Dalam sebuah drama menegangkan yang memukau ribuan pasang mata di Conson Gymnasium, Qingdao, China, pada Kamis, 5 Februari 2026, Tim Bulu Tangkis Indonesia berhasil mengukuhkan diri sebagai juara Grup D Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026. Kemenangan dramatis 3-2 atas rival abadi, Malaysia, ditentukan oleh performa gemilang sang pahlawan tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting. Pertandingan yang sarat emosi ini tidak hanya membalikkan keadaan setelah Indonesia sempat tertinggal dua poin, tetapi juga menjadi bukti nyata semangat juang pantang menyerah skuad Merah Putih dalam mengamankan posisi teratas di fase grup, sebuah modal berharga untuk melangkah lebih jauh dalam upaya mempertahankan supremasi beregu Asia.
Kebangkitan Dramatis dari Ketertinggalan: Ginting Jadi Kunci Keberhasilan
Pertarungan antara Indonesia dan Malaysia dalam penyisihan Grup D Badminton Asia Team Championships 2026 menyajikan tontonan yang luar biasa. Indonesia, yang berambisi besar untuk keluar sebagai juara grup, menghadapi ujian berat sejak awal laga. Sektor tunggal putra dan ganda putra Indonesia harus mengakui keunggulan lawan pada dua partai pembuka. Mohammad Zaki Ubaidillah, yang turun di partai tunggal putra pertama, harus mengakui ketangguhan Justin Hoh dengan skor 16-21 dan 19-21. Kekalahan ini memberikan pukulan awal bagi tim Merah Putih, menciptakan tekanan yang semakin besar.
Situasi semakin genting ketika ganda putra andalan, Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, juga gagal meraih kemenangan. Mereka harus berjuang keras namun akhirnya takluk dari pasangan Malaysia, Junaidi Arif dan Roy King Yap, dalam pertandingan tiga gim yang ketat dengan skor 13-21, 21-12, dan 13-21. Dengan dua kekalahan beruntun tersebut, Indonesia tertinggal 0-2 dari Malaysia, membuat asa untuk menjadi juara grup tampak semakin menipis. Atmosfer di Conson Gymnasium seketika terasa mencekam, namun para pemain Indonesia menunjukkan mental baja yang luar biasa.
Perlawanan Sengit Ginting Melawan Kong Wei Xiang
Di partai kelima yang krusial, nasib Indonesia berada di pundak Anthony Sinisuka Ginting. Menghadapi tunggal putra Malaysia, Kong Wei Xiang, Ginting dituntut untuk memenangkan pertandingan demi menjaga asa timnya. Pertarungan antara kedua pemain ini berlangsung sengit sejak awal gim pertama. Skor sempat berjalan imbang hingga 7-7, sebelum Ginting berhasil mencetak empat poin beruntun untuk memimpin 11-7 saat jeda interval. Meskipun Kong Wei Xiang berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, Ginting mampu menjaga ritme permainannya dengan baik dan akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 21-17. Kemenangan di gim pembuka ini menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi Ginting dan seluruh tim Indonesia.
Namun, gim kedua menyajikan cerita yang berbeda. Kong Wei Xiang menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Ia tampil lebih agresif dan berhasil memimpin sejak awal pertandingan, memaksa Ginting tertinggal di interval. Upaya Ginting untuk membalikkan keadaan di paruh kedua gim kedua tidak membuahkan hasil. Dengan permainan yang solid, Kong Wei Xiang berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-13, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Ketegangan semakin terasa, setiap poin menjadi sangat berharga bagi kedua belah pihak.
Memasuki gim penentuan, Anthony Sinisuka Ginting menunjukkan mental juara yang sesungguhnya. Ia langsung mengambil inisiatif serangan sejak poin-poin awal dan berhasil membangun keunggulan. Ginting memimpin 11-8 saat jeda interval, menunjukkan dominasinya di gim terakhir. Meskipun Kong Wei Xiang sempat memberikan perlawanan dan berhasil mendekatkan jarak hingga selisih tiga angka, Ginting tetap tenang dan mampu mengendalikan tempo permainan. Dengan determinasi tinggi, Ginting akhirnya mengunci kemenangan di gim ketiga dengan skor 21-16, sekaligus memastikan kemenangan dramatis bagi Indonesia dengan skor akhir 3-2.
Hasil kemenangan Ginting ini menjadi penutup rangkaian comeback luar biasa dari tim Indonesia. Sebelum Ginting berjuang, Indonesia berhasil memperkecil ketertinggalan berkat kemenangan Prahdiska Bagas Shujiwo di partai tunggal putra kedua. Shujiwo berhasil menundukkan Eogene Ewe dalam pertarungan tiga gim yang sengit dengan skor 21-12, 14-21, dan 21-15. Skor kembali imbang menjadi 2-2 setelah ganda putra Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin menampilkan performa gemilang. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Malaysia, Choong Hon Jian dan Muhammad Haikal Nazri, melalui tiga gim dengan skor 16-21, 21-11, dan 21-19. Kemenangan ganda putra ini menjadi momentum penting yang membangkitkan semangat juang tim sebelum partai penentuan.
Dengan kemenangan 3-2 atas Malaysia, Indonesia tidak hanya berhasil membalikkan keadaan dari ketertinggalan 0-2, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai juara Grup D Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026. Prestasi ini menjadi modal penting dan membangkitkan optimisme tinggi bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para penggemar bulu tangkis. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi batu loncatan bagi tim Merah Putih untuk terus melaju ke babak selanjutnya dan merebut kembali supremasi di kancah beregu Asia, sebuah target yang selalu diimpikan oleh bangsa Indonesia.
Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia vs Malaysia (3-2):
- Tunggal Putra 1: Mohammad Zaki Ubaidillah vs Justin Hoh (16-21, 19-21)
- Ganda Putra 1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Junaidi Arif/Roy King Yap (13-21, 21-12, 13-21)
- Tunggal Putra 2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Eogene Ewe (21-12, 14-21, 21-15)
- Ganda Putra 2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Choong Hon Jian/Muhammad Haikal Nazri (16-21, 21-11, 21-19)
- Tunggal Putra 3: Anthony Sinisuka Ginting vs Kong Wei Xiang (21-17, 13-21, 21-16)

















