| Grup | Negara Peserta |
|---|---|
| Grup A | Lebanon, Timor Leste, Indonesia, Irak |
| Grup B | Maladewa, Singapura, Chinese Taipei, Arab Saudi |
| Grup C | Qatar, Bahrain, Filipina, India |
| Grup D | Pakistan, Kazakhstan, China, Brunei Darussalam |
Melihat komposisi di grup lain, persaingan dipastikan tidak kalah sengit. Di Grup B, kekuatan Arab Saudi akan diuji oleh kecepatan pemain-pemain Singapura dan kedisiplinan Chinese Taipei. Grup C menjadi panggung bagi dua kekuatan Teluk, Qatar dan Bahrain, untuk membuktikan dominasi mereka melawan Filipina dan India yang terus berkembang pesat dalam olahraga ini. Sementara itu, Grup D menyajikan duel menarik antara raksasa Asia Timur, China, melawan kekuatan fisik dari Kazakhstan dan Pakistan. Distribusi kekuatan yang merata ini menjanjikan setiap pertandingan di fase grup akan berlangsung dengan intensitas tinggi, memaksa setiap tim untuk tampil maksimal sejak peluit pertama dibunyikan di Palembang nanti.
Palembang dan Jakabaring Sport City: Kesiapan Infrastruktur Kelas Dunia
Ketua Pelaksana Asian Minifootball Championship 2026, Agung Kurniawan, menegaskan bahwa penunjukan Palembang sebagai kota penyelenggara utama adalah langkah strategis yang didasarkan pada rekam jejak kota tersebut dalam mengelola event internasional. Jakabaring Sport City (JSC) bukan sekadar kompleks olahraga biasa; ia adalah simbol kebangkitan infrastruktur olahraga Indonesia pasca-Asian Games 2018. Dengan luas area yang masif dan fasilitas pendukung seperti wisma atlet yang terintegrasi, Palembang menawarkan kenyamanan logistik yang sulit ditandingi oleh kota lain. Dukungan penuh dari pemerintah daerah Sumatera Selatan juga menjadi faktor kunci yang menjamin kelancaran operasional, mulai dari keamanan, transportasi, hingga pelayanan medis bagi para atlet mancanegara.
Presiden International Minifootball Federation (IMF), M. Al Dausari, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Indonesia. Dalam kunjungannya, ia menyoroti bagaimana Indonesia mampu mengoordinasikan dua lokasi berbeda—Jakarta untuk administrasi dan drawing, serta Palembang untuk aksi lapangan—secara harmonis. Menurut Al Dausari, kesiapan ini mencerminkan profesionalisme Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) dalam menerjemahkan visi IMF untuk mempopulerkan olahraga ini di kawasan Asia. Ia meyakini bahwa dengan fasilitas di Jakabaring, para pemain akan mampu mengeluarkan kemampuan terbaik mereka, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai komersial dan daya tarik minifootball di mata sponsor serta pemegang hak siar global.
Dua Agenda Besar 2026: Momentum Kebangkitan Minifootball Nasional
Kepercayaan internasional terhadap Indonesia semakin terlihat nyata dengan penunjukan negara ini sebagai tuan rumah dua ajang besar sekaligus di tahun 2026. Ketua Umum KSMI, Yan Mulia Abidin, mengungkapkan bahwa Indonesia awalnya diproyeksikan sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Bola Mini 2026. Namun, dinamika geopolitik olahraga menyebabkan Vietnam terkena sanksi, sehingga IMF secara resmi meminta Indonesia untuk juga mengambil alih penyelenggaraan Asian Minifootball Championship 2026. Situasi ini dipandang sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya di kancah internasional, terutama setelah Yan Mulia Abidin dipercaya menjabat sebagai Presiden Asian Mini Football Confederation (AMFC) pada akhir tahun 2025.
Dengan memegang dua mandat internasional tersebut, KSMI kini fokus pada akselerasi pengembangan prestasi atlet lokal sekaligus pembenahan tata kelola organisasi. Asian Minifootball Championship 2026 di Palembang akan menjadi “test event” yang sempurna sebelum Indonesia menyambut dunia dalam kejuaraan tingkat global. Langkah ini diharapkan tidak hanya berdampak pada prestasi di lapangan hijau, tetapi juga memberikan efek domino bagi sektor pariwisata olahraga (sports tourism) di Sumatera Selatan. Kehadiran delegasi dari 12 negara akan menggerakkan roda ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan hingga UMKM, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia adalah destinasi yang aman, ramah, dan sangat kompeten dalam menyelenggarakan turnamen olahraga berskala besar.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian persiapan yang dilakukan oleh KSMI dan pemerintah pusat menunjukkan dedikasi tanpa batas untuk mengangkat derajat minifootball. Turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan trofi, melainkan jembatan diplomasi antarnegara Asia melalui semangat sportivitas. Dengan dukungan penuh dari masyarakat Indonesia, khususnya warga Palembang, Asian Minifootball Championship 2026 diprediksi akan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan turnamen sepak bola mini di masa depan, sekaligus mengukuhkan nama Indonesia dalam peta sejarah olahraga dunia.

















