Manchester City secara resmi mengunci satu tiket di partai puncak Piala Liga Inggris 2025/2026 setelah tampil dengan dominasi absolut dalam menghancurkan Newcastle United dengan skor meyakinkan 3-1 pada laga leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Etihad, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan armada asuhan Pep Guardiola melaju ke babak final dengan keunggulan agregat telak 5-1, menyusul hasil positif yang telah mereka kantongi pada pertemuan sebelumnya. Tampil di hadapan puluhan ribu pendukung setianya, The Citizens tidak memberikan sedikit pun ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan pola permainan sejak peluit pertama dibunyikan, sekaligus menegaskan status mereka sebagai penguasa kompetisi domestik. Hasil impresif ini sekaligus mengatur panggung pertemuan akbar melawan Arsenal di Stadion Wembley pada 22 Maret mendatang, sebuah laga klasik yang diprediksi akan menjadi sorotan utama bagi seluruh pecinta sepak bola di dunia.
Dominasi Tanpa Ampun The Citizens di Babak Pertama
Sejak awal pertandingan, Manchester City langsung menunjukkan intensitas serangan yang sangat tinggi, memaksa barisan pertahanan Newcastle United untuk terus bekerja ekstra keras. Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika atmosfer Stadion Etihad meledak berkat aksi gemilang Omar Marmoush. Penyerang lincah yang mengenakan nomor punggung 7 tersebut menunjukkan insting predatornya setelah berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Newcastle yang tampak belum sepenuhnya siap mengantisipasi transisi cepat tuan rumah. Gol pembuka ini seolah menjadi sinyal awal bahwa malam itu akan menjadi milik City sepenuhnya. Newcastle, yang datang dengan ambisi mengejar ketertinggalan agregat, justru terlihat gugup di bawah tekanan tinggi yang diterapkan oleh lini tengah City yang dimotori oleh kreativitas tanpa batas.
Tidak butuh waktu lama bagi Manchester City untuk menggandakan keunggulan mereka dan semakin menenggelamkan harapan The Magpies. Pada menit ke-29, Omar Marmoush kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Melalui sebuah skema serangan balik yang terorganisir dengan rapi, Marmoush berhasil mengonversi peluang matang menjadi gol kedua yang sangat krusial. Dalam perayaan gol tersebut, terlihat kerja sama yang sangat harmonis antara Marmoush dan Rayan Ait-Nouri yang mengenakan nomor punggung 21. Pergerakan tanpa bola dari Ait-Nouri terbukti sangat efektif dalam memecah konsentrasi para pemain bertahan Newcastle, memberikan ruang bagi Marmoush untuk melepaskan tembakan akurat yang tidak mampu dihalau oleh penjaga gawang lawan. Keunggulan 2-0 ini membuat agregat secara keseluruhan melebar menjadi 4-0, sebuah selisih yang sangat sulit untuk dikejar dalam level kompetisi setinggi ini.
Pesta gol Manchester City di babak pertama belum berakhir sampai di situ. Hanya berselang tiga menit dari gol kedua Marmoush, tepatnya pada menit ke-32, Tijjani Reijnders semakin mempertegas dominasi tuan rumah. Pemain tengah yang dikenal dengan visi bermainnya yang tajam ini melepaskan tembakan terukur yang bersarang di pojok gawang Newcastle, mengubah kedudukan menjadi 3-0. Gol ini merupakan hasil dari penguasaan bola yang sangat dominan, di mana City mencatatkan persentase penguasaan bola yang mencapai lebih dari 65 persen sepanjang paruh pertama. Newcastle United praktis hanya bisa bertahan di area pertahanan mereka sendiri dan sesekali mengandalkan serangan balik yang jarang sekali membahayakan gawang City. Struktur permainan yang solid dan transisi yang sangat cair antara lini belakang hingga lini depan menjadi kunci utama mengapa City mampu mengunci kemenangan bahkan sebelum waktu istirahat tiba.
Kebangkitan Terlambat Newcastle dan Konsistensi Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, Newcastle United mencoba melakukan sejumlah perubahan taktis guna memberikan perlawanan dan menjaga harga diri mereka. Manajer Newcastle menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih berani dan menekan lebih tinggi di area pertahanan Manchester City. Upaya keras ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62 lewat aksi Anthony Elanga

















