Drama besar terjadi di Stadion El Sadar saat pemuncak klasemen Liga Spanyol, Real Madrid, secara mengejutkan dipaksa bertekuk lutut oleh tuan rumah Osasuna dengan skor tipis 2-1 pada laga pekan ke-25 musim 2025/2026 yang berlangsung Minggu (22/2) dini hari WIB. Kekalahan dramatis ini tidak hanya memutus tren positif Los Blancos, tetapi juga memberikan guncangan signifikan pada peta persaingan gelar juara La Liga, di mana gol penentu kemenangan Osasuna yang dicetak oleh Raul Garcia pada masa injury time memastikan tiga poin penuh bagi tim tuan rumah. Hasil ini membuat posisi Real Madrid di puncak klasemen dengan raihan 60 poin kini berada dalam ancaman serius dari Barcelona yang menempel ketat di posisi kedua dengan selisih hanya dua angka, sementara Osasuna berhasil meroket ke urutan ke-9 dengan koleksi 33 poin setelah menunjukkan performa yang penuh determinasi di hadapan pendukungnya sendiri.
Pertandingan yang dipimpin oleh wasit dengan tensi tinggi ini memperlihatkan bagaimana strategi disiplin Osasuna mampu meredam agresivitas lini depan Real Madrid yang bertabur bintang. Dengan hasil ini, peta persaingan papan atas semakin memanas mengingat Barcelona baru akan memainkan laga mereka melawan Levante pada Minggu malam pukul 22:15 WIB, yang memberikan peluang bagi Blaugrana untuk mengudeta posisi puncak jika berhasil meraih kemenangan. Bagi Osasuna, kemenangan ini merupakan pembuktian kualitas mereka sebagai tim yang sulit ditaklukkan di kandang, sekaligus memberikan catatan merah bagi pertahanan Real Madrid yang tampak rapuh dalam mengantisipasi serangan balik cepat di menit-menit krusial pertandingan.
Susunan Pemain dan Dominasi Awal Pertandingan
Pelatih Osasuna menurunkan komposisi terbaiknya guna membendung kekuatan tim tamu. Di bawah mistar gawang, Sergio Herrera tampil sebagai pahlawan dengan serangkaian penyelamatan gemilang. Lini pertahanan dikawal oleh kuartet Javi Galan, Jorge Herrando, Alejandro Catena, dan Valentin Rosier yang bermain sangat rapat. Di sektor tengah, Lucas Torro dan Jon Moncayola menjadi jangkar yang memutus aliran bola Madrid, sementara kreativitas serangan ditopang oleh Iker Munoz, Aimar Oroz, dan Raul Garcia yang menyokong pergerakan striker tunggal Ante Budimir. Strategi ini terbukti efektif dalam meredam kecepatan transisi yang biasanya menjadi senjata mematikan bagi anak asuh Carlo Ancelotti.
Di kubu tim tamu, Real Madrid tampil dengan kekuatan penuh demi mengamankan poin maksimal. Thibaut Courtois kembali dipercaya mengawal gawang, dilindungi oleh barisan pertahanan yang diisi Alvaro Carreras, David Alaba, Raul Asencio, dan bek veteran Dani Carvajal. Lini tengah dipercayakan kepada duet gelandang bertenaga Edu Camavinga dan Aurelien Tchouameni, yang dibantu oleh talenta muda Arda Gueler serta gelandang serba bisa Fede Valverde. Di lini serang, duet maut Vinicius Junior dan Kylian Mbappe diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan. Namun, sejak peluit pertama dibunyikan, Real Madrid justru tampak kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka akibat tekanan tinggi (high pressing) yang diterapkan oleh para pemain Osasuna di setiap jengkal lapangan.
Memasuki menit ke-20, jalannya pertandingan mulai berubah secara drastis. Real Madrid yang awalnya mencoba menguasai bola justru berbalik tertekan oleh gelombang serangan sporadis dari Osasuna. Atmosfer Stadion El Sadar yang bergemuruh seakan memberikan energi tambahan bagi tuan rumah. Pada menit ke-25, sebuah peluang emas lahir melalui tandukan akurat Ante Budimir, namun kesigapan Thibaut Courtois masih mampu mementahkan bola tersebut. Hanya berselang tiga menit, Budimir kembali menebar ancaman serius lewat sundulan kerasnya yang memanfaatkan umpan silang, namun kali ini dewi fortuna masih belum memihak tuan rumah karena bola hanya membentur mistar gawang yang sudah tidak terjangkau oleh Courtois.
Kontroversi VAR dan Keunggulan Babak Pertama
Real Madrid sempat mencoba keluar dari tekanan pada menit ke-30 melalui inisiatif serangan balik. David Alaba mencoba peruntungannya dengan melepaskan sepakan jarak jauh yang sangat keras, namun akurasinya masih lemah dan bola melayang jauh di atas mistar gawang Sergio Herrera. Momentum pertandingan benar-benar berpihak pada Osasuna di menit ke-36 ketika terjadi kemelut di dalam kotak penalti Madrid. Wasit memutuskan untuk menghentikan laga sejenak guna mengecek monitor VAR (Video Assistant Referee) setelah adanya dugaan pelanggaran. Berdasarkan tayangan ulang, wasit menilai Courtois telah melakukan kontak fisik yang ilegal terhadap Budimir saat keduanya berebut bola di area terlarang.
Keputusan penalti pun diberikan, dan Ante Budimir yang maju sebagai eksekutor pada menit ke-38 menjalankan tugasnya dengan sangat dingin. Tendangan penaltinya yang terarah gagal diantisipasi oleh Courtois, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Osasuna. Tertinggal satu gol membuat Real Madrid tersentak. Di masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+2, Aurelien Tchouameni menunjukkan aksi individu menawan dengan melewati barisan bek Osasuna sebelum melepaskan tembakan roket ke sudut atas gawang. Namun, Sergio Herrera melakukan penyelamatan refleks yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik musim ini, menjaga keunggulan tuan rumah hingga turun minum.
Statistik babak pertama menunjukkan dominasi penguasaan bola Real Madrid mencapai 66 persen dengan total 9 tembakan, di mana 4 di antaranya tepat sasaran. Namun, efektivitas Osasuna yang juga melepaskan 9 tembakan dengan 1 tembakan akurat (gol penalti) menjadi pembeda. Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-55, Arda Gueler mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti, namun upayanya masih belum menemui sasaran karena bola melambung tipis. Sepuluh menit kemudian, giliran Vinicius Junior yang melakukan aksi solo dari sisi kiri, menusuk ke tengah dan melepaskan tendangan datar, namun blokade rapat dari bek Osasuna kembali menggagalkan upaya Los Blancos.
Kebangkitan Madrid dan Pukulan Telak Menit Akhir
Upaya pantang menyerah Real Madrid seolah membuahkan hasil pada menit ke-70 ketika Kylian Mbappe berhasil menggetarkan jala gawang Osasuna melalui penyelesaian akhir yang klinis. Namun, kegembiraan para pendukung Madrid hanya bertahan sesaat karena hakim garis telah mengangkat bendera tanda offside, dan keputusan tersebut dikonfirmasi oleh VAR. Gol yang sah akhirnya benar-benar tercipta pada menit ke-73. Berawal dari akselerasi luar biasa Fede Valverde yang menembus sisi kanan pertahanan lawan, ia mengirimkan umpan silang datar yang sangat akurat ke mulut gawang. Vinicius Junior yang berdiri di posisi yang tepat langsung menyambar bola tersebut untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Setelah kedudukan seimbang, pertandingan berjalan semakin terbuka dengan aksi jual-beli serangan yang sangat intens. Kedua tim tidak puas dengan hasil imbang dan terus berupaya mencari gol kemenangan. Real Madrid terus menekan, namun lini belakang Osasuna yang dipimpin oleh Alejandro Catena tampil sangat disiplin. Petaka bagi Real Madrid datang tepat di menit ke-90+1. Melalui sebuah skema serangan balik yang sangat rapi, Raul Garcia menerima umpan terobosan yang membelah pertahanan Madrid. Dengan tenang, Garcia mengecoh satu pemain bertahan lawan sebelum melepaskan sepakan akurat yang bersarang di pojok gawang Courtois. Gol dramatis tersebut mengunci kemenangan 2-1 untuk Osasuna, sekaligus memberikan kekalahan pahit bagi Real Madrid yang kini harus waspada terhadap kejaran Barcelona di klasemen sementara.

















