Tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil mengukir sejarah dramatis di Qingdao Conson Gymnasium, China, setelah sukses membalikkan keadaan dari ketertinggalan fatal 0-2 menjadi kemenangan gemilang 3-2 atas rival abadi Malaysia pada laga kedua Grup D Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026, Kamis (5/2). Pertarungan tensi tinggi ini menjadi pembuktian mentalitas juara skuad Merah Putih, di mana Anthony Sinisuka Ginting muncul sebagai pahlawan di partai penentu, sementara pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin menjadi aktor kunci yang menyambung napas tim saat berada di ujung tanduk. Kemenangan heroik ini tidak hanya memastikan langkah Indonesia ke babak gugur, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka sebagai juara Grup D setelah melewati duel sengit yang menguras fisik dan emosi selama lebih dari lima jam di atas lapangan hijau.
Perjalanan Indonesia dalam laga bertajuk “Derbi Serumpun” ini awalnya berjalan sangat berat dan penuh tekanan. Pada partai pembuka, tunggal putra muda Zaki Ubaidillah yang memikul beban sebagai ujung tombak pertama harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Justin Hoh. Zaki tampak kesulitan keluar dari tekanan permainan cepat yang diperagakan Justin, hingga akhirnya menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 19-21. Situasi semakin kritis bagi Indonesia ketika pasangan ganda putra senior, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, yang diharapkan mampu menyamakan kedudukan, justru terjungkal di partai kedua. Menghadapi Junaidi Arif/Roy King, Leo/Bagas sempat memberikan harapan dengan merebut gim kedua, namun mereka kehilangan momentum di gim penentu dan kalah dengan skor akhir 13-21, 21-12, dan 13-21. Kekalahan beruntun ini membuat Indonesia tertinggal 0-2, sebuah posisi yang sangat rawan karena satu kekalahan lagi akan memastikan kemenangan telak bagi Malaysia.
Kebangkitan Luar Biasa: Prahdiska Bagas dan Momentum Raymond/Joaquin
Harapan Indonesia mulai kembali menyala saat Prahdiska Bagas Shujiwo turun di partai ketiga sebagai tunggal putra kedua. Menghadapi Eogene Ewe, Prahdiska bermain dengan determinasi tinggi dan ketenangan yang luar biasa meski timnya sedang tertinggal jauh. Melalui duel tiga gim yang melelahkan, Prahdiska berhasil menumbangkan perlawanan Eogene dengan skor 21-12, 14-21, dan 21-15. Kemenangan ini menjadi titik balik krusial yang mengubah atmosfer di bangku cadangan pemain Indonesia. Skor berubah menjadi 1-2, memberikan suntikan moral yang sangat dibutuhkan bagi wakil-wakil selanjutnya untuk terus berjuang memperpanjang napas tim di ajang bergengsi tingkat Asia ini.
Memasuki partai keempat, pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memikul tanggung jawab besar untuk menyamakan kedudukan. Mereka berhadapan dengan Choong Hon Jian/Muhammad Haikal dalam laga yang berlangsung sangat dramatis. Raymond/Joaquin sempat kehilangan gim pertama setelah kalah 16-21, namun mereka menunjukkan respons yang luar biasa di gim kedua dengan menang telak 21-11. Pada gim penentu, kejar-mengejar angka terjadi dengan sangat ketat hingga poin-poin kritis. Dengan keberanian melakukan serangan-serangan tajam di depan net, Raymond/Joaquin akhirnya sukses menyudahi perlawanan wakil Malaysia tersebut dengan skor 21-19. Kemenangan ini secara otomatis menyamakan skor besar menjadi 2-2, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke partai terakhir sebagai penentu kemenangan keseluruhan.
Anthony Sinisuka Ginting: Sang Penentu Kemenangan Merah Putih
Sebagai pemain paling berpengalaman di dalam skuad, Anthony Sinisuka Ginting memikul beban berat di partai kelima. Ginting berhadapan dengan tunggal putra Malaysia, Kong Wei Xiang, yang secara peringkat jauh di bawahnya, yakni posisi 343 dunia BWF. Namun, status peringkat tersebut tidak mencerminkan jalannya pertandingan yang sebenarnya. Kong Wei Xiang tampil tanpa beban dan mampu memberikan perlawanan yang sangat merepotkan Ginting. Pada gim pertama, Ginting berhasil menang 21-17, namun ia kehilangan fokus di gim kedua sehingga kalah cukup telak 13-21. Tekanan mental sempat menyelimuti kubu Indonesia saat Ginting harus menjalani gim ketiga yang sangat menentukan nasib tim.
Pada gim penentu, pengalaman dan kematangan mental Ginting akhirnya berbicara. Pemain asal Cimahi ini mulai mengatur tempo permainan dan meminimalisir kesalahan sendiri yang sempat merugikannya di gim sebelumnya. Dengan variasi serangan smash silang dan permainan net yang tipis, Ginting berhasil mendominasi poin demi poin di paruh akhir gim ketiga. Ia akhirnya menutup pertandingan dengan skor 21-16, sekaligus memastikan kemenangan tipis 3-2 bagi Indonesia atas Malaysia. Sorak-sorai tim Indonesia pecah di Qingdao Conson Gymnasium menyambut keberhasilan comeback spektakuler ini, yang membuktikan bahwa semangat juang pantang menyerah tetap menjadi identitas utama tim bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia vs Malaysia (Grup D BATC 2026)
Berikut adalah rincian hasil pertandingan dari lima partai yang mempertemukan tim putra Indonesia melawan Malaysia di babak fase grup:
- Tunggal Putra 1: Zaki Ubaidillah vs Justin Hoh (16-21, 19-21) – Indonesia Tertinggal 0-1
- Ganda Putra 1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Junaidi Arif/Roy King (13-21, 21-12, 13-21) – Indonesia Tertinggal 0-2
- Tunggal Putra 2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Eogene Ewe (21-12, 14-21, 21-15) – Indonesia Mengejar 1-2
- Ganda Putra 2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Choong Hon Jian/Muhammad Haikal (16-21, 21-11, 21-19) – Indonesia Menyamakan 2-2
- Tunggal Putra 3: Anthony Sinisuka Ginting vs Kong Wei Xiang (21-17, 13-21, 21-16) – Indonesia Menang 3-2
Keberhasilan menyapu bersih tiga partai terakhir menunjukkan kedalaman skuad Indonesia yang tetap kompetitif meski sempat berada di bawah tekanan besar. Kemenangan atas Malaysia ini memiliki arti strategis yang sangat penting, karena selain gengsi rivalitas, status sebagai juara Grup D akan memberikan keuntungan dalam undian babak perempat final, di mana Indonesia kemungkinan besar akan terhindar dari pertemuan dini dengan juara grup lainnya seperti China atau Korea Selatan. Evaluasi mendalam diprediksi akan tetap dilakukan oleh tim pelatih, terutama terkait performa di sektor ganda pertama dan tunggal pertama, guna memastikan kesiapan maksimal saat memasuki fase gugur yang dipastikan akan jauh lebih menantang.

















