Gelandang andalan Persija Jakarta, Hanif Sjahbandi, kembali harus menepi dari lapangan hijau setelah menjalani operasi cedera lutut yang dialaminya. Keputusan ini diambil demi penanganan cedera tulang rawan lutut yang dideritanya, yang memaksanya harus menepi dari skuad Macan Kemayoran. Operasi yang dijadwalkan pada Selasa, 11 Februari, menjadi pukulan telak bagi tim ibu kota yang tengah berjuang di kompetisi. Absennya Hanif, yang merupakan pilar penting di lini tengah, menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi tim dan kapan tepatnya pemain berusia 28 tahun ini bisa kembali membela Persija. Kepastian ini datang setelah sebelumnya Hanif juga sempat mengalami cedera yang memaksanya absen di beberapa pertandingan krusial. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam oleh tim medis Persija Jakarta, yang merekomendasikan tindakan operasi sebagai solusi terbaik untuk memulihkan kondisi sang pemain secara optimal. Perkiraan masa pemulihan yang panjang menambah kekhawatiran bagi para penggemar setia Persija, yang berharap melihat idolanya segera kembali beraksi di lapangan.
Cedera yang dialami Hanif Sjahbandi kali ini bukanlah kali pertama. Pada bulan November 2025, pemain yang pernah membela Arema FC ini juga harus menepi dari lapangan hijau selama lebih dari satu bulan akibat cedera yang berbeda. Periode absen tersebut membuatnya terpaksa melewatkan tiga pertandingan penting yang seharusnya menjadi ajang pembuktian bagi Persija Jakarta. Tiga laga yang terlewat tersebut adalah pertandingan melawan Persik Kediri, PSIM Jogja, dan Semen Padang FC. Kehilangan sosok Hanif di lini tengah pada momen-momen krusial tersebut tentu memberikan dampak signifikan terhadap performa tim. Beruntung, setelah melewati masa pemulihan, Hanif akhirnya bisa kembali merumput. Ia dijadwalkan tampil kembali pada laga tunda pekan kedelapan melawan Bhayangkara Presisi Lampung yang digelar pada tanggal 29 Desember 2025. Momentum kebangkitannya berlanjut dengan penampilan sebagai starter dalam dua laga berikutnya di awal tahun 2026, menunjukkan bahwa ia telah pulih sepenuhnya dan siap berkontribusi.
Proses Medis dan Prediksi Pemulihan
Keputusan untuk menjalani operasi kali ini merupakan langkah serius yang diambil tim medis Persija Jakarta untuk menangani cedera tulang rawan lutut yang dialami Hanif Sjahbandi. Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh klub, sang gelandang diprediksi akan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup panjang pasca operasi. Dokter tim Persija Jakarta, dr. Muhammad Andeansah, Sp.KO, memberikan estimasi bahwa Hanif akan memasuki fase rehabilitasi yang intensif dan diperkirakan akan memakan waktu sekitar enam bulan. Pernyataan ini disampaikan pada tanggal 21 Januari 2026, yang menggarisbawahi keseriusan cedera yang dihadapi Hanif. Proses rehabilitasi yang panjang ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemulihan pasca-operasi, penguatan otot, hingga latihan fungsional untuk mengembalikan performa maksimalnya di lapangan. Periode enam bulan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Hanif, baik secara fisik maupun mental, dalam upaya kembali ke performa terbaiknya.
Absennya Hanif Sjahbandi diperkirakan akan terasa di awal putaran kedua kompetisi BRI Super League. Kondisi ini memaksa Persija Jakarta untuk segera mencari solusi taktis guna menambal lubang yang ditinggalkan oleh salah satu gelandang andalannya. Kehilangan pemain kunci seperti Hanif dapat memengaruhi keseimbangan tim, baik dalam aspek pertahanan maupun serangan. Keberadaannya di lini tengah seringkali menjadi motor serangan dan jembatan antara lini belakang dan depan. Oleh karena itu, pelatih dan staf teknis Persija akan ditantang untuk meracik strategi baru dan mungkin memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk unjuk gigi dan membuktikan diri mampu menggantikan peran vital Hanif. Analisis mendalam terhadap kekuatan dan kelemahan tim tanpa Hanif akan menjadi krusial dalam menghadapi sisa kompetisi yang penuh tantangan.
Dampak Absennya Hanif Sjahbandi bagi Persija
Kehilangan Hanif Sjahbandi untuk periode yang diperkirakan mencapai enam bulan tentu menjadi kerugian besar bagi Persija Jakarta. Pemain berusia 28 tahun ini telah membuktikan dirinya sebagai sosok penting dalam skema permainan tim. Statistik menunjukkan bahwa Hanif telah tampil dalam 11 pertandingan di putaran pertama kompetisi, sebuah angka yang menunjukkan kontribusinya yang konsisten. Kehadirannya di lapangan tidak hanya memberikan stabilitas di lini tengah, tetapi juga kemampuan dalam mendistribusikan bola, memenangkan duel, dan bahkan mencetak gol. Dengan absennya Hanif, Persija harus mengandalkan kedalaman skuad yang dimiliki untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkannya. Hal ini bisa menjadi peluang bagi pemain muda atau pemain yang jarang mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kualitas mereka dan membuktikan diri layak menjadi bagian dari tim inti.
Hanif Sjahbandi sendiri telah menyampaikan permohonan maafnya kepada para pendukung setia Persija, yang dikenal sebagai Jakmania. Melalui pesan yang disampaikan, ia mengungkapkan kesedihannya karena tidak dapat berjuang bersama tim di sisa kompetisi. Permintaan maaf ini menunjukkan rasa tanggung jawab dan kepedulian Hanif terhadap tim dan para penggemar. Ia berharap agar Jakmania tetap memberikan dukungan penuh kepada Persija meskipun ia tidak dapat hadir di lapangan. Pesan ini juga menjadi pengingat bagi para pemain lain untuk tetap berjuang keras demi meraih hasil terbaik, sebagai bentuk dedikasi kepada klub dan para pendukung yang selalu setia memberikan dukungan.
Situasi ini memaksa Persija Jakarta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekuatan tim dan mencari solusi strategis untuk menghadapi tantangan di masa mendatang. Manajemen klub dan tim pelatih perlu bekerja sama untuk memastikan bahwa tim tetap kompetitif meskipun kehilangan salah satu pilar utamanya. Perencanaan jangka panjang terkait transfer pemain, pengembangan pemain muda, dan strategi permainan akan menjadi kunci untuk melewati periode sulit ini dan membangun tim yang lebih kuat di masa depan. Dukungan dari seluruh elemen tim, termasuk pemain, staf pelatih, manajemen, dan tentunya Jakmania, akan sangat krusial dalam menghadapi cobaan ini dan bangkit kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah sepak bola Indonesia.

















