Dalam sebuah pertandingan sengit yang memukau para penggemar sepak bola di seluruh dunia, Liverpool berhasil meraih kemenangan telak 4-1 atas Newcastle United dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris musim 2025/26. Duel yang digelar di Stadion Anfield pada Minggu (1/2) dini hari WIB ini menjadi panggung bagi performa gemilang Hugo Ekitike yang mencetak dua gol krusial, membalikkan keadaan dan menginspirasi kebangkitan tim tuan rumah. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi The Reds, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka di peringkat kelima klasemen sementara dengan total 39 poin, sementara Newcastle United tertahan di urutan kesepuluh dengan 33 poin.
Bangkit dari Ketinggalan: Ekitike Sang Pahlawan Anfield
Pertandingan antara Liverpool dan Newcastle United di Anfield sejak awal telah menjanjikan intensitas tinggi, dengan kedua tim saling bertukar serangan dalam upaya mengamankan poin penuh. Meskipun Liverpool mendominasi penguasaan bola, Newcastle United secara mengejutkan berhasil membuka keunggulan terlebih dahulu. Gol pembuka tercipta pada menit ke-36, berawal dari intersep bola di kotak penalti Liverpool yang kemudian bergulir ke kaki Anthony Gordon. Gelandang muda Inggris ini tidak menyia-nyiakan kesempatan, melepaskan tembakan keras yang merobek jala gawang Alisson Becker.
Namun, keunggulan Newcastle tidak bertahan lama. Hanya berselang lima menit, Liverpool berhasil menyamakan kedudukan. Melalui skema serangan yang apik, Florian Wirtz memberikan assist matang yang berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Hugo Ekitike. Penyerang muda ini melepaskan tembakan terukur ke sudut kiri bawah gawang Newcastle, mengakhiri perlawanan babak pertama dengan skor imbang 1-1. Performa Ekitike semakin bersinar dua menit kemudian, saat ia kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol kedua ini tercipta melalui skema serangan balik cepat yang diawali dari tendangan gawang Alisson Becker kepada Milos Kerkez, yang kemudian diteruskan ke lini depan kepada Ekitike. Dengan kecepatan dan ketenangan yang luar biasa, Ekitike berhasil membawa bola masuk ke kotak penalti sebelum melepaskan tembakan datar yang tak mampu dijangkau oleh kiper Newcastle, membalikkan keadaan dan membawa Liverpool unggul 2-1.
Statistik babak pertama menunjukkan dominasi Liverpool dalam hal penguasaan bola, mencapai 61 persen, dengan total 8 tembakan yang dilepaskan, 4 di antaranya mengarah tepat sasaran. Sementara itu, Newcastle United berhasil menciptakan 6 tembakan, namun hanya 2 yang akurat. Hasil ini mencerminkan efektivitas Liverpool dalam memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan, terutama melalui aksi gemilang Hugo Ekitike.
Performa Solid dan Gol Penutup yang Menegaskan Kemenangan
Memasuki babak kedua, Liverpool tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Tekanan yang terus menerus dari lini depan The Reds membuahkan hasil pada menit ke-67. Kali ini, giliran Mohamed Salah yang menunjukkan kelasnya dengan memberikan umpan tarik datar yang memanjakan di dalam kotak penalti. Florian Wirtz, yang telah menunjukkan performa impresif sepanjang pertandingan, langsung menyambut umpan tersebut dengan tendangan keras yang berbuah gol ketiga bagi Liverpool, semakin memperlebar jarak keunggulan menjadi 3-1.
Meskipun sudah unggul dua gol, Liverpool tetap berupaya menambah pundi-pundi gol mereka. Pada menit ke-69, Mohamed Salah kembali mendapatkan peluang emas. Ia melepaskan tendangan keras yang sayangnya hanya melayang tipis di sebelah kanan tiang gawang Newcastle. Tim tamu, yang tidak ingin pulang dengan tangan hampa, mencoba bangkit dan mencari celah di pertahanan Liverpool. Pada menit ke-78, Anthony Gordon kembali mengancam gawang Alisson Becker dengan melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti, namun sepakannya masih melebar tipis di sebelah kiri tiang gawang.
Ketegangan tetap terasa hingga menit-menit akhir pertandingan, dengan kedua tim masih berambisi untuk mencetak gol. Momen penutup yang dramatis tercipta di masa *injury time*. Pada menit ke-90+3, Ibrahima Konate berhasil mengukir namanya di papan skor, menyempurnakan kemenangan telak Liverpool dengan skor akhir 4-1. Gol penutup ini menjadi penegas dominasi Liverpool dalam pertandingan tersebut dan memberikan kepuasan tersendiri bagi para pendukung yang memadati Stadion Anfield.
Daftar Susunan Pemain dan Analisis Taktis
Pertandingan ini menampilkan kedua tim dengan formasi terbaik mereka. Liverpool, di bawah arahan pelatih Arne Slot yang mulai menemukan komposisi terbaiknya, menurunkan skuad sebagai berikut: Alisson Becker di bawah mistar gawang; lini pertahanan diisi oleh Dominik Szoboszlai, Ibou Konate, Virgil van Dijk, dan Milos Kerkez; lini tengah diperkuat oleh Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, dan Cody Gakpo; sementara lini serang diisi oleh Mohamed Salah, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike. Formasi ini menunjukkan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan lini serang yang dinamis, terbukti dari kemampuan mereka untuk bangkit dari ketertinggalan dan mendominasi jalannya pertandingan.
Di sisi lain, Newcastle United menurunkan sebelas pertama mereka dengan formasi yang juga tidak kalah kuat: Nick Pope menjaga gawang, dengan Kieran Trippier, Malick Thiaw, Dan Burn, dan Lewis Hall di lini pertahanan; Sandro Tonali, Jacob Ramsey, dan Joe Willock menjadi motor serangan di lini tengah; sementara Anthony Elanga, Harvey Barnes, dan Anthony Gordon menjadi ancaman di lini depan. Meskipun memiliki beberapa momen berbahaya, terutama di awal pertandingan, Newcastle United kesulitan untuk meredam serangan balik cepat Liverpool dan ketajaman lini depan mereka.
Kemenangan ini menjadi dorongan moral yang signifikan bagi Liverpool, terutama setelah mereka mengalami periode yang kurang memuaskan di bulan Januari 2026, di mana mereka hanya meraih empat hasil imbang dan satu kekalahan dalam lima laga Liga Inggris sebelumnya. Performa Hugo Ekitike yang gemilang, ditambah kontribusi dari pemain-pemain kunci lainnya seperti Wirtz dan Salah, menunjukkan bahwa Liverpool mulai menemukan kembali performa terbaik mereka menjelang paruh kedua musim. Bagi Newcastle United, kekalahan ini menjadi evaluasi penting untuk memperbaiki lini pertahanan dan efektivitas serangan mereka di pertandingan-pertandingan mendatang.

















