Aura megabintang Eropa kini benar-benar menyelimuti pusat latihan Persib Bandung, membawa ekspektasi tinggi sekaligus kehati-hatian yang terukur. Layvin Kurzawa, bek kiri internasional Prancis yang namanya melambung bersama Paris Saint-Germain, telah resmi mencicipi rumput hijau bersama skuad Maung Bandung pada Rabu, 28 Januari 2026. Kedatangan pemain berusia 33 tahun ini sontak menyita perhatian publik sepak bola nasional, namun pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, memilih pendekatan konservatif, menegaskan bahwa sang rekrutan anyar belum akan langsung diterjunkan dalam laga kompetitif terdekat. Keputusan ini, yang diambil setelah Kurzawa menjalani sesi latihan perdananya di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), murni didasarkan pada pertimbangan kebugaran fisik dan proses adaptasi yang cermat, menandai fase krusial bagi Persib dalam mengintegrasikan talenta kelas dunia ini ke dalam dinamika BRI Liga 1.
Sesi latihan perdana Layvin Kurzawa bersama Persib Bandung, yang berlangsung pada pagi hari di lapangan pendamping Stadion GBLA, menjadi sorotan utama. Bek kiri berpostur atletis itu tidak langsung bergabung dalam intensitas penuh bersama rekan-rekan barunya. Berdasarkan informasi resmi dari laman Persib, Kurzawa memulai sesi dengan bergabung dalam pemanasan tim, sebuah langkah awal untuk merasakan atmosfer dan berinteraksi dengan skuad. Namun, setelah fase pemanasan tersebut, ia melanjutkan dengan program pemulihan kebugaran secara mandiri. Pendekatan ini menunjukkan komitmen klub untuk memastikan Kurzawa mencapai kondisi fisik optimal tanpa memaksakan diri, mengingat transisi dari status tanpa klub sejak Juli tahun lalu. Kehadiran Andrew Jung, salah satu staf pelatih, turut menjadi ‘pemandu’ bagi Kurzawa dalam sesi adaptasi awal ini, membantu sang pemain memahami lingkungan dan program latihan yang akan dijalaninya. Seluruh proses ini juga didahului dengan penyelesaian berbagai administrasi penting, termasuk izin tinggal sementara, yang memastikan Kurzawa dapat fokus sepenuhnya pada persiapan di lapangan.
Meskipun antusiasme publik terhadap debut Kurzawa sangat tinggi, terutama menjelang pertandingan pekan ke-19 BRI Liga 1 melawan Persis Solo pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Stadion Manahan, Solo, Bojan Hodak dengan tegas menyatakan bahwa Kurzawa tidak akan masuk dalam rombongan tim yang bertolak ke Solo. Pelatih asal Kroasia itu menjelaskan bahwa keputusannya ini bukan tanpa alasan kuat. “Dia tidak dibawa karena harus berlatih terlebih dahulu. Pemain tidak bisa datang lalu langsung bermain. Itu berisiko cedera,” ujar Hodak, menyoroti pentingnya kebugaran dan pencegahan cedera sebagai prioritas utama. Pendekatan Hodak mencerminkan profesionalisme tinggi dalam manajemen pemain, terutama untuk rekrutan dengan riwayat cedera dan periode istirahat panjang. Integrasi bertahap adalah kunci untuk memastikan Kurzawa dapat memberikan kontribusi maksimal tanpa membahayakan kondisi fisiknya di kemudian hari, sekaligus memberi waktu baginya untuk beradaptasi penuh dengan gaya permainan dan iklim sepak bola Indonesia.
Kedatangan Kurzawa ke Bandung sendiri telah menjadi peristiwa yang meriah. Tiga hari sebelum sesi latihan perdananya, tepatnya pada Minggu, 25 Januari 2026, Kurzawa diperkenalkan secara resmi kepada publik di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Momen perkenalan ini dilakukan setelah Persib berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak, menambah euforia di kalangan Bobotoh. Stadion GBLA yang riuh menjadi saksi bisu sambutan hangat bagi bintang Eropa tersebut. Sementara itu, Persib juga masih menantikan kedatangan rekrutan anyar lainnya, Dion Markx. Hodak mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pemain tim nasional Indonesia U-23 itu sedang berlangsung intensif. “Dia bicara dengan saya dalam 48 jam,” kata Hodak singkat, mengindikasikan bahwa Markx diharapkan segera bergabung dengan tim dalam waktu dekat, melengkapi kekuatan baru Maung Bandung untuk paruh kedua musim.
Jejak Gemilang di Panggung Eropa: Dari PSG Hingga Timnas Prancis
Layvin Kurzawa datang ke Persib dengan membawa rekam jejak yang sangat mengesankan di kancah sepak bola Eropa. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini dikontrak Maung Bandung hingga akhir musim ini, sebuah langkah strategis untuk memperkuat lini pertahanan. Sebagian besar kariernya yang gemilang dihabiskan bersama raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), di mana ia membela Les Parisiens selama delapan musim penuh dominasi. Selama periode tersebut, Kurzawa sempat menjalani masa peminjaman selama satu musim ke klub Liga Inggris, Fulham, untuk mencari lebih banyak menit bermain.


















