Dalam sebuah malam yang penuh drama dan ketegangan di jantung kota Naples, Como 1907, di bawah arahan jenius pelatih Cesc Fabregas, berhasil mengukir sejarah dengan melaju ke babak semifinal Coppa Italia. Pertandingan perempat final yang berlangsung di stadion legendaris Diego Armando Maradona Stadium pada Rabu (11/2) dini hari WIB, menjadi saksi bisu perjuangan heroik tim berjuluk Lariani ini. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal melawan tim kuat Napoli, Como menunjukkan mentalitas baja dalam drama adu penalti yang berakhir dengan skor 7-6, memastikan langkah mereka ke babak empat besar untuk pertama kalinya dalam empat dekade. Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan sebuah pernyataan ambisi dari tim yang sedang membangun kembali kejayaan di kancah sepak bola Italia.
Drama di Diego Armando Maradona: Pertarungan Mentalitas dan Sejarah
Laga perempat final Coppa Italia musim 2025/2026 ini mempertemukan dua tim dengan ambisi berbeda namun sama-sama ingin melangkah lebih jauh. Napoli, sebagai salah satu kekuatan Serie A yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang dan dilatih oleh Antonio Conte, tentu diunggulkan di kandang sendiri. Namun, Como 1907 datang dengan semangat juang yang membara, dipimpin oleh Cesc Fabregas, yang dengan cepat menanamkan filosofi dan mentalitas pemenang kepada skuadnya. Pertandingan berjalan sangat ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim saling berbalas serangan, menunjukkan kualitas permainan yang tinggi. Skor 1-1 di waktu normal menjadi bukti keseimbangan kekuatan dan strategi di lapangan. Gol-gol yang tercipta menunjukkan efektivitas serangan dan pertahanan yang solid dari kedua belah pihak, membuat para penonton di Diego Armando Maradona Stadium dan jutaan pasang mata di seluruh dunia terpaku.
Puncak ketegangan terjadi saat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Ini adalah panggung di mana tekanan mental mencapai puncaknya, dan setiap tendangan bisa menjadi penentu nasib. Para pemain Como menunjukkan ketenangan luar biasa, satu per satu sukses menunaikan tugas mereka dari titik putih. Kiper Como juga tampil heroik, melakukan penyelamatan krusial yang menjaga asa timnya tetap hidup. Dengan skor akhir 7-6 dalam babak adu penalti, Como berhasil menyingkirkan Napoli, sebuah pencapaian yang tidak hanya mengejutkan banyak pihak tetapi juga mengukuhkan reputasi mereka sebagai tim yang patut diperhitungkan. Kemenangan ini bukan hanya tentang skor, melainkan tentang keberanian, disiplin, dan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh setiap individu dalam tim.
Filosofi Fabregas: Antara Kegembiraan dan Pragmatisme
Pelatih Como, Cesc Fabregas, yang merupakan mantan gelandang kelas dunia, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas hasil yang didapatkan timnya. “Sebuah pencapaian bersejarah, momen yang luar biasa,” ujarnya, mengakui besarnya kemenangan ini bagi klub dan para penggemar. Namun, di balik euforia tersebut, Fabregas tetap menunjukkan sikap pragmatis dan fokus yang tinggi, sebuah ciri khas pelatih top. “Kami harus terus bekerja keras, kami belum mencapai apa pun,” ucap Fabregas, seperti dikutip Tuttocalcio. Pernyataan ini bukan hanya sekadar merendah, melainkan sebuah refleksi dari filosofi kepelatihannya yang selalu menuntut lebih dari para pemainnya.
Fabregas dengan tegas mengingatkan bahwa perjalanan menuju gelar juara Coppa Italia masih panjang. “Masih ada tiga laga lagi untuk menjadi juara,” tambahnya, merujuk pada dua leg semifinal dan satu pertandingan final yang harus mereka hadapi. Fokusnya segera beralih ke tantangan berikutnya, termasuk “pertandingan penting pada hari Sabtu” yang kemungkinan besar adalah laga liga, menunjukkan betapa padatnya jadwal dan pentingnya menjaga konsistensi di semua kompetisi. Mentalitas pemain, menurut Fabregas, menjadi kunci utama kemenangan melawan Napoli. Kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan, terutama dalam adu penalti, adalah buah dari latihan keras dan pembangunan karakter yang ia tanamkan. Fabregas juga menekankan pentingnya untuk “segera meninggalkan” euforia kemenangan dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya, sebuah pendekatan yang sangat profesional dalam dunia sepak bola modern.
Menuju Semifinal: Menghadapi Raksasa Inter Milan
Keberhasilan Como melangkah ke babak semifinal Coppa Italia ini adalah yang pertama kali sejak 40 tahun lalu. Kala itu, pada musim 1985/1986, Como juga berhasil mencapai babak yang sama setelah menghentikan langkah Hellas Verona. Pencapaian saat ini, di bawah kepemimpinan Fabregas, membawa kembali memori indah bagi para penggemar setia Como dan menginspirasi generasi baru. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan kerja keras, visi yang jelas, dan mentalitas yang tepat, sebuah tim dapat mengatasi ekspektasi dan menantang status quo.
Tantangan yang menanti Como di babak semifinal tidaklah ringan. Berdasarkan hasil undian dan informasi tambahan, mereka akan berhadapan dengan salah satu raksasa sepak bola Italia, Inter Milan. Pertemuan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Fabregas. Inter Milan, dengan sejarah panjang, kedalaman skuad, dan ambisi besar di setiap kompetisi, akan menjadi lawan yang sangat tangguh. Namun, semangat juang dan kepercayaan diri yang didapatkan dari kemenangan atas Napoli akan menjadi modal berharga bagi Como. Pertandingan semifinal ini bukan hanya tentang memperebutkan tiket ke final, tetapi juga tentang kesempatan bagi Como untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah kekuatan yang sedang bangkit dan siap bersaing di level tertinggi.
Perjalanan Como 1907 di Coppa Italia musim ini adalah kisah inspiratif tentang ambisi, ketekunan, dan kepemimpinan yang visioner. Dari drama adu penalti di markas Napoli hingga tantangan besar yang menanti di semifinal melawan Inter Milan, setiap langkah Como adalah bagian dari narasi yang lebih besar tentang kebangkitan sebuah klub. Dengan Cesc Fabregas di pucuk pimpinan, yang terus-menerus menanamkan pentingnya kerja keras dan mentalitas pemenang, masa depan Como 1907 terlihat sangat menjanjikan, tidak hanya di Coppa Italia tetapi juga dalam upaya mereka untuk kembali ke puncak sepak bola Italia.

















