Derbi London Utara yang paling dinanti, sebuah duel sarat gengsi antara Tottenham Hotspur dan Arsenal, akan memanaskan Liga Inggris pada Minggu, 22 Februari 2026, pukul 23.30 WIB. Pertarungan sengit ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan penentu nasib kedua tim di sisa musim. Arsenal, yang kini nyaman bertengger di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin, mengincar kemenangan krusial untuk memuluskan langkah mereka dalam perburuan gelar juara. Di sisi lain, Tottenham Hotspur, yang terperosok di peringkat ke-16 dan hanya berjarak lima poin dari jurang degradasi, berjuang keras untuk mengamankan posisi mereka dan memberikan debut kemenangan bagi pelatih anyar, Igor Tudor. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Tottenham Hotspur ini dipimpin oleh wasit Paul Bankes dari Inggris, dan akan disiarkan langsung melalui berbagai platform, termasuk SCTV, MOJI, dan Vidio, menandai momen penting dalam kalender sepak bola Inggris.
Perbedaan Momentum dan Motivasi di Musim yang Krusial
Musim 2025/2026 Liga Inggris menampilkan dua kutub yang kontras bagi dua klub raksasa London Utara ini. Arsenal, di bawah asuhan Mikel Arteta, menunjukkan performa yang solid dan konsisten, menempatkan mereka di posisi terdepan dalam perburuan gelar juara. Dengan 58 poin yang telah dikumpulkan, The Gunners memiliki keunggulan lima poin atas pesaing terdekatnya, sebuah modal psikologis yang signifikan menjelang akhir musim. Sebaliknya, Tottenham Hotspur tengah berjuang keras untuk keluar dari periode sulit. Posisi ke-16 klasemen dengan hanya 29 poin menempatkan mereka dalam bayang-bayang degradasi, sebuah situasi yang jauh dari harapan awal musim. Perubahan taktik dan personel baru di kubu Spurs, dengan Igor Tudor yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Thomas Frank, menambah elemen ketidakpastian sekaligus harapan akan kebangkitan.
Tren performa Tottenham sejak awal tahun 2026 sangat mengkhawatirkan. Mereka menjadi satu-satunya tim di Premier League yang belum merasakan kemenangan di liga sejak pergantian tahun, hanya mampu mengumpulkan empat poin dari delapan pertandingan terakhir. Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Igor Tudor. Meskipun demikian, sejarah menunjukkan bahwa pelatih asal Kroasia ini memiliki rekam jejak yang impresif dalam laga debutnya. Di lima klub terakhir yang ia tangani, Tudor selalu berhasil meraih kemenangan di pertandingan pertamanya, sebuah statistik yang bisa menjadi suntikan moral bagi Tottenham.
Di sisi lain, Arsenal, meskipun berada di puncak, juga tidak sepenuhnya luput dari sorotan. Dua hasil imbang beruntun dalam dua laga terakhir, masing-masing melawan Brentford (1-1) dan Wolverhampton Wanderers (2-2), menunjukkan adanya sedikit keraguan dalam penampilan mereka. Hasil-hasil ini, meskipun tidak sampai menggoyahkan posisi puncak, tentu menjadi bahan evaluasi bagi Mikel Arteta. Derbi London Utara ini menjadi momen penting dengan taruhan yang sangat berbeda bagi kedua tim. Bagi Arsenal, kemenangan adalah kunci untuk mempertahankan momentum perburuan gelar dan menjauh dari kejaran pesaing. Bagi Tottenham, kemenangan bukan hanya tentang gengsi, tetapi juga tentang menjaga eksistensi mereka di kasta tertinggi sepak bola Inggris dan memberikan awal yang positif bagi era baru di bawah Tudor.
Krisis Cedera Melanda Tottenham, Arsenal Berharap pada Kembalinya Pilar Kunci
Menjelang bentrokan krusial ini, Tottenham Hotspur dihadapkan pada situasi genting akibat badai cedera yang menghantam skuad asuhan Igor Tudor. Kabar terbaru menyebutkan bahwa meskipun Richarlison telah kembali berlatih, kondisinya belum sepenuhnya fit dan Tudor meragukan ketersediaannya untuk pertandingan penting ini. Situasi semakin memburuk dengan absennya Wilson Odobert hingga akhir musim. Pemain muda ini mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) saat pertandingan melawan Newcastle United, sebuah pukulan telak bagi kedalaman skuad Spurs.
Daftar pemain Tottenham yang masih menjalani perawatan medis semakin panjang, mencakup nama-nama penting seperti Pedro Porro (cedera paha), Dejan Kulusevski (cedera lutut), James Maddison (cedera ACL yang serius), Mohammed Kudus (cedera paha), Kevin Danso (cedera pergelangan kaki), Destiny Udogie (cedera paha), Lucas Bergvall (cedera pergelangan kaki), Ben Davies (cedera pergelangan kaki), dan Rodrigo Bentancur (cedera paha). Absennya begitu banyak pemain kunci tidak hanya mengurangi opsi taktis bagi Igor Tudor, tetapi juga membatasi kemampuannya untuk menerapkan formasi yang ia inginkan, termasuk skema tiga bek yang menjadi ciri khasnya. Cristian Romero, bek sentral andalan, juga harus menjalani pertandingan kedua dari sanksi larangan bermain empat laga, semakin menambah kompleksitas bagi lini pertahanan Tottenham. Dalam situasi ini, Randal Kolo Muani diprediksi akan menjadi andalan di lini depan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Odobert.
Di sisi lain, Arsenal datang ke pertandingan ini dengan kondisi skuad yang jauh lebih menguntungkan. Kabar baik menghampiri kubu The Gunners dengan potensi kembalinya Martin Odegaard (cedera lutut), Kai Havertz (cedera otot), dan Max Dowman (cedera pergelangan kaki) ke dalam skuad. Odegaard dan Havertz bahkan berpeluang besar untuk kembali mengisi posisi starter. Kehadiran Odegaard, khususnya, sangat krusial bagi permainan Arsenal. Jika ia pulih sepenuhnya, Bukayo Saka kemungkinan akan kembali menempati posisinya di sayap kanan, sementara Noni Madueke, yang penampilannya kurang meyakinkan di laga tengah pekan, berpotensi tersisih. Leandro Trossard, yang sempat mengalami cedera saat melawan Wolverhampton Wanderers, juga diperkirakan akan tetap tersedia untuk derbi ini, memberikan Mikel Arteta lebih banyak opsi di lini serang.
Analisis Head-to-Head dan Perkiraan Kekuatan Tim
Secara historis, bentrokan antara Tottenham Hotspur dan Arsenal selalu menyajikan drama dan intensitas tinggi. Dalam 212 pertemuan yang telah tercatat, Arsenal memiliki catatan kemenangan yang lebih unggul dengan 90 kemenangan, sementara Tottenham berhasil meraih 67 kemenangan, dan 55 pertandingan berakhir imbang. Rekor pertemuan terakhir juga menunjukkan dominasi Arsenal dalam beberapa musim terakhir. Pada 23 November 2025, Arsenal berhasil membungkam Tottenham dengan skor telak 4-1 di kandang lawan dalam lanjutan Liga Inggris. Sebelumnya, pada 15 Januari 2025, Arsenal kembali meraih kemenangan 2-1 atas Spurs. Kemenangan tandang Arsenal juga terjadi pada 15 September 2024 dengan skor 1-0. Meskipun demikian, pertemuan pada 28 April 2024 menyajikan pertandingan ketat yang dimenangkan Arsenal 3-2, dan pada 24 September 2023, kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor 2-2.
Dari sisi statistik performa tandang, Arsenal menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Mereka telah mencetak 19 gol saat bermain di luar kandang dan hanya kebobolan 10 gol, menjadikannya salah satu pertahanan tandang terbaik di liga. Sebaliknya, Tottenham justru menunjukkan kerentanan di kandang sendiri, dengan catatan kebobolan 18 gol dan hanya mencetak 16 gol. Perbedaan statistik ini semakin memperkuat posisi Arsenal sebagai tim yang diunggulkan dalam pertandingan ini.
Perkiraan susunan pemain untuk Tottenham Hotspur (4-3-3) adalah Vicario; Gray, Dragusin, Van de Ven, Spence; Gallagher, Palhinha, Sarr; Kolo Muani, Solanke, Simons, dengan Igor Tudor sebagai pelatih. Sementara itu, Arsenal diprediksi akan menurunkan formasi 4-3-3 dengan Raya; Timber, Saliba, Gabriel, Hincapie; Odegaard, Zubimendi, Rice; Saka, Gyokeres, Trossard, di bawah arahan Mikel Arteta.
Meskipun hasil imbang melawan Wolves mungkin sedikit meredam euforia Arsenal, motivasi mereka untuk menjaga peluang juara tetap membara. Di sisi lain, Tottenham memiliki ambisi ganda: menjauh dari ancaman degradasi dan memberikan kado kemenangan pertama bagi pelatih baru mereka. Namun, dengan krisis cedera yang parah dan rekor kandang yang kurang meyakinkan, Arsenal tetap menjadi favorit untuk membawa pulang tiga poin dari Stadion Tottenham Hotspur. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi saksi perjuangan keras dari kedua tim, namun keunggulan kualitas skuad dan momentum yang dimiliki Arsenal kemungkinan besar akan menentukan hasil akhir.

















