Sebuah era baru dalam pembinaan sepak bola wanita di Indonesia kembali ditorehkan melalui gelaran akbar MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 2 musim 2025/2026. Kompetisi yang telah menjadi panggung vital bagi talenta-talenta muda putri ini secara resmi berakhir pada Minggu, 1 Februari 2026, di Lapangan Chandradimuka Pusdikif dan Stadion Sidolig Bandung. Diselenggarakan atas kolaborasi strategis antara MilkLife dan Bakti Olahraga Djarum Foundation, event ini bukan sekadar turnamen, melainkan sebuah ekosistem pembibitan yang berhasil melahirkan dua juara baru yang mengejutkan di masing-masing kategori usia, menandai semakin meratanya kekuatan dan ketatnya persaingan di kancah sepak bola putri usia dini. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada pengembangan bakat sejak usia muda adalah fondasi krusial bagi masa depan sepak bola wanita nasional.
Lahirnya Juara Baru: Buah Konsistensi dan Semangat Kompetitif
Kategori U-10 menjadi saksi bisu kebangkitan
SDN 035 Soka, yang berhasil meraih trofi perdananya dengan penuh kebanggaan setelah menaklukkan lawan-lawannya di partai final. Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan puncak dari perjalanan panjang dan peningkatan performa yang signifikan. Sebelumnya, pada MLSC Bandung 2025, tim ini harus puas sebagai runner-up setelah takluk 0-2 dari SDN 075 Jatayu di final. Bahkan di MLSC Bandung Seri 1 2025/2026, langkah mereka terhenti di perempat final setelah kalah 0-3 dari SD Pelita. Transformasi dari tim yang selalu kandas di fase-fase krusial menjadi juara menunjukkan dedikasi luar biasa dalam latihan dan adaptasi strategi.
Sementara itu, di kategori U-12, drama yang tak kalah mendebarkan tersaji di partai puncak.
SDN 036 Ujungberung berhasil mengukir sejarah sebagai juara baru setelah mengalahkan
SDN Citrasari dalam sebuah pertandingan yang berakhir tanpa gol di waktu normal, memaksa kedua tim untuk beradu kemampuan melalui drama adu penalti. Dengan skor akhir 0-0 (2-1), SDN 036 Ujungberung keluar sebagai pemenang, berkat eksekusi penalti yang sukses dari Nur Halimah Afriliyanti dan Yasmin Putri Suryadi. Pencapaian ini juga merupakan yang pertama bagi SDN 036 Ujungberung, setelah sebelumnya selalu terhenti di perempat final pada dua edisi sebelumnya, yakni MLSC Bandung 2025 dan MLSC Bandung Seri 1 2025/2026. Kisah kedua tim juara ini menjadi inspirasi nyata bagi sekolah-sekolah lain, menunjukkan bahwa dengan latihan yang intensif dan konsisten, serta mentalitas pantang menyerah, setiap tim memiliki peluang untuk meraih puncak kejayaan.
Timo Scheunemann, Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, secara lugas mengungkapkan bahwa pencapaian gemilang para juara baru ini merupakan buah dari dedikasi dan konsistensi dalam sesi latihan. Ia menekankan bahwa bukan hanya intensitas latihan di sekolah atau Sekolah Sepak Bola (SSB) yang menjadi kunci, melainkan juga motivasi intrinsik para pemain untuk melampaui capaian sebelumnya. “Kita bisa melihat hasil juara ini membuktikan bahwa mereka sudah semakin rutin berlatih, ada rasa tidak ingin kalah dan mendapat hasil lebih baik dari seri sebelumnya,” ujar Timo, menyoroti peningkatan pemahaman posisi dan penguasaan bola para pemain. Fenomena lahirnya juara-juara baru ini, menurut Timo, adalah “angin segar dari segi iklim kompetisi” yang membuat persaingan di setiap seri semakin sengit, mencegah dominasi oleh satu tim saja dan mendorong semua peserta untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas permainan. Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang menunjukkan keseriusan dan konsistensi sejak awal bergabung dengan MLSC di tahun 2024, terlepas dari fluktuasi kualitas “talent pool” yang ada di setiap sekolah.
MLSC sebagai Kawah Candradimuka Talenta Timnas Putri
Senada dengan pandangan Timo Scheunemann, Dian Nadia Mutiara, yang menjabat sebagai Asisten Pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 tahun 2025 sekaligus Pelatih Akademi Persib Putri, menegaskan betapa krusialnya gelaran MilkLife Soccer Challenge bagi pembinaan dan pembibitan pesepakbola putri belia. Menurut Dian, turnamen ini adalah “talent pool” yang sangat berharga untuk mencari calon-calon penggawa timnas putri di masa mendatang, mencakup kelompok usia U-8, U-10, hingga U-12. “Dari turnamen ini bibit-bibit pesepakbola potensial bermunculan. Jadi kompetisi ini sangat membantu para staf pelatih di timnas Indonesia untuk mencari potensi-potensi baru yang akan menjadi regenerasi pemain timnas selanjutnya,” jelas Dian, menggarisbawahi pentingnya platform ini dalam memantau dan mengembangkan bakat sejak dini. Ia mengamati bahwa para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan telah menguasai teknik dasar bermain bola dengan cukup baik, menjadi modal penting untuk jenjang karier yang lebih tinggi.
Dian Nadia Mutiara juga secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada 2.154 peserta MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025/2026. Jumlah partisipan yang masif ini menunjukkan minat yang luar biasa terhadap sepak bola wanita di kalangan pelajar putri, sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggara dalam menarik perhatian. Ia terkesan dengan kualitas peserta di Bandung yang “sangat skillfull“, menunjukkan kemampuan bermain bola yang mumpuni dan “menjiwai bermain bolanya” selama pertandingan berlangsung. Perubahan signifikan dari Seri 1 ke Seri 2 juga terlihat jelas, terutama dalam peningkatan antusiasme dan jumlah peserta, yang diiringi dengan semangat latihan yang semakin giat di sekolah masing-masing. Hal ini membuktikan bahwa MLSC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga katalisator bagi peningkatan kualitas dan gairah sepak bola putri di tingkat akar rumput.
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025/2026
Berikut adalah daftar lengkap para pemenang dan individu berprestasi dari MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 2 2025/2026, yang telah menunjukkan dedikasi dan bakat luar biasa di lapangan:
Kategori U-10
- Champion: SDN 035 Soka
- Runner-up: SDN 091 Cibeureum Kota Bandung
- Semifinalis: SDN 147 Citarip Barat & SDN 167 Mengger Girang
- Top Scorer: Naurah Fahir Nadia Tuzahra – SDN 188 Bandung Baru (dengan rekor fantastis 32 gol, menunjukkan ketajaman yang luar biasa di depan gawang lawan)
- Best Player: Afiqa Putri Kania – SDN 091 Cibeureum Kota Bandung (dikenal karena visi bermain dan kemampuan mengolah bolanya yang di atas rata-rata)
- Best Goalkeeper: Aretha Hayfa Faranisa – SDN 035 Soka (penjaga gawang tangguh yang menjadi pilar pertahanan tim juara)
- Fairplay Team: SDN 188 Bandung Baru (penghargaan yang menunjukkan sportivitas tinggi dan menjunjung nilai-nilai fair play dalam setiap pertandingan)
Kategori U-12
- Champion: SDN 036 Ujungberung
- Runner-up: SDN Citrasari
- Semifinalis: SDN 004 Cisarenten Kulon
- Top Scorer: Sandrina Rachelia Suprapto – SDN 043 Cimuncang (dengan koleksi 15 gol, membuktikan dirinya sebagai striker mematikan di kategori ini)
- Best Player: Putri Anggraeni Rahayu – SDN 004 Cisaranten Kulon (pemain dengan kemampuan teknis dan kepemimpinan yang menonjol di lapangan)
- Best Goalkeeper: Kayla Adiva Dwi Putri – SDN 027 Cicadas (penjaga gawang yang tampil heroik dengan penyelamatan-penyelamatan krusial)
- Fairplay Team: SDN 021 Ciporeat (tim yang patut dicontoh dalam menjunjung tinggi etika dan sportivitas selama turnamen berlangsung)

















