| Kategori Statistik | Pencapaian (Musim 2025) |
|---|---|
| Penampilan (MLS) | 22 Pertandingan |
| Total Menit Bermain | ±1.980 Menit |
| Clean Sheets (CS) | 3 Kali |
| Total Penyelamatan (Saves) | 63 dari 106 Tembakan |
| Rata-rata Kebobolan | 1,77 Gol per 90 Menit |
| Persentase Penyelamatan | ±59,4 Persen |
Data di atas menunjukkan bahwa meskipun rata-rata kebobolan Paes mencapai 1,77 gol per pertandingan, hal tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh rapuhnya lini pertahanan FC Dallas secara kolektif pada musim tersebut. Namun, kemampuan individu Paes dalam situasi satu lawan satu dan kepemimpinannya di kotak penalti tetap menjadi nilai jual utama. Ajax Amsterdam meyakini bahwa dengan sistem pertahanan yang lebih terorganisir di Eredivisie, statistik Paes akan meningkat secara drastis. Selain itu, pengalaman Paes bermain di dua benua yang berbeda memberikan kematangan mental yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi tekanan besar dari pendukung fanatik Ajax yang selalu menuntut kemenangan di setiap laga domestik maupun kompetisi Eropa.
Dampak Bagi Karier Internasional dan Timnas Indonesia
Kepindahan ke Ajax Amsterdam bukan hanya sekadar urusan klub, melainkan juga menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia. Sebagai penjaga gawang utama skuad asuhan Shin Tae-yong, bermain di klub kasta tertinggi Eropa akan menjaga level kompetitif Paes tetap berada di puncak. Hal ini sangat krusial mengingat Indonesia tengah berjuang dalam kalender internasional yang padat, termasuk upaya untuk terus bersaing di level Asia dan kualifikasi turnamen besar mendatang. Berlatih setiap hari dengan fasilitas kelas dunia di De Toekomst (akademi Ajax) dan bersaing dengan pemain-pemain elit Eropa akan mengasah insting Paes, yang pada akhirnya akan menguntungkan lini pertahanan Garuda. Statusnya sebagai pemain Ajax Amsterdam secara otomatis menaikkan wibawa dan profil pemain Indonesia di mata pemandu bakat internasional.
Secara personal, kontrak yang berdurasi hingga Juni 2029 memberikan stabilitas karier bagi Maarten Paes. Ia kini memiliki waktu yang cukup untuk membuktikan kapasitasnya dan bersaing memperebutkan posisi kiper nomor satu di Ajax. Kembali ke Belanda juga berarti kembali ke lingkungan yang familiar bagi keluarganya, yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan psikologis bagi sang pemain untuk tampil maksimal. Dengan nilai transfer sekitar €1,2 juta, Ajax telah menunjukkan komitmen finansial yang serius, dan kini bola berada di tangan Paes untuk membuktikan bahwa ia layak berdiri di bawah mistar gawang salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola Belanda tersebut. Transformasi Paes dari seorang kiper berbakat di MLS menjadi tembok tangguh di Amsterdam akan menjadi cerita menarik yang terus dipantau oleh jutaan pasang mata dari Dallas hingga Jakarta.
Sebagai kesimpulan, transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam adalah sebuah langkah simbiosis mutualisme bagi semua pihak yang terlibat. FC Dallas mendapatkan keuntungan finansial dan ruang untuk pemain muda mereka, Ajax mendapatkan kiper berpengalaman dengan harga yang kompetitif, dan Paes sendiri mendapatkan panggung impian untuk kembali bersinar di Eropa. Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, kepindahan ini adalah bukti nyata bahwa talenta yang memperkuat Timnas Indonesia memiliki daya saing yang diakui oleh klub-klub raksasa dunia. Kini, publik menantikan debut resmi sang penjaga gawang di Eredivisie, berharap “Tembok Garuda” ini mampu membawa Ajax kembali ke masa kejayaannya baik di kancah domestik maupun di kompetisi bergengsi Liga Champions atau Liga Europa.


















