP FC yang dikenal memiliki kemampuan dribel mumpuni juga masuk dalam daftar. Para pemain Flank ini diharapkan mampu melakukan tusukan-tusukan mematikan serta memberikan umpan-umpan matang bagi ujung tombak tim.
Daftar Lengkap Pemain Pemusatan Latihan (TC)
Berikut adalah rincian daftar pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Futsal Putri Indonesia dalam rangka persiapan menuju ASEAN Women’s Futsal Championship 2026 di Thailand:
| Posisi | Nama Pemain | Asal Klub |
|---|---|---|
| Penjaga Gawang (Kiper) | Fitry Amelya | Kuda Laut Nusantara Angels |
| Sella Salsadila Agustin | Kebumen Angels | |
| Riska Aprilia | Alive FC | |
| Anchor | Novita Murni Piranti | MSP FC |
| Diah Tri Lestari | MSP FC | |
| Antika Asri Julaikah | Kebumen Angels | |
| Nizrina Fauziah Permana | Universitas Pendidikan Indonesia | |
| Flank | Dhea Febrina Bangun | Netic FC |
| Fitri Rosdiana | MSP FC | |
| Diana Nuraeni | STKIP | |
| Asselah Terecita Lukuaka | Kuda Laut Nusantara Angels | |
| Fitri Sundari | Kuda Laut Nusantara Angels | |
| Marsya Aulia Nur Halisa | AFK Bandung | |
| Quisepina Anastasia T Olin | Kuda Laut Nusantara Angels | |
| Ikeu Rosita | MSP FC | |
| Pivot | Nisma Francida Rusdiana | Alive FC |
| Agnes Matulapelwa | Netic FC | |
| Insyafadya Salsabillah | Kuda Laut Nusantara Angels | |
| Arlince Tuan | Universitas Negeri Jakarta |
Terakhir, pada posisi Pivot atau penyerang murni, Indonesia memanggil empat pemain yang memiliki karakteristik berbeda namun sama-sama tajam. Nisma Francida Rusdiana dari Alive FC dan Agnes Matulapelwa dari Netic FC akan menjadi tumpuan dalam memecah kebuntuan di lini depan. Selain itu, Insyafadya Salsabillah dari Kuda Laut Nusantara Angels dan Arlince Tuan dari Universitas Negeri Jakarta memberikan fleksibilitas bagi pelatih untuk menerapkan skema penyerangan yang berbeda-beda, tergantung pada tipikal pertahanan lawan yang dihadapi. Seorang Pivot diwajibkan memiliki kemampuan menahan bola (ball shielding) yang kuat untuk menunggu dukungan dari rekan setim, serta insting penyelesaian akhir yang dingin di depan gawang. Dengan materi pemain yang merata di setiap lini, Timnas Futsal Putri Indonesia optimis dapat berbicara banyak dan mengukir sejarah baru di Thailand nanti.
Secara keseluruhan, pemusatan latihan ini merupakan manifestasi dari keseriusan Federasi Futsal Indonesia dalam membina prestasi di sektor putri. Integrasi antara pemain dari klub-klub papan atas seperti Kuda Laut Nusantara Angels, MSP FC, dan Kebumen Angels menunjukkan bahwa kompetisi domestik telah berhasil melahirkan bibit-bibit unggul yang siap diuji di level internasional. Tantangan besar di ASEAN Women’s Futsal Championship 2026 sudah di depan mata, dan dengan persiapan yang matang, strategi yang jitu, serta dukungan penuh dari seluruh elemen pecinta futsal tanah air, bukan hal yang mustahil jika lagu Indonesia Raya akan berkumandang di partai final di Thailand tahun depan.


















