Pertempuran epik bertajuk Derby d’Italia kembali memanaskan atmosfer Stadion Giuseppe Meazza saat Inter Milan menjamu rival abadi mereka, Juventus, dalam laga lanjutan Liga Italia musim 2025/26 pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan yang dipenuhi dengan tensi tinggi, drama kartu merah, dan aksi saling balas gol yang mendebarkan, I Nerazzurri berhasil mengunci kemenangan tipis namun krusial dengan skor 3-2. Kemenangan dramatis ini tidak hanya memastikan tiga poin penuh bagi skuat asuhan Simone Inzaghi, tetapi juga memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen sementara Serie A, sekaligus memberikan pernyataan tegas dalam perburuan gelar Scudetto musim ini melalui gol penentu Piotr Zielinski pada menit ke-90.
Komposisi Skuat dan Duel Taktis di San Siro
Memasuki arena pertandingan dengan ambisi mempertahankan dominasi di kasta tertinggi sepak bola Italia, Inter Milan menurunkan komposisi pemain terbaik mereka. Di bawah mistar gawang, kiper berpengalaman Yann Sommer tetap menjadi pilihan utama untuk mengawal pertahanan. Lini belakang Inter dikomandoi oleh trio tangguh yang terdiri dari Yann Bisseck, Manuel Akanji, dan bek tim nasional Italia, Alessandro Bastoni. Di sektor tengah, kreativitas dan mobilitas menjadi kunci dengan kehadiran Luis Henrique, Nicolò Barella, serta Piotr Zieliński yang nantinya akan menjadi pahlawan kemenangan. Petar Sucic dan Federico Dimarco dipercaya menyisir sisi sayap untuk memberikan suplai bola kepada duet lini depan yang sangat ditakuti, yakni Marcus Thuram dan sang kapten Lautaro Martínez.
Di kubu tim tamu, Juventus yang datang dengan misi mencuri poin penuh di San Siro juga tidak main-main dalam menyusun kekuatan. Pelatih Si Nyonya Tua mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Michele Di Gregorio. Lini pertahanan Juventus diisi oleh kombinasi pemain muda dan berpengalaman seperti Andrea Cambiaso, Lloyd Kelly, Gleison Bremer, dan Pierre Kalulu. Untuk menguasai lini tengah, Juventus memasang Fabio Miretti, Manuel Locatelli, dan Weston McKennie yang diharapkan mampu memutus aliran bola Inter. Sementara itu, kreativitas serangan dipercayakan kepada Kenan Yıldız dan Francisco Conceicao untuk mendukung pergerakan ujung tombak tajam mereka, Jonathan David. Pertemuan kedua tim ini sejak awal diprediksi akan menjadi adu taktik yang sangat intens mengingat sejarah panjang rivalitas keduanya.
Drama Babak Pertama: Dari Gol Bunuh Diri hingga Kartu Merah
Peluit babak pertama dibunyikan dan intensitas pertandingan langsung memuncak. Inter Milan yang bermain di hadapan pendukung fanatiknya mencoba mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-17 melalui situasi yang tidak terduga. Sebuah tekanan yang dilancarkan oleh lini serang Inter memaksa barisan pertahanan Juventus melakukan kesalahan fatal. Andrea Cambiaso, yang mencoba mengantisipasi arah bola, justru salah melakukan sapuan sehingga bola meluncur masuk ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat seisi Stadion Giuseppe Meazza bergemuruh, memberikan keunggulan 1-0 bagi tuan rumah. Namun, Juventus menunjukkan mentalitas baja mereka dan tidak butuh waktu lama untuk merespons ketertinggalan tersebut.
Hanya berselang sembilan menit kemudian, tepatnya pada menit ke-26, Andrea Cambiaso berhasil membayar lunas kesalahannya dengan cara yang elegan. Berawal dari skema serangan balik yang terorganisir, Weston McKennie mengirimkan umpan matang yang berhasil dikonversi menjadi gol oleh Cambiaso. Sepakan terukurnya gagal dibendung oleh Yann Sommer, membuat kedudukan kembali imbang 1-1. Namun, momentum positif Juventus harus terganggu menjelang akhir babak pertama. Pierre Kalulu, yang sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning pada menit ke-32 akibat pelanggaran keras, kembali melakukan tindakan ceroboh pada menit ke-42. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang diikuti kartu merah, memaksa Juventus bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan yang masih sangat panjang.
Babak Kedua: Perlawanan Sepuluh Pemain dan Kebangkitan Inter
Memasuki babak kedua, Inter Milan yang unggul jumlah pemain mencoba mengeksploitasi setiap celah di pertahanan Juventus. Perubahan strategi dilakukan oleh staf kepelatihan Inter dengan memasukkan tenaga baru. Keputusan ini terbukti sangat jitu ketika pemain pengganti, Pio Esposito, berhasil membawa Inter kembali memimpin pada menit ke-76. Melalui sebuah skema serangan dari sisi kiri, sebuah umpan silang (crossing) akurat dikirimkan ke jantung pertahanan Juventus. Esposito yang berdiri di posisi tepat berhasil memenangi duel udara dan menyundul bola dengan keras ke pojok gawang Michele Di Gregorio, mengubah skor menjadi 2-1. Keunggulan ini seolah akan menjadi akhir bagi perlawanan Juventus yang mulai kelelahan akibat kekurangan jumlah pemain di lapangan.
Namun, Juventus menolak untuk menyerah begitu saja. Meski bermain dengan 10 orang, mereka tetap menunjukkan organisasi permainan yang disiplin dan efektif. Pada menit ke-83, sebuah kejutan kembali terjadi. Melalui skema umpan-umpan pendek yang rapi di area pertahanan Inter, bola berakhir di kaki Manuel Locatelli. Dengan ketenangan luar biasa, Locatelli melepaskan tembakan terukur yang bersarang di pojok bawah gawang Sommer, membuat skor kembali sama kuat 2-2. Gol ini sempat membungkam publik San Siro dan membuat para pendukung Inter merasa cemas akan hasil akhir pertandingan yang sangat krusial bagi posisi mereka di klasemen Serie A.
Piotr Zielinski dan Gol Kemenangan di Menit Berdarah
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan hasil imbang yang mengecewakan bagi tuan rumah, drama sesungguhnya baru saja dimulai. Memasuki menit ke-90, Inter Milan mengurung total pertahanan Juventus dalam upaya terakhir mencari gol kemenangan. Bola liar di depan area penalti Juventus jatuh ke kaki Piotr Zielinski. Tanpa melakukan banyak kontrol, pemain internasional Polandia tersebut melepaskan sepakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras bak peluru. Kiper Juventus, Michele Di Gregorio, sudah berusaha menjangkau bola, namun kecepatan dan akurasi tembakan Zielinski tak terbendung. Gol tersebut memastikan skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Inter Milan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Inter Milan. Hasil ini merupakan pencapaian luar biasa bagi I Nerazzurri yang kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara Liga Italia 2025/26. Sebaliknya, bagi Juventus, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan mengingat perjuangan heroik mereka dengan 10 pemain yang hampir membuahkan satu poin. Pertandingan ini akan dikenang sebagai salah satu Derby d’Italia paling dramatis dalam beberapa tahun terakhir, di mana kualitas individu dan mentalitas pemenang menjadi pembeda utama di menit-menit akhir pertandingan yang menentukan arah persaingan Scudetto musim ini.

















