Dalam sebuah langkah strategis yang menandai komitmen serius terhadap pengembangan sepak bola nasional, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menunjuk Nova Arianto sebagai asisten pelatih sementara bagi John Herdman, sosok pelatih yang dipercaya menukangi Tim Nasional Indonesia. Keputusan krusial ini diambil dengan tujuan memperkuat staf kepelatihan skuad Garuda menjelang partisipasi mereka dalam ajang FIFA Series yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 mendatang. Penunjukan ini tidak hanya mengisi kekosongan posisi, tetapi juga menjadi representasi penting dari visi PSSI untuk mengintegrasikan keahlian lokal dengan standar kepelatihan internasional, membangun sinergi yang diharapkan mampu mengangkat performa dan daya saing Timnas Indonesia di kancah global. Langkah ini menjawab kebutuhan mendesak akan kehadiran pelatih lokal berpengalaman yang memahami betul karakter dan kultur sepak bola Indonesia, sekaligus mempersiapkan tim untuk tantangan internasional yang lebih besar.
Penunjukkan Nova Arianto memiliki dimensi yang lebih dalam mengingat kapasitasnya saat ini sebagai pelatih kepala Tim Nasional U-20. Peran ganda ini menempatkannya pada posisi unik, di mana ia tidak hanya akan berkontribusi pada level senior, tetapi juga menjembatani transisi antara pemain muda berbakat ke tim utama. Kehadirannya di tim senior, setidaknya hingga agenda FIFA Series berakhir, secara eksplisit menegaskan pentingnya representasi asisten pelatih lokal dalam struktur kepelatihan Garuda. Ini adalah langkah progresif yang diinisiasi oleh PSSI, memastikan bahwa ada suara dan perspektif dari dalam negeri yang dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan strategis tim. Representasi lokal ini krusial untuk komunikasi yang efektif dengan para pemain, pemahaman mendalam tentang dinamika tim, serta adaptasi taktik yang sesuai dengan karakteristik unik sepak bola Indonesia.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, dalam pernyataannya kepada pewarta di Tangerang pada Rabu (11/2), mengonfirmasi sifat sementara dari penugasan Nova Arianto. “Untuk Timnas senior ya. Sementara, yang saya lihat hari ini yaitu adalah coach Nova, mungkin nanti juga ikut coach Sofie [Imam] akan kita libatkan juga. Ya, itu sementara sampai nanti FIFA Series,” ujar Sumardji. Pernyataan ini tidak hanya mengukuhkan peran Nova Arianto, tetapi juga membuka kemungkinan masuknya Sofie Imam Faizal, seorang pelatih lokal dengan rekam jejak yang solid, ke dalam staf kepelatihan. Potensi keterlibatan Sofie Imam menunjukkan bahwa PSSI tengah secara aktif mengevaluasi dan mengidentifikasi talenta kepelatihan lokal terbaik untuk mendukung John Herdman. Proses seleksi ini merupakan bagian dari upaya PSSI untuk membangun tim kepelatihan yang komprehensif dan seimbang, menggabungkan pengalaman internasional dengan pemahaman lokal yang mendalam.
Visi PSSI: Integrasi Keahlian Lokal dan Internasional
Sumardji lebih lanjut menjelaskan bahwa penetapan asisten pelatih lokal untuk John Herdman masih merupakan proses yang berkelanjutan dan belum final. PSSI saat ini tengah dalam tahap intensif menyeleksi sejumlah nama pelatih lokal yang dianggap paling cocok dan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam membantu John Herdman menukangi skuad Garuda. Proses ini bukan sekadar formalitas, melainkan pencarian sosok yang benar-benar dapat menyelaraskan visi kepelatihan John Herdman dengan realitas dan potensi sepak bola Indonesia. “Kita lagi melihat beberapa sosok [pelatih lokal] yang tepat. Saya juga sudah sampaikan kepada coach John, agar supaya memperhatikan sesuai dengan komitmen saya bersama dia. Yaitu, harus ada pelatih, asisten pelatih lokal yang turut serta di Timnas senior,” tegas Sumardji. Komitmen ini mencerminkan strategi PSSI untuk memastikan bahwa kehadiran pelatih asing tidak mengesampingkan pengembangan dan peran pelatih lokal, melainkan justru memperkaya ekosistem kepelatihan nasional.
Kehadiran asisten pelatih lokal memiliki beberapa keuntungan strategis. Pertama, mereka berfungsi sebagai jembatan budaya dan komunikasi antara pelatih kepala asing dan para pemain. Pemahaman mendalam mereka tentang bahasa, adat istiadat, dan psikologi pemain lokal sangat berharga dalam membangun ikatan tim yang kuat dan efektif. Kedua, asisten lokal dapat memberikan wawasan taktis yang lebih relevan dengan konteks sepak bola Indonesia, termasuk karakteristik lawan di regional, kondisi lapangan, dan adaptasi strategi yang diperlukan. Ketiga, ini adalah investasi jangka panjang dalam pengembangan kapasitas kepelatihan nasional. Dengan bekerja langsung di bawah pelatih sekaliber John Herdman, asisten lokal akan mendapatkan pengalaman berharga, mempelajari metodologi pelatihan modern, dan pada gilirannya, dapat menerapkan pengetahuan ini untuk kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan. Rekam jejak panjang Nova Arianto dan Sofie Imam Faizal di level tim nasional menjadi faktor penting dalam pertimbangan PSSI, menunjukkan bahwa mereka adalah figur-figur yang sudah teruji dan memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika timnas.
Rekam Jejak Nova Arianto dan Panggung FIFA Series 2026
Bagi Nova Arianto, penunjukan ini bukanlah pengalaman pertamanya dalam staf kepelatihan Timnas Indonesia. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai asisten pelatih di era kepelatihan Shin Tae-yong, sebuah periode yang diwarnai dengan transformasi signifikan dalam performa dan mentalitas tim. Pengalaman ini membekali Nova dengan pemahaman yang mendalam tentang tuntutan dan tekanan yang datang dengan peran di tim nasional senior, serta familiarity dengan sistem dan ekspektasi yang tinggi. Kembalinya Nova ke tim senior dengan John Herdman sebagai pelatih kepala menandakan kesinambungan dan kepercayaan PSSI terhadap kemampuannya untuk beradaptasi dan berkontribusi dalam lingkungan kepelatihan yang berbeda, namun tetap berorientasi pada pencapaian prestasi. Pengalamannya bersama Shin Tae-yong akan sangat berharga dalam membantu John Herdman memahami nuansa dan tantangan yang ada dalam melatih Timnas Indonesia.
Adapun ajang FIFA Series 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta sekitar akhir Maret 2026, merupakan inisiatif terbaru dari FIFA untuk memberikan kesempatan kepada tim-tim nasional dari berbagai konfederasi untuk bertanding dalam pertandingan persahabatan internasional. Turnamen mini ini dirancang untuk meningkatkan interaksi antar-konfederasi, memberikan pengalaman bertanding yang beragam, dan meningkatkan peringkat FIFA bagi negara-negara partisipan. Selain Timnas Indonesia sebagai tuan rumah, tiga peserta lainnya yang akan meramaikan ajang ini adalah Saint & Kitts Navis (dari CONCACAF), Kepulauan Solomon (dari OFC), dan Bulgaria

















