Dalam sebuah penampilan yang memukau dan mencatatkan sejarah baru bagi tenis Indonesia, petenis muda berbakat, Janice Tjen, sukses melangkah ke babak 16 besar Dubai Duty Free Tennis Championships 2026. Kemenangan krusial ini diraih pada Senin, 16 Februari 2026, di Aviation Club Tennis Centre, Dubai, Uni Emirat Arab, di mana Janice Tjen secara dramatis menumbangkan unggulan ke-29 dunia dari Kanada, Leylah Fernandez, dengan skor meyakinkan 7(7)-6(5) dan 6-4 dalam duel sengit berdurasi 1 jam 44 menit. Prestasi gemilang di turnamen level WTA 1000 ini tidak hanya menandai progres signifikan dalam kariernya, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ancaman serius di kancah tenis internasional, sekaligus menjadi sorotan utama dalam gelaran tenis bergengsi tersebut.
Pertarungan di babak 32 besar ini mempertemukan Janice Tjen, petenis Indonesia yang saat ini menduduki peringkat 46 dunia, melawan Leylah Fernandez, petenis Kanada yang memiliki peringkat lebih tinggi, yakni 29 dunia. Kemenangan atas lawan dengan peringkat yang lebih tinggi ini secara otomatis mengukuhkan capaian Janice sebagai salah satu kejutan terbesar di turnamen WTA 1000 yang sangat prestisius ini. Dubai Tennis Championships dikenal sebagai ajang yang menarik perhatian petenis-petenis top dunia, menawarkan poin ranking yang besar serta hadiah yang menggiurkan. Ini merupakan pertemuan kedua antara kedua petenis. Dalam pertemuan pertama mereka di ajang Grand Slam Australian Open, Janice Tjen juga berhasil meraih kemenangan dominan dengan skor 6-2 dan 7(7)-6(1), menunjukkan bahwa kemenangannya kali ini bukanlah kebetulan semata, melainkan buah dari strategi dan performa konsisten yang telah ia tunjukkan sebelumnya.
Capaian ini menjadi lebih istimewa mengingat Janice Tjen berpartisipasi dalam turnamen ini berkat fasilitas wildcard yang diberikan kepadanya. Sebuah wildcard adalah undangan khusus bagi petenis yang mungkin tidak memenuhi kriteria peringkat langsung untuk masuk ke undian utama, namun dianggap memiliki potensi atau daya tarik tersendiri. Janice benar-benar memanfaatkan kesempatan emas ini untuk menunjukkan kemampuannya dan membuktikan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Progres yang ditunjukkannya sangat nyata; pada dua turnamen Timur Tengah sebelumnya, yaitu Abu Dhabi Open (WTA 500) dan Qatar Open (WTA 1000), langkahnya terhenti di babak kedua atau 32 besar. Namun, di Dubai Tennis Championship, ia berhasil melampaui batas tersebut, melaju ke babak 16 besar. Peningkatan ini tidak hanya menunjukkan adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi lapangan dan iklim di Timur Tengah, tetapi juga peningkatan mental dan fisik yang signifikan dalam menghadapi tekanan turnamen level tinggi.
Analisis Set Pertama: Pertarungan Penuh Drama
Set pertama dimulai dengan intensitas tinggi, di mana Janice Tjen langsung menunjukkan dominasinya. Pada gim pembuka, ia tidak memberikan satu poin pun kepada Fernandez, mengamankan servisnya dengan skor telak 40:0. Ini adalah pernyataan awal yang kuat, menunjukkan kesiapan dan fokusnya sejak awal pertandingan. Meskipun demikian, Fernandez, sebagai petenis unggulan, tidak tinggal diam. Ia mulai memberikan perlawanan sengit di gim kedua, menciptakan hingga tiga kali kesempatan break point. Namun, dengan ketenangan dan kegigihan luar biasa, Janice berhasil mempertahankan servisnya, menggagalkan setiap upaya Fernandez. Permainan apik ini memungkinkannya untuk segera unggul 3-0, membangun momentum yang krusial di awal set.
Namun, keunggulan awal tersebut tidak bertahan lama. Leylah Fernandez menunjukkan mengapa ia adalah petenis peringkat 29 dunia dengan melakukan serangan balik yang tajam. Ia berhasil membuat Janice kesulitan, bahkan memaksanya kehilangan servis di gim kelima. Pertarungan di gim ini sangat ketat, dengan Fernandez

















