Dominasi mutlak tim bulu tangkis Indonesia terpampang nyata di panggung final Thailand Masters 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Juni 2026, bertempat di Nimibutr Stadium, Bangkok. Dengan meloloskan total enam wakil ke partai puncak turnamen berkategori BWF Super 300 ini, skuat Merah Putih tidak hanya menunjukkan kedalaman talenta yang luar biasa tetapi juga telah memastikan dua gelar juara berada di tangan melalui skenario All-Indonesian Final di sektor ganda putra dan ganda campuran. Pencapaian impresif ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi atlet nasional yang kian kompetitif di level internasional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai kekuatan utama bulu tangkis di kawasan Asia Tenggara dalam mengawali kalender kompetisi tahun ini.
Dominasi Ganda Putra dan Kebangkitan Generasi Muda Indonesia
Sektor ganda putra menyuguhkan duel yang sangat dinantikan oleh para pencinta tepok bulu, di mana terjadi bentrokan antara senioritas dan ambisi besar generasi muda. Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana, yang menyandang status sebagai unggulan pertama turnamen, akan ditantang oleh pasangan muda penuh kejutan, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Raymond/Joaquin, yang menempati posisi unggulan kedua, datang ke Bangkok dengan modal kepercayaan diri yang sangat tinggi setelah sebelumnya berhasil menembus partai final Indonesia Masters 2026 pada pekan lalu. Meskipun laga final Thailand Masters ini merupakan pertemuan perdana bagi kedua pasangan di turnamen resmi BWF, Leo/Bagas wajib menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi sepanjang pertandingan.
Rekam jejak Raymond/Joaquin dalam beberapa pekan terakhir sangatlah impresif dan patut diperhitungkan. Pasangan muda ini mulai dijuluki sebagai “pembunuh raksasa” setelah secara mengejutkan mampu menumbangkan ganda putra elit Indonesia lainnya dalam perjalanan mereka menuju final di turnamen sebelumnya. Mereka tercatat berhasil mengandaskan perlawanan pasangan senior Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta pasangan berpengalaman Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Gaya permainan Raymond/Joaquin yang agresif, cepat, dan penuh determinasi diprediksi akan merepotkan Leo/Bagas yang lebih mengandalkan kematangan taktik dan kekuatan smes. Pertarungan ini bukan sekadar perebutan podium tertinggi, melainkan ajang pembuktian bagi Raymond/Joaquin untuk menunjukkan bahwa mereka layak menjadi pilar utama masa depan ganda putra Indonesia.
Pertarungan Gengsi di Sektor Ganda Campuran dan Ganda Putri
Beralih ke sektor ganda campuran, dominasi Indonesia kembali terlihat melalui pertemuan antara Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Adnan/Indah, yang diunggulkan di tempat keenam, membawa keunggulan psikologis yang signifikan berdasarkan catatan statistik pertemuan mereka. Sepanjang tahun 2024, kedua pasangan ini telah bertemu sebanyak dua kali dalam ajang resmi, dan seluruh laga tersebut berhasil dimenangkan oleh Adnan/Indah. Pertemuan terakhir mereka yang terjadi di ajang Malaysia International Challenge pada September 2024 menjadi bukti soliditas permainan Adnan/Indah dalam meredam serangan-serangan Bobby/Melati.
Namun, laga final di Bangkok kali ini diprediksi akan berlangsung jauh lebih ketat dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Bobby Setiabudi dan Melati Daeva Oktavianti telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat sebagai pasangan non-pelatnas yang mampu bersaing di level elit. Duel ini juga menarik perhatian karena mempertemukan wakil penghuni Pelatnas Cipayung dengan pemain profesional berpengalaman. Melati Daeva, dengan segudang pengalamannya di level tertinggi dunia, diharapkan mampu memberikan arahan taktis bagi Bobby untuk memutus tren negatif mereka saat menghadapi Adnan/Indah. Kesiapan mental di poin-poin kritis akan menjadi faktor penentu siapa yang akan membawa pulang gelar juara dari sektor ini.
Sementara itu, di sektor ganda putri, harapan besar disematkan kepada pasangan Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Meskipun pasangan ini tergolong baru dan baru menjalani dua turnamen bersama sepanjang tahun 2026, chemistry yang mereka bangun di lapangan tampak mulai membuahkan hasil yang menjanjikan. Di babak final, mereka akan berhadapan dengan wakil kuat asal Cina, Bao Li Jing dan Li Yi Jing, yang menempati posisi unggulan ketujuh. Menghadapi tembok kokoh dari Negeri Tirai Bambu selalu menjadi tantangan fisik dan mental yang berat bagi pemain Indonesia. Amallia/Fadia diharapkan mampu menerapkan strategi permainan cepat dengan rotasi yang solid untuk meredam agresivitas serangan pasangan Cina tersebut. Keberhasilan mencapai final di awal kemitraan mereka merupakan sinyal bahwa sektor ganda putri Indonesia masih memiliki kedalaman skuad yang sangat kompetitif di kancah BWF World Tour.
Misi Revans Moh. Zaki Ubaidillah di Tunggal Putra

















