Dunia sepak bola Indonesia berduka mendalam atas berpulangnya Elly Idris, seorang figur legendaris yang dijuluki “Pendekar Cisadane dari Pulau Buru,” pada Kamis (12/2). Kepergiannya di usia 63 tahun meninggalkan kekosongan besar dalam kancah sepak bola nasional, sekaligus mengakhiri sebuah perjalanan karier gemilang yang membentang dari lapangan hijau sebagai pemain hingga bangku kepelatihan. Elly Idris, yang lahir di Namlea, Pulau Buru, pada 4 November 1962, tidak hanya dikenal sebagai pilar penting bagi Persita Tangerang, tetapi juga pernah mengukir jejak di Tim Nasional Indonesia, membuktikan bakat dan dedikasinya yang luar biasa. Kisahnya adalah cerminan dari nasib baik yang bertemu dengan bakat tak terbantahkan, sebuah narasi inspiratif yang akan terus dikenang oleh para pecinta sepak bola Tanah Air.
Perjalanan Karier Gemilang: Dari Lapangan Hijau ke Panggung Kepelatihan
Perjalanan Elly Idris di dunia sepak bola jauh melampaui sekadar menjadi pemain. Pasca gantung sepatu, semangatnya untuk terus berkontribusi pada olahraga yang dicintainya tidak pernah padam. Ia melanjutkan estafet kepelatihannya dengan penuh semangat. Salah satu babak penting dalam karier kepelatihannya dimulai ketika ia dipercaya untuk menukangi Persibom Bolaang Mongondow. Periode ini berlangsung selama empat tahun, dari tahun 2002 hingga 2006. Di bawah arahan dan sentuhannya, Persibom Bolaang Mongondow diharapkan dapat menunjukkan performa terbaiknya dan meraih berbagai prestasi di kancah sepak bola regional maupun nasional. Pengalaman ini menjadi fondasi berharga baginya sebelum kembali ke klub yang lebih lekat dengan identitasnya.
Pada musim 2007/2008, Elly Idris kembali ke pangkuan Persita Tangerang, kali ini dalam peran yang berbeda namun tak kalah krusial, yaitu sebagai asisten pelatih. Kehadirannya memberikan warna baru dan dinamika yang positif bagi tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut. Dedikasi dan kepiawaiannya dalam meracik strategi serta membimbing para pemain tidak luput dari perhatian. Buah dari kerja keras dan kontribusinya yang signifikan terbayar lunas ketika ia mendapatkan promosi untuk menjabat sebagai pelatih kepala. Kepemimpinan barunya ini berlangsung selama dua musim berikutnya, di mana ia memimpin Persita Tangerang dalam upaya meraih kejayaan di kompetisi sepak bola Indonesia.
Setelah periode kepelatihannya bersama Persita berakhir pada tahun 2013, Elly Idris sempat mengalami masa jeda yang cukup lama dari dunia kepelatihan profesional. Namun, api semangatnya dalam sepak bola tidak pernah benar-benar padam. Ia kembali merumput di kancah sepak bola nasional pada musim 2017/2018, menunjukkan bahwa kecintaannya pada olahraga ini tetap membara. Pengalaman dan jam terbangnya yang tinggi membuatnya tetap menjadi sosok yang dicari. Terakhir, ia sempat dipercaya untuk menangani Persitara Jakarta Utara pada musim 2021/2022, sebuah penugasan yang menegaskan bahwa warisan dan kontribusinya masih sangat dibutuhkan di level klub.
Legenda Persita Tangerang dan Jejak di Timnas
Elly Idris bukan sekadar nama dalam daftar pemain atau pelatih; ia adalah seorang legenda yang terukir dalam sejarah Persita Tangerang. Julukannya, “Pendekar Cisadane,” bukanlah gelar kosong, melainkan sebuah pengakuan atas dedikasi, semangat juang, dan kontribusi luar biasa yang ia berikan kepada klub kebanggaan masyarakat Tangerang tersebut. Perjalanan kariernya di Persita Tangerang diwarnai dengan berbagai pencapaian signifikan, termasuk sederet gelar kompetisi Galatama yang diraihnya bersama berbagai klub sebelum akhirnya menjadi ikon Persita. Ia menjadi bagian tak terpisahkan dari era keemasan Persita, meninggalkan jejak yang sulit terhapuskan.
Lebih dari sekadar kehebatannya di level klub, Elly Idris juga pernah merasakan atmosfer kompetisi internasional dengan membela Tim Nasional Indonesia. Kehadirannya di skuad Garuda menjadi bukti nyata kualitas dan bakatnya yang diakui di tingkat nasional. Pengalaman bermain untuk negara adalah puncak karier bagi setiap atlet, dan Elly Idris berhasil mengukir nama di sana. Kombinasi pengalaman di level klub, terutama Persita, dan kiprahnya di Timnas menjadikannya salah satu tokoh paling dihormati dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ia adalah inspirasi bagi generasi muda pesepak bola, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, mimpi bisa diraih.
Meninggalkan Warisan Prestasi dan Teladan
Kepergian Elly Idris meninggalkan duka yang mendalam bagi seluruh insan sepak bola Indonesia. Pernyataan resmi dari Persita Tangerang yang menyatakan “Telah berpulang ke Rahmatullah, Elly Idris, sosok yang pernah membela dan membesut Pendekar Cisadane baik sebagai pemain serta pelatih,” menggarisbawahi betapa pentingnya peran beliau bagi klub. Ia adalah sosok yang tidak hanya memberikan kontribusi di lapangan, tetapi juga menjadi teladan dalam hal profesionalisme, semangat pantang menyerah, dan kecintaan pada sepak bola. Warisan prestasinya, baik sebagai pemain maupun pelatih, akan terus dikenang dan menjadi sumber inspirasi.
Kisah hidup Elly Idris, yang dimulai dari tanah kelahirannya di Namlea, Pulau Buru, hingga menjadi legenda sepak bola nasional, adalah sebuah narasi tentang bagaimana bakat, kerja keras, dan kesempatan dapat bersatu menciptakan sebuah perjalanan yang gemilang. Ia telah memberikan kontribusi tak ternilai bagi perkembangan sepak bola Indonesia, baik melalui aksi-aksi gemilangnya di lapangan hijau maupun melalui bimbingannya di tepi lapangan sebagai seorang pelatih. Dunia olahraga Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun semangat dan teladan yang ditinggalkannya akan terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

















