Kompetisi Indonesia Masters 2026 terus memanas seiring berjalannya babak 16 besar, yang menyajikan sejumlah pertandingan sengit dan kejutan. Panggung perempat final dipastikan akan menjadi saksi pertarungan antar wakil Merah Putih di beberapa nomor, menunjukkan dominasi sekaligus persaingan internal yang ketat di antara atlet-atlet terbaik Indonesia. Khususnya di sektor ganda putra, drama terjadi ketika dua pasang duet andalan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, harus saling berhadapan demi memperebutkan satu tempat di babak semifinal. Pertemuan ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan duel penentuan yang akan mengeliminasi salah satu potensi juara dari daftar teratas.
Dominasi Ganda Putra dan Peta Persaingan Ketat Menuju Semifinal
Sektor ganda putra menjadi sorotan utama dengan kehadiran tiga pasang wakil Indonesia yang berhasil melaju ke babak perempat final. Namun, skenario yang paling menarik perhatian adalah bentrokan langsung antara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando. Pertandingan ini, yang merupakan bagian dari babak 16 besar, secara otomatis memastikan bahwa hanya satu dari dua pasangan unggulan ini yang akan melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya. Hasil rekap babak 16 besar menunjukkan kemenangan Fajar/Fikri atas Bagas/Leo dengan skor 21-16, 18-21, 21-13. Kemenangan ini mengantarkan Fajar/Fikri untuk menghadapi pasangan lain yang juga lolos, yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Raymond/Joaquin sendiri berhasil mengamankan tiket perempat final setelah melalui pertandingan yang menegangkan melawan pasangan Taiwan, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, dengan skor akhir 14-21, 21-18, 24-22. Dengan demikian, duel antara Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin di perempat final akan menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke semifinal, sebuah gambaran persaingan internal yang brutal di dalam tim ganda putra Indonesia.
Selain itu, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi juga menunjukkan performa impresif di babak 16 besar dengan menaklukkan wakil Malaysia, Nur Mohd Azriyn/Tan Wee Kiong, melalui pertarungan tiga gim yang ketat, 19-21, 21-16, 21-17. Kemenangan ini juga mengantarkan Sabar/Reza ke babak perempat final, menambah kekuatan Indonesia di sektor ganda putra. Namun, mereka akan menghadapi lawan yang tangguh di babak selanjutnya, yang belum terkonfirmasi dalam rekapitulasi ini, namun dipastikan akan menjadi ujian berat bagi ambisi mereka untuk melaju lebih jauh.
Performa Solid Ganda Putri dan Kehadiran Ganda Campuran yang Menjanjikan
Di nomor ganda putri, Indonesia juga menunjukkan kekuatan dengan meloloskan tiga pasang wakil ke babak perempat final. Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi tampil meyakinkan dengan mengalahkan pasangan Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, dalam dua gim langsung, 21-17, 21-14. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Fadia/Amallia untuk menghadapi tantangan selanjutnya. Pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari juga berhasil mengamankan tempat di perempat final setelah mengalahkan wakil Hong Kong, Tsang H Y/Yeung P L, dengan skor 21-17, 21-18. Performa Apriyani yang merupakan salah satu pemain senior menunjukkan konsistensi yang diharapkan.
Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga berhasil melewati rintangan babak 16 besar dengan kemenangan dramatis atas rekan senegara mereka, Siti Sarah Azzahra/Az Zahra D. Ramadhani, melalui tiga gim yang ketat, 19-21, 21-14, 21-15. Kemenangan ini membuktikan ketangguhan dan semangat juang mereka di lapangan. Sayangnya, nasib kurang beruntung dialami oleh pasangan Febriana Dwi Kusuma/Meilsya T. Puspitasari yang harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dengan skor 15-21, 8-21, sehingga tersingkir dari turnamen. Meskipun demikian, keberhasilan tiga pasang ganda putri lainnya tetap menjadi catatan positif bagi Indonesia.
Sektor ganda campuran pun tak kalah menarik. Dua pasangan Indonesia berhasil menembus perempat final, menunjukkan persaingan yang semakin merata di nomor ini. Jafar Hidayatullah/Felisha A. N. Pasaribu menunjukkan performa yang mengesankan dengan mengalahkan rekan mereka, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, dalam tiga gim yang sengit, 10-21, 21-11, 21-10. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Jafar/Felisha mampu bangkit dari ketertinggalan dan menampilkan permainan terbaik mereka. Pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil juga berhasil melaju ke perempat final setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Lee Jongmin/Lee Yu Lim, dengan skor 21-13, 20-22, 21-19. Pertandingan ini berlangsung sangat ketat, terutama di gim kedua dan ketiga, namun Adnan/Indah menunjukkan ketenangan dan determinasi untuk meraih kemenangan.
Menariknya, dalam daftar pemain yang berjuang memperebutkan tiket semifinal di ganda campuran, terdapat nama Gloria Emanuelle Widjaja. Namun, Gloria tidak berpasangan dengan wakil Indonesia, melainkan berkolaborasi dengan pemain Singapura, Terry Hee Yong Kai. Duet lintas negara ini berhasil mengamankan tempat di perempat final setelah mengalahkan pasangan Denmark, Jesper Toft/Amalie Magelund, dengan skor 21-12, 16-21, 21-14. Kehadiran Gloria dalam formasi ganda campuran dengan pemain asing ini menambah dimensi menarik dalam peta persaingan di sektor ini, sekaligus menunjukkan fleksibilitas dan pengalaman yang dimiliki Gloria di kancah internasional.
Analisis Hasil Babak 16 Besar dan Prediksi Perempat Final
Rekapitulasi hasil babak 16 besar Indonesia Masters 2026 pada Kamis, 22 Januari, memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan potensi para atlet Indonesia. Di sektor tunggal putra, Mohammad Zaki Ubaidillah harus mengakui keunggulan Loh Kean Yew dari Singapura dengan skor 19-21, 10-21. Anthony Sinisuka Ginting mengalami kekalahan WO (Walk Over) dari Jason Teh Jia Heng, sebuah hasil yang mengecewakan bagi publik tuan rumah. Namun, Alwi Farhan berhasil memberikan harapan dengan kemenangan tiga gim atas Wang Zheng Xing dari Tiongkok, 15-21, 21-19, 21-16, menunjukkan mental juang yang patut diapresiasi.
Di tunggal putri, Putri Kusuma Wardani harus berjuang keras namun akhirnya kalah dari wakil Taiwan, Huang Y H, dengan skor 17-21, 21-19, 17-21. Kekalahan ini menunjukkan bahwa persaingan di sektor tunggal putri masih sangat terbuka dan membutuhkan peningkatan performa lebih lanjut untuk bisa bersaing di level tertinggi.
Secara keseluruhan, babak 16 besar Indonesia Masters 2026 telah menyajikan drama, kejutan, dan momen-momen menegangkan. Fokus utama kini tertuju pada babak perempat final, di mana persaingan diprediksi akan semakin memanas, terutama dengan adanya duel antar wakil Indonesia di beberapa nomor. Keberhasilan Fajar/Fikri dan potensi mereka untuk melaju lebih jauh, ditambah dengan solidnya penampilan di ganda putri dan ganda campuran, memberikan optimisme bagi Indonesia untuk meraih gelar juara di kandang sendiri. Namun, setiap pertandingan di babak perempat final akan menjadi ujian sesungguhnya, dan para atlet harus mengeluarkan kemampuan terbaik mereka untuk bisa melangkah ke semifinal dan final.


















