Dalam sebuah pertandingan sengit yang diwarnai drama kartu merah di menit-menit akhir, Como 1907 harus mengakui keunggulan Fiorentina dengan skor tipis 1-2 dalam lanjutan Liga Italia musim 2025/26. Duel yang berlangsung di kandang Como, Stadio Giuseppe Sinigaglia Djarum, pada Sabtu (14/2/2026) malam WIB ini, menyaksikan kedua tim menampilkan permainan yang intens, namun insiden kontroversial yang melibatkan penyerang Alvaro Morata menjadi sorotan utama, mengubah jalannya pertandingan dan memupus harapan tuan rumah untuk meraih poin penuh. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Como bisa tertinggal, bagaimana Fiorentina mampu memanfaatkan peluang, dan apa dampak kartu merah tersebut terhadap klasemen sementara?
Jalannya Pertandingan: Babak Pertama yang Menegangkan dan Gol Pembuka
Sejak peluit awal dibunyikan, tempo permainan di Stadio Giuseppe Sinigaglia Djarum langsung meningkat. Como 1907, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, bertekad untuk meraih kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen. Pelatih Como menurunkan komposisi pemain terbaiknya untuk menghadapi tim tamu yang tangguh. Lini depan Como diperkuat oleh Anastasios Douvikas yang didukung oleh Nicolas Kühn dan Nico Paz di sisi sayap, sementara Martin Baturina menjadi motor serangan di lini tengah. Formasi ini didukung oleh lini belakang yang solid dengan kehadiran Jean Butez di bawah mistar, Mergim Vojvoda, Jacobo Ramon, Marc-Oliver Kempf, dan Alex Valle di pertahanan. Maximo Perrone dan Lucas Da Cunha bertugas menjaga keseimbangan di lini tengah.
Di sisi lain, Fiorentina tidak tinggal diam. Tim tamu datang dengan kepercayaan diri tinggi, mengusung formasi yang juga tidak kalah impresif. David de Gea dipercaya menjaga gawang Fiorentina, dilindungi oleh kuartet pertahanan Fabiano Parisi, Luca Ranieri, Marin Pongracic, dan Dodo. Lini tengah diisi oleh Rolando Mandragora dan Nicolo Fagioli yang dikenal memiliki visi bermain mumpuni, didukung oleh kreativitas Marco Brescianini, Manor Solomon, dan Moise Kean di lini serang. Jack Harrison menjadi penyerang tunggal yang siap mengancam pertahanan Como.
Babak pertama pertandingan berlangsung cukup alot. Kedua tim saling jual beli serangan, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat skor tetap imbang tanpa gol di menit-menit awal. Como terlihat kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Fiorentina. Seiring berjalannya waktu, Fiorentina mulai menemukan ritme permainan mereka. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan tim tamu akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-26, Nicolo Fagioli berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan celah di pertahanan Como. Gol ini memberikan keunggulan bagi Fiorentina dan membuat Como tertinggal 0-1 saat turun minum. Keunggulan ini menjadi pukulan telak bagi tuan rumah yang berambisi mengamankan poin di kandang.
Babak Kedua: Penalti, Gol Bunuh Diri, dan Drama Kartu Merah
Memasuki babak kedua, Como 1907 berusaha bangkit dan mencari gol penyeimbang. Namun, upaya mereka justru harus berhadapan dengan situasi yang semakin sulit. Pada menit ke-54, wasit menunjuk titik putih setelah menilai terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Como. Moise Kean yang dipercaya sebagai eksekutor penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya mengecoh Jean Butez, sehingga membawa Fiorentina memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Skor ini semakin memberatkan Como yang sudah tertinggal satu gol.
Meskipun tertinggal dua gol, Como tidak menyerah begitu saja. Semangat juang para pemain tuan rumah semakin membara. Mereka melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Fiorentina. Upaya keras Como akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Sebuah serangan dari Como berhasil membuat pemain belakang Fiorentina, Fabiano Parisi, melakukan kesalahan fatal. Dalam upaya mengantisipasi bola, Parisi justru memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri ini memperkecil ketertinggalan Como menjadi 1-2. Gol ini memberikan harapan baru bagi Como untuk setidaknya meraih satu poin.
Namun, drama belum berakhir. Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, situasi semakin memanas. Pada menit ke-88, penyerang Fiorentina, Alvaro Morata, mendapatkan kartu kuning pertama akibat melakukan pelanggaran. Hanya berselang tiga menit, pada menit ke-90+1, Morata kembali melakukan pelanggaran dan kali ini wasit harus mengeluarkan kartu kuning kedua untuknya. Dengan dua kartu kuning tersebut, Alvaro Morata terpaksa harus keluar lapangan karena mendapatkan kartu merah. Situasi ini membuat Como harus bermain melawan 10 pemain Fiorentina di sisa waktu pertandingan. Meskipun bermain dengan keunggulan jumlah pemain, Como gagal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencetak gol penyama kedudukan. Skor akhir tetap 1-2 untuk kemenangan Fiorentina.
Analisis Pertandingan dan Dampak Klasemen
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Como 1907. Mereka harus menelan pil pahit di kandang sendiri, gagal meraih poin yang sangat dibutuhkan untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara Liga Italia 2025/26. Gol pembuka dari Nicolo Fagioli di babak pertama memberikan momentum bagi Fiorentina, sementara penalti yang dieksekusi Moise Kean di babak kedua semakin mempertegas dominasi tim tamu. Gol bunuh diri Fabiano Parisi memang sempat memberikan harapan bagi Como, namun kartu merah yang diterima Alvaro Morata di akhir pertandingan tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Bagi Fiorentina, kemenangan ini menjadi hasil yang sangat berharga. Mereka berhasil mencuri tiga poin dari kandang lawan, sebuah pencapaian yang tidak mudah di kompetisi seketat Liga Italia. Kemenangan ini kemungkinan besar akan membantu mereka memperbaiki posisi di klasemen dan menjaga momentum positif tim. Sementara itu, bagi Como, kekalahan ini menambah daftar pekerjaan rumah bagi tim pelatih. Mereka perlu segera mengevaluasi performa tim, memperbaiki lini pertahanan yang kerap lengah, dan meningkatkan efektivitas serangan agar tidak semakin tertinggal dari tim-tim di papan atas. Hasil ini juga membuat Como gagal memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya, seperti AS Roma, yang menjadi target mereka.

















