Ringkasan Berita:
- Laga Debut: Sergio Castel dan Layvin Kurzawa tampil perdana di babak 16 besar ACL 2 kontra Ratchaburi FC.
- Hasil Pertandingan: Persib kalah 0-3 di leg pertama (tandang).
- Evaluasi Pelatih: Bojan Hodak menekankan perlunya waktu untuk membangun kebersamaan (chemistry).
BANDUNG – Sebuah awal yang berat mengiringi perjalanan Persib Bandung di kancah Asia. Pada Rabu, 11 Februari 2026, Maung Bandung harus menelan pil pahit kekalahan telak 0-3 saat bertandang ke markas Ratchaburi FC di Stadion Ratchaburi, Thailand, dalam leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026. Namun, di tengah kekecewaan atas hasil pertandingan yang kurang memuaskan tersebut, sorotan tajam justru tertuju pada momen bersejarah: debut dua rekrutan anyar yang sangat dinantikan, Sergio Castel dan Layvin Kurzawa, yang akhirnya resmi mencicipi atmosfer kompetisi Asia dalam balutan seragam Pangeran Biru. Kehadiran mereka, meski belum mampu mengubah jalannya pertandingan, telah memicu perdebatan dan harapan akan potensi besar yang akan mereka bawa bagi skuat asuhan Bojan Hodak.
Kekalahan tiga gol tanpa balas ini tentu saja menjadi tantangan serius bagi ambisi Persib untuk melangkah lebih jauh di kompetisi antarklub paling bergengsi kedua di Asia tersebut. Bermain di kandang lawan yang dikenal memiliki atmosfer menekan dan dukungan penuh dari suporter tuan rumah, Persib gagal menemukan ritme terbaiknya. Gawang yang dikawal oleh kiper harus bobol tiga kali, menempatkan tim dalam posisi yang sangat sulit menjelang leg kedua. Hasil ini tidak hanya menjadi pukulan telak bagi moral tim, tetapi juga menuntut evaluasi mendalam dari staf pelatih dan para pemain untuk memperbaiki performa dan strategi di pertandingan selanjutnya. Tekanan untuk bangkit dan membalikkan keadaan di leg kedua di kandang sendiri kini menjadi misi utama yang harus diemban oleh seluruh elemen tim.
Di tengah situasi genting tersebut, Bojan Hodak memutuskan untuk menurunkan dua amunisi barunya sebagai pemain pengganti di babak kedua. Sergio Castel, penyerang yang diharapkan menjadi mesin gol baru Persib, masuk pada menit ke-58, menggantikan posisi Andrew Jung. Kehadiran Castel di lini depan diharapkan mampu memberikan daya gedor tambahan dan memecah kebuntuan. Tidak lama berselang, pada menit ke-83, giliran Layvin Kurzawa, bek kiri berpengalaman yang didatangkan untuk memperkuat pertahanan, masuk ke lapangan menggantikan Alfeandra Dewangga. Kedua pemain ini memiliki waktu bermain yang relatif singkat, kurang dari 45 menit, untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bawah tekanan pertandingan yang sudah tertinggal jauh. Debut mereka, meski penuh ekspektasi, berlangsung dalam kondisi yang tidak ideal, di mana tim sudah tertinggal dan harus berjuang keras untuk sekadar menahan gempuran lawan.
Menanggapi penampilan perdana kedua pemain barunya, Pelatih Persib, Bojan Hodak, memberikan pandangannya yang terukur dan realistis. Pelatih asal Kroasia tersebut menegaskan bahwa adaptasi adalah kunci, dan proses itu tidak bisa terjadi secara instan, terutama bagi pemain yang baru bergabung dan langsung dihadapkan pada intensitas tinggi kompetisi sekelas ACL 2. “Keduanya adalah pemain baru. Jadi, tentu saja mereka butuh waktu untuk menyatu dengan pemain lainnya. Itu hal yang normal,” ucap Hodak dengan nada tenang. Ia menambahkan bahwa membangun kebersamaan dan chemistry di dalam lapangan memerlukan waktu, latihan yang konsisten, dan pemahaman taktis yang mendalam antar pemain. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kepada publik dan para penggemar untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi dalam waktu singkat, mengingat tantangan adaptasi yang kompleks, termasuk perbedaan liga, gaya bermain, dan lingkungan tim yang baru.
Potensi Besar di Balik Adaptasi Awal
Meskipun debut mereka belum menghasilkan dampak instan yang mengubah papan skor, Bojan Hodak tetap melihat potensi besar dalam diri Sergio Castel dan Layvin Kurzawa. Hodak, yang dikenal dengan ketajamannya dalam menilai pemain, memberikan pujian terhadap kualitas individu yang dimiliki keduanya. Ia percaya bahwa kehadiran eks pemain bintang ini akan membawa dimensi baru yang signifikan bagi permainan Persib di masa depan, baik dari segi taktik maupun kedalaman skuad. “Keduanya memiliki potensi untuk bermain di starting eleven (skuad utama) dan pastinya mereka bisa membantu tim di kompetisi ini maupun liga,” tambah Bojan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Hodak memiliki rencana jangka panjang untuk mengintegrasikan Castel dan Kurzawa sebagai pilar utama tim, memanfaatkan pengalaman dan kemampuan teknis mereka untuk memperkuat lini serang maupun pertahanan, serta memberikan opsi taktis yang lebih beragam bagi Maung Bandung dalam menghadapi berbagai lawan.
Sergio Castel, dengan rekam jejaknya sebagai penyerang yang produktif, diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah ketajaman di lini depan Persib. Kemampuan finishing, pergerakan tanpa bola, dan insting golnya akan sangat krusial untuk memecah pertahanan lawan. Sementara itu, Layvin Kurzawa, yang pernah malang melintang di klub-klub top Eropa, membawa serta pengalaman dan kematangan dalam menjaga pertahanan serta memberikan kontribusi ofensif dari sisi sayap. Kemampuan Kurzawa dalam duel satu lawan satu, akurasi umpan silang, dan visi permainannya akan sangat berharga untuk membangun serangan dari belakang. Integrasi kedua pemain ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas individu, tetapi juga mengangkat performa kolektif tim secara keseluruhan, menjadikan Persib lebih kompetitif di kancah domestik maupun internasional.
Misi Krusial: Bangkit di Leg Kedua dan Percepat Adaptasi
Kekalahan telak 0-3 di Thailand menempatkan Persib Bandung di ambang eliminasi dari ACL 2. Misi untuk membalikkan keadaan di leg kedua, yang akan digelar di kandang sendiri di Bandung, menjadi sangat krusial dan menuntut performa luar biasa. Bojan Hodak berharap bahwa dengan waktu persiapan yang lebih panjang menjelang pertandingan penentu tersebut, proses adaptasi Sergio Castel dan Layvin Kurzawa dapat berjalan lebih cepat dan lebih efektif. Setiap sesi latihan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun pemahaman taktis, memperkuat chemistry antar pemain, dan memastikan kedua rekrutan anyar ini dapat tampil maksimal di hadapan ribuan Bobotoh yang akan memadati stadion. Dukungan penuh dari suporter di Bandung diharapkan menjadi energi tambahan yang mampu membakar semangat juang para pemain untuk meraih kemenangan besar dan membalikkan defisit gol. Tekanan ada pada Persib, namun peluang untuk menciptakan keajaiban di kandang sendiri masih terbuka lebar jika semua elemen tim mampu bersinergi dan menampilkan performa terbaik mereka.

















