Kontingen Indonesia mengukir sejarah gemilang dalam gelaran ASEAN Para Games 2025 di Thailand, berhasil menyabet 135 medali emas dan mengamankan posisi kedua dalam klasemen akhir. Prestasi luar biasa ini tidak hanya melampaui ekspektasi awal yang ditetapkan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras para atlet disabilitas bangsa. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran sentral Komisi Nasional Disabilitas (KND) yang secara proaktif mengawal pemenuhan hak-hak atlet, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, memastikan setiap aspek krusial terpenuhi demi performa optimal para atlet. ASEAN Para Games 2025, yang diselenggarakan pada 20 hingga 26 Januari 2026 di dua kota tuan rumah, Bangkok dan Nakhon Ratchasima, menjadi panggung bagi para atlet disabilitas terbaik se-Asia Tenggara untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Perjuangan Gemilang Kontingen Indonesia di Panggung ASEAN Para Games 2025
Perolehan 135 medali emas yang diraih oleh kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand merupakan pencapaian monumental yang membanggakan. Tidak hanya mengukuhkan posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen akhir, hasil ini juga secara signifikan melampaui target awal yang telah ditetapkan sebelum kontingen diberangkatkan. Data rinci menunjukkan bahwa tim Merah Putih berhasil mengumpulkan total 392 medali, terdiri dari 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Perolehan medali ini tersebar di 18 cabang olahraga yang diikuti oleh Indonesia, menunjukkan kedalaman talenta dan kekuatan atlet disabilitas di berbagai disiplin olahraga. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa persiapan yang terfokus, meskipun dalam kurun waktu yang relatif singkat, mampu menghasilkan performa puncak yang membanggakan.
KND: Garda Terdepan Pengawal Hak Atlet Disabilitas
Di balik gemerlap medali dan sorak sorai kemenangan, terdapat peran vital Komisi Nasional Disabilitas (KND) yang bertindak sebagai garda terdepan dalam memastikan hak-hak keolahragaan para atlet penyandang disabilitas terpenuhi secara optimal. Pemantauan intensif telah dilakukan oleh KND sejak tahap persiapan kontingen, yang dimulai pada awal November 2025. Melalui koordinasi erat dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dan pendampingan langsung di lapangan, KND berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para atlet. Bentuk pemantauan ini mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari kualitas penginapan yang layak, ketersediaan konsumsi yang bergizi dan sesuai kebutuhan, hingga dukungan medis yang memadai dan aksesibilitas mobilitas menuju venue pertandingan. Upaya ini menjadi fondasi penting bagi para atlet untuk dapat fokus pada performa mereka tanpa terbebani oleh kendala logistik atau fasilitas.
Pemantauan langsung oleh KND ini dilakukan secara berkelanjutan, terutama selama periode penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 26 Januari 2026 di dua kota tuan rumah, Bangkok dan Nakhon Ratchasima. Sejak tanggal 19 Januari 2026, tim KND telah hadir di lokasi untuk memastikan bahwa segala fasilitas yang dijanjikan benar-benar tersedia dan dapat diakses oleh seluruh atlet serta official kontingen Indonesia. Kehadiran KND di lapangan menjadi jaminan bahwa hak-hak dasar para atlet, sebagaimana diatur dalam undang-undang, tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terimplementasi.
Legislasi dan Komitmen Pemerintah: Dasar Penguatan Olahraga Disabilitas
Peran KND dalam mengawal hak atlet disabilitas didasarkan pada landasan hukum yang kuat, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Undang-undang ini secara tegas mengamanatkan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, termasuk hak mereka dalam bidang keolahragaan, khususnya olahraga prestasi. Komisioner KND, Jonna Aman Damanik, yang didampingi oleh Prof. Reda Manthovani selaku Chief de Mission Indonesia, secara aktif mengawasi pelaksanaan mandat ini. Dalam sebuah keterangan tertulis pada Selasa, 27 Januari 2026, Jonna Aman Damanik menyatakan keyakinannya bahwa semangat dan kekompakan tim Indonesia akan menjadi modal utama untuk meraih target yang telah ditetapkan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara badan regulasi seperti KND, komite olahraga, dan jajaran kepemimpinan kontingen dalam mencapai kesuksesan.
Target awal yang ditetapkan untuk kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 adalah minimal 82 medali emas dan masuk dalam tiga besar klasemen akhir. Target ini ditetapkan dalam sebuah rapat koordinasi yang melibatkan NPCI, Chief de Mission, dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Bapak Erick Thohir, pada bulan November 2025. Penetapan target ini mempertimbangkan fakta bahwa periode pemusatan latihan yang tersedia bagi para atlet hanya sekitar dua bulan. Meskipun demikian, para atlet Indonesia berhasil melampaui target tersebut dengan luar biasa, membuktikan determinasi dan kemampuan mereka yang sesungguhnya.
Peluncuran dan Perjalanan Kontingen: Simbol Harapan dan Prestasi
Proses menuju kesuksesan di ASEAN Para Games 2025 dimulai dengan pelepasan resmi kontingen Indonesia oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bapak Erick Thohir, di Solo pada tanggal 10 Januari 2026. Sebanyak 539 atlet dan official dilepas dengan harapan besar untuk membawa nama harum bangsa. Perjalanan kontingen Indonesia yang ditutup dengan perolehan 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu menjadi bukti nyata bahwa dengan persiapan yang terstruktur, dukungan yang memadai, dan semangat juang yang tinggi, para atlet disabilitas mampu meraih prestasi gemilang di kancah internasional, bahkan melampaui target yang ditetapkan.


















