Persib Bandung semakin mengukuhkan dominasi mereka sebagai penguasa takhta klasemen sementara Super League 2025/2026 setelah memetik kemenangan krusial atas Malut United pada pekan ke-20. Bertanding di hadapan ribuan pendukung fanatiknya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Jumat malam, 6 Februari 2026, tim berjuluk Maung Bandung tersebut berhasil mengamankan poin penuh dengan skor meyakinkan 2-0. Dua gol kemenangan anak asuh Bojan Hodak ini lahir dari eksekusi penalti dingin gelandang elegan Thom Haye pada babak pertama dan aksi brilian pemain pengganti Saddil Ramdani di penghujung laga. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang rekor impresif Persib musim ini, tetapi juga menunjukkan kematangan taktis mereka dalam menghadapi perlawanan sengit tim papan atas seperti Malut United yang saat ini masih tertahan di peringkat empat besar.
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit asal Jepang, Yudai Namamoto, intensitas pertandingan langsung memuncak dengan pertarungan fisik yang terjadi di sektor tengah. Persib Bandung yang menurunkan kekuatan penuh di lini tengah dengan mengandalkan poros Thom Haye dan Eliano Reijnders, berupaya mengambil kendali permainan sejak dini. Namun, Malut United yang dimotori oleh gelandang berpengalaman Manahati Lestusen tidak memberikan ruang gerak bebas bagi tuan rumah. Aliran bola seringkali terhenti di area sentral akibat pressing ketat yang diterapkan kedua kesebelasan. Duel antara Manahati dan Thom Haye menjadi sorotan utama, di mana kedua pemain ini beberapa kali terlibat benturan fisik yang mengharuskan wasit bekerja ekstra keras untuk menenangkan situasi. Memasuki menit ke-13, tensi semakin memanas ketika Manahati terpaksa melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan akselerasi Thom Haye yang tengah menggiring bola menuju area pertahanan Malut. Insiden ini berbuah kartu kuning pertama bagi Manahati Lestusen, sebuah peringatan awal akan kerasnya tensi pertandingan malam itu.
Dominasi Lini Tengah dan Drama VAR di Gelora Bandung Lautan Api
Meskipun menguasai penguasaan bola, Persib Bandung tidak jarang harus menghadapi serangan balik cepat dari Malut United. Pada menit ke-23, giliran Thom Haye yang harus masuk ke dalam buku catatan wasit setelah menerima kartu kuning akibat pelanggaran taktis terhadap Taufik Rustam di lingkaran tengah untuk memutus alur serangan lawan. Keadaan sempat memanas ketika Robi Darwis terjatuh di dalam kotak penalti setelah berduel dengan pemain bertahan Malut United saat mencoba menyongsong umpan matang dari Beckham Putra Nugraha. Awalnya, wasit Yudai Namamoto membiarkan pertandingan terus berjalan, namun setelah bola keluar lapangan pada menit ke-30, ia mendapatkan instruksi dari ruang Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau kembali insiden tersebut. Setelah melakukan pengecekan layar di pinggir lapangan, Namamoto secara tegas menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti bagi Persib Bandung.
Thom Haye yang ditunjuk sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sangat tenang. Dengan teknik penalti yang menjadi ciri khasnya, ia berhasil mengecoh kiper Malut United, Alan Jose Bernardon, dengan mengarahkan bola ke sudut kanan gawang sementara sang kiper bergerak ke arah berlawanan. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 dan membakar semangat para suporter di GBLA. Hingga babak pertama berakhir, Persib terus mendominasi jalannya laga dengan kombinasi umpan-umpan pendek yang diperagakan oleh Eliano Reijnders dan Thom Haye, yang secara konstan menyuplai bola ke sektor sayap yang dihuni oleh Robi Darwis dan Uilliam Barros. Meskipun Malut United mencoba membalas, lini pertahanan Persib yang dikomandoi oleh Federico Barba tampil sangat disiplin dan sulit ditembus.
Resiliensi Pertahanan Maung Bandung dan Efektivitas Serangan Balik
Memasuki babak kedua, Malut United yang tertinggal satu gol mulai meningkatkan intensitas serangan mereka. Pelatih Malut United menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih terbuka dan menekan garis pertahanan Persib. Namun, duet bek tengah Federico Barba dan Julio Cesar tampil bak karang yang kokoh, mementahkan setiap upaya yang dibangun oleh David da Silva dan Ciro Alves yang kali ini mengenakan seragam Malut United. Pada menit ke-66, Persib sebenarnya memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan melalui skema serangan dari sisi kanan. Berguinho melepaskan umpan silang akurat yang disambut dengan sundulan tajam oleh Uilliam Barros, namun sayangnya bola masih meluncur tipis di samping gawang Alan Jose Bernardon. Malut United merespons pada menit ke-74 melalui sepakan keras Frets Butuan setelah menerima umpan dari Igor Inocencio, tetapi bola masih belum menemui sasaran.
Keberuntungan tampaknya masih berpihak pada Persib ketika pada menit ke-77, kiper Teja Paku Alam melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan jarak dekat pemain Malut United yang nyaris menyamakan kedudukan. Di tengah tekanan tersebut, Bojan Hodak melakukan pergantian taktis yang jenius dengan memasukkan Saddil Ramdani untuk menggantikan Thom Haye yang mulai kelelahan pada menit ke-83. Sebelum gol kedua tercipta, Andrew Jung sempat mengancam gawang Malut melalui sepakan keras yang sayangnya hanya membentur mistar gawang. Kepastian kemenangan Persib akhirnya datang pada menit ke-86 melalui aksi supersub Saddil Ramdani. Berawal dari umpan terobosan visioner Berguinho, Saddil yang memiliki kecepatan luar biasa berhasil lolos dari jebakan offside, melewati hadangan kiper pengganti Angga Saputro, dan dengan tenang menceploskan bola ke gawang yang kosong. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil positif ini membuat Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara Super League dengan koleksi 47 poin dari 20 pertandingan, menjaga jarak aman dari para pesaing terdekatnya. Sebaliknya, kekalahan ini memaksa Malut United tertahan di posisi keempat dengan raihan 37 poin, sebuah hasil yang tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi mereka dalam persaingan menuju gelar juara. Kemenangan ini juga menegaskan efektivitas strategi Bojan Hodak yang mampu memadukan pemain naturalisasi dengan talenta lokal secara harmonis, menciptakan kedalaman skuad yang menjadi kunci konsistensi Maung Bandung sepanjang musim 2025/2026.
Susunan Pemain Pertandingan
| Posisi | Persib Bandung | Malut United |
|---|---|---|
| Kiper | Teja Paku Alam | Alan Jose Bernardon (Angga Saputro) |
| Belakang | Federico Barba, Julio Cesar, Patricio Matricardi, Frans Putros | Nilson Barbosa, Gustavo Franca, Igor Inocencio, Safrudin Tahar |
| Tengah | Adam Alis, Thom Haye (Saddil Ramdani), Eliano Reijnders, Beckham Putra | Wbeymar Angulo, Taufik Rustam, Manahati Lestusen, Ridho Syuhada |
| Depan | Robi Darwis, Uilliam Barros (Andrew Jung) | David da Silva, Ciro Alves, Frets Butuan |
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persib Bandung untuk menatap laga-laga selanjutnya dalam kalender Super League yang semakin padat. Dengan performa lini tengah yang kreatif dan pertahanan yang solid, Maung Bandung diprediksi akan terus menjadi kandidat terkuat peraih gelar juara musim ini. Bagi Malut United, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bahwa konsistensi selama 90 menit sangat diperlukan saat menghadapi tim dengan kualitas sekelas Persib Bandung.

















