Sang juara bertahan, timnas futsal Iran, memulai kampanye Piala Asia Futsal 2026 dengan dominasi impresif, mengalahkan Malaysia 4-1 dalam laga perdana Grup D yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rabu (28/01/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan status Iran sebagai tim unggulan, tetapi juga memberikan gambaran awal tentang peta persaingan di grup neraka ini, sekaligus menyoroti kekuatan historis dan konsistensi tim berjuluk Harimau Malaya tersebut dalam kancah futsal Asia.
Dominasi Iran: Analisis Mendalam Pertandingan Pembuka Grup D
Pertandingan antara Iran dan Malaysia pada Rabu, 28 Januari 2026, di Jakarta International Velodrome, menjadi saksi bisu kekuatan superior timnas futsal Iran. Sejak peluit awal dibunyikan, Iran menunjukkan intensitas permainan yang tinggi. Gol pembuka tercipta begitu cepat, hanya berselang satu menit dari dimulainya pertandingan, dicetak oleh Mohammadhossein Derakhshani. Gol cepat ini menjadi sinyal awal dominasi Iran dan memberikan tekanan psikologis signifikan bagi timnas Malaysia. Meskipun demikian, Malaysia menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi pada babak pertama. Mereka berhasil meredam gelombang serangan Iran dan hanya kebobolan satu gol hingga turun minum. Skor 1-0 untuk keunggulan Iran di paruh pertama menunjukkan adanya strategi pertahanan yang solid dari tim Harimau Malaya.
Namun, memasuki babak kedua, dinamika pertandingan berubah drastis. Iran, yang tampaknya telah melakukan penyesuaian taktik, kembali menggebrak pertahanan Malaysia. Dalam rentang waktu yang relatif singkat, Iran berhasil menambah tiga gol lagi. Behrooz Azimi mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-25, diikuti oleh gol Masoud Yousef pada menit ke-26, dan puncaknya adalah gol dari Hossein Tayebi pada menit ke-27. Ketiga gol ini secara efektif mematahkan perlawanan Malaysia dan membawa Iran unggul telak 4-0. Perubahan tempo dan efektivitas penyelesaian akhir Iran di babak kedua menjadi faktor penentu kemenangan mereka.
Meskipun tertinggal jauh, semangat juang timnas Malaysia tidak padam sepenuhnya. Menjelang akhir pertandingan, tepatnya satu menit sebelum peluit panjang dibunyikan, Malaysia berhasil mencetak gol hiburan. Gol ini menjadi bukti bahwa tim Harimau Malaya memiliki potensi untuk mencetak gol bahkan melawan tim sekuat Iran. Meskipun demikian, gol tunggal tersebut tidak mampu mengubah hasil akhir pertandingan. Skor 4-1 untuk kemenangan Iran menjadi penutup laga perdana Grup D, sebuah hasil yang sebenarnya sudah diprediksi banyak pengamat mengingat rekam jejak kedua tim.

Rekam Jejak Juara: Mengapa Iran Selalu Menjadi Ancaman Serius
Kemenangan Iran atas Malaysia dalam laga perdana Grup D Piala Asia Futsal 2026 bukanlah sebuah kejutan besar. Iran memiliki status sebagai juara bertahan turnamen ini, sebuah predikat yang mereka sandang dengan bangga. Lebih jauh lagi, Iran adalah kekuatan dominan dalam sejarah Piala Asia Futsal. Sejak turnamen ini pertama kali digelar, Iran telah mengukuhkan diri sebagai tim tersukses dengan koleksi gelar terbanyak. Sepanjang sejarah, timnas futsal Iran telah berhasil meraih gelar juara sebanyak 13 kali. Prestasi gemilang ini tersebar di berbagai edisi, termasuk rentetan kemenangan berturut-turut dari tahun 1999 hingga 2005, serta gelar-gelar lainnya pada tahun 2007, 2008, 2009, 2016, 2018, dan yang terbaru pada tahun 2024.
Dominasi Iran di kancah futsal Asia tidak tertandingi. Negara lain yang pernah merasakan manisnya gelar juara Piala Asia Futsal hanya segelintir. Di antara negara-negara tersebut, Jepang menjadi satu-satunya tim yang mampu menyaingi Iran dalam hal jumlah gelar, meskipun masih tertinggal jauh. Timnas futsal Jepang telah mengoleksi empat gelar juara, yang diraih pada tahun 2006, 2010, 2012, dan 2022. Perbandingan jumlah gelar ini semakin menegaskan superioritas Iran dan menjadikan mereka sebagai tim yang selalu harus diwaspadai oleh setiap kontestan dalam setiap edisi Piala Asia Futsal.
Perkembangan Grup D dan Hasil Pertandingan Lainnya
Selain pertandingan antara Iran dan Malaysia, Grup D juga menyajikan duel menarik lainnya. Afghanistan berhasil memulai kampanyenya dengan gemilang setelah menaklukkan Arab Saudi dengan skor 3-0. Kemenangan ini menempatkan Afghanistan di posisi kedua klasemen sementara Grup D, tepat di bawah Iran yang memimpin berkat keunggulan selisih gol. Hasil ini menunjukkan bahwa Grup D diprediksi akan menjadi grup yang kompetitif, di mana Iran dan Afghanistan berpotensi menjadi dua tim yang akan bersaing ketat untuk memperebutkan posisi teratas.
Perhelatan Piala Asia Futsal 2026 sendiri telah diwarnai oleh berbagai pertandingan menarik di hari-hari sebelumnya. Pada hari Selasa, 27 Januari 2026, beberapa tim yang berlaga antara lain Thailand yang berhasil mengalahkan Lebanon dengan skor 2-0, Irak yang menaklukkan Kyrgyzstan 4-2, Vietnam yang menang atas Kuwait 5-3, dan Indonesia yang tampil impresif dengan mengalahkan Korea Selatan 5-0. Sementara itu, pada hari Rabu, 28 Januari 2026, selain pertandingan Grup D, Jepang juga berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas Australia dengan skor 6-2 di Grup C.
Klasemen Sementara Piala Asia Futsal 2026: Gambaran Awal Persaingan
Berdasarkan hasil-hasil pertandingan yang telah berlangsung, klasemen sementara Piala Asia Futsal 2026 mulai terbentuk. Di Grup A, Indonesia memimpin klasemen dengan raihan tiga poin setelah kemenangan telak atas Korea Selatan, diikuti oleh Irak yang juga mengoleksi tiga poin. Kyrgyzstan dan Korea Selatan masih berada di dasar klasemen tanpa poin.
Grup B melihat Vietnam dan Thailand menduduki posisi teratas dengan masing-masing tiga poin. Kuwait dan Lebanon berada di posisi terbawah tanpa poin. Di Grup C, Jepang memimpin klasemen dengan tiga poin, sementara Tajikistan dan Uzbekistan belum memainkan pertandingan mereka. Australia berada di posisi terbawah grup ini.
Sementara itu, Grup D, yang menjadi fokus utama artikel ini, menempatkan Iran di puncak klasemen dengan tiga poin, diikuti oleh Afghanistan yang juga mengoleksi tiga poin. Malaysia dan Arab Saudi berada di dua posisi terbawah tanpa poin. Klasemen ini memberikan gambaran awal mengenai kekuatan relatif masing-masing tim dan memprediksi jalannya persaingan di fase grup yang masih akan berlangsung.
| Grup | Tim | Main | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|
| A | Indonesia | 1 | 5-0 | 3 |
| Iraq | 1 | 4-2 | 3 | |
| Kyrgyzstan | 1 | 2-4 | 0 | |
| Korea Selatan | 1 | 0-4 | 0 | |
| B | Vietnam | 1 | 5-3 | 3 |
| Thailand | 1 | 2-0 | 3 | |
| Kuwait | 1 | 3-5 | 0 | |
| Lebanon | 1 | 0-2 | 0 | |
| C | Jepang | 1 | 6-2 | 3 |
| Tajikistan | 0 | 0-0 | 0 | |
| Uzbekistan | 0 | 0-0 | 0 | |
| Australia | 1 | 2-6 | 0 | |
| D | Iran | 1 | 4-1 | 3 |
| Afghanistan | 1 | 3-0 | 3 | |
| Malaysia | 1 | 1-4 | 0 | |
| Arab Saudi | 1 | 0-3 | 0 |


















